Oase Kehidupan

๐Ÿ’ MAAFKAN KESALAHAN SAUDARAMU, ENGKAU AKAN DIMAAFKAN DAN DIAMPUNI ALLAH TAALA

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’diy rahimahullah berkata:

ูˆู…ู† ุฃุฎุตู‘ู ุฃุณุจุงุจู ุงู„ุนููˆู ูˆุงู„ู…ุบูุฑุฉู ุฃู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูุฌุงุฒูŠ ุนุจุฏูŽู‡ ุจู…ุง ูุนู„ูŽู‡ ุงู„ุนุจุฏู ู…ุน ุนุจุงุฏู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูู…ู†ู’ ุนูุง ุนู†ู‡ู… ุนููŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุนู†ู‡ุŒ ูˆู…ู† ุบูุฑูŽ ู„ู‡ู… ุฅุณุงุกูŽุชูŽู‡ู… ุฅู„ูŠู‡ุŒ ูˆุชุบุงุถู‰ ุนู† ู‡ููˆุงุชูู‡ู… ู†ุญูˆูŽู‡ ุบูุฑูŽ ู„ู‡ุŒ ูˆู…ู† ุณุงู…ุญูŽู‡ู… ุณุงู…ุญูŽู‡ ุงู„ู„ู‡ู.

“Dan termasuk sebab paling khusus untuk kemaafan dan ampunan dari Allah, bahwasannya Allah akan membalas hamba-nya sesuai apa yang dilakukan hamba itu kepada hamba-hamba-Nya yang lain (yakni saudara nya).

Maka siapa yang memaafkan mereka, Dia pun niscaya memaafkannya.

Dan siapa yang mengampuni mereka dari perbuatan-perbuatan jelek mereka dan menutup mata atas kekeliruan mereka kepadanya, niscaya Dia mengampuninya.

Dan siapa yang membebaskan kesalahan mereka atasnya, Dia pun membebaskan kesalahannya.”

๐Ÿ“– (Fathur Rahiimil Malikil ‘Allaam, as-Sa’diy, hal. 29).

๐Ÿ’งYakni terkait dengan hal pribadi, bukan kesalahan manhaj beragama.


Instagram : instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Thoharoh

THOHAROH

Manhajus Salikin: Memahami Istihadhah

Penulis

 Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Bagaimana membedakan darah haidh dan darah istihadhah?

Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di rahimahullah berkata:

ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌู’ู„ูุณูŽ ุนูŽุงุฏูŽุชูŽู‡ูŽุง ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ุนูŽุงุฏูŽุฉูŒ ููŽุฅูู„ูŽู‰ ุชูŽู…ู’ูŠููŠู’ุฒูู‡ูŽุง ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ุชูŽู…ู’ูŠููŠู’ุฒูŒ ุŒ ููŽุฅูู„ูŽู‰ ุนูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ุงู„ุบูŽุงู„ูุจูŽุฉู ุŒ ุณูุชูŽู‘ุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk mengikuti kebiasaan haid (sebagai patokan). Kalau tidak punya kebiasaan, maka melihat pada perbedaan warna darah (tamyiz). Jika tidak bisa membedakan, maka melihat pada kebiasaan wanita pada umumnya yaitu enam atau tujuh hari. Wallahu aโ€™lam.

Keadaan Wanita Istihadhah

Sebagaimana diterangkan sebelumnya bahwa darah istihadhah adalah darah yang keluar terus menerus atau darah tersebut hanyalah berhenti sebentarโ€”misalnya dua atau tiga hariโ€”. Pada penjelasan kali ini Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di rahimahullah menjelaskan bahwa istihadhah itu ada tiga keadaan.

Keadaan pertama:

Yang sudah punya kebiasaan haid sebelumnya (disebut al-muโ€™taadah), sudah diketahui kebiasaan kadar dan waktunya, kemudian mengalami istihadhah. Misalnya ada seorang wanita yang punya kebiasaan haid pada awal bulan selama tujuh hari, kemudian mengalami istihadhah. Maka ia sikapi, tujuh hari sebagai kebiasaan haid. Maka pada awal bulan, ia meninggalkan shalat selama tujuh hari. Lalu hari kedelapan, ia mandi. Setelah itu ia melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh wanita yang suci seperti mengerjakan shalat atau berpuasa.

Dalil untuk keadaan pertama adalah hadits berikut,

ุฃูŽู†ูŽู‘ ููŽุงุทูู…ูŽุฉูŽ ุจูู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุจููŠ ุญูุจูŽูŠู’ุดู ุŒ ุณูŽุฃูŽู„ูŽุชู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ : ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูุณู’ุชูŽุญูŽุงุถู ููŽู„ุงูŽ ุฃูŽุทู’ู‡ูุฑู ุŒ ุฃูŽููŽุฃูŽุฏูŽุนู ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ ุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ุงูŽ ุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูุฑู’ู‚ูŒ ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ุฏูŽุนููŠ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ ู‚ูŽุฏู’ุฑูŽ ุงู„ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ูƒูู†ู’ุชู ุชูŽุญููŠู’ุถููŠู’ู†ูŽ ูููŠู’ู‡ูŽุง ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุงูุบู’ุชูŽุณูู„ููŠ ูˆูŽุตูŽู„ูู‘ูŠ.

โ€œBahwasanya Fathimah binti Abi Hubaisy pernah bertanya kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ia berkata, โ€˜Aku pernah istihadhah dan belum suci. Apakah aku mesti meninggalkan shalat?โ€™ Nabishallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab, โ€˜Tidak, itu adalah darah penyakit. Namun tinggalkanlah shalat sebanyak hari yang biasanya engkau haid sebelum itu, kemudian mandilah dan lakukanlah shalat.โ€™ (HR. Bukhari, no. 325)

Dari hadits di atas disimpulkan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyarankan untuk memperhatikan pada kebiasaan (โ€˜adat), bukan memperhatikan pada perbedaan warna darah (antara haid dan istihadhah).

Keadaan kedua:

Bagi orang yang tidak punya kebiasaan haid. Wanita semacam ini disebut alโ€“mubtadaโ€™ah. Ini dialami oleh orang yang baru mengalami haid atau dialami oleh wanita yang sudah punya kebiasaan namun ia lupa kapan waktu dan kadarnya. Yang dijadikan patokan adalah warna darah, disebut tamyiz (harus bisa membedakan mana darah haid dan istihadhah).

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam pernah berkata kepada Fathimah binti Abu Hubaisy,

ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฏูŽู…ู ุงู„ุญูŽูŠู’ุถูŽุฉู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ูŠูุนู’ุฑูŽููุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุฃูŽู…ู’ุณููƒููŠู’ ุนูŽู† ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุขุฎูŽุฑู ููŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฆููŠู’ ูˆูŽุตูŽู„ูู‘ูŠู’ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุนูุฑู’ู‚ูŒ

โ€œJika yang keluar adalah darah haid yaitu berwarna hitam yang dapat diketahui, maka tinggalkanlah shalat. Tetapi jika yang keluar bukan seperti itu, maka berwudhulah dan lakukanlah shalat karena itu darah penyakit.โ€ (HR. Abu Daud, no. 286. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Keadaan ketiga:

Yang tidak punya kebiasaan (seperti pada yang baru mengalami haid atau dalam keadaan lupa masa haidnya) dan tidak bisa membedakan darah haid dan yang bukan, maka dikembalikan kepada kebiasaan umumnya wanita atau enam atau tujuh hari.

Hal ini berdasarkan hadits Hamnah binti Jahsy radhiyallahu โ€˜anha bahwa ia berkata kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูุณู’ุชูŽุญูŽุงุถู ุญูŽูŠู’ุถูŽุฉู‹ ูƒูŽุจููŠู’ุฑูŽุฉู‹ ุดูŽุฏููŠู’ุฏูŽุฉู‹ ููŽู…ูŽุง ุชูŽุฑูŽู‰ ูููŠู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุฏู’ ู…ูŽู†ูŽุนูŽุชู’ู†ููŠ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: (( ุฃูŽู†ู’ุนูŽุชู ู„ูŽูƒู (ุฃูŽุตููู ู„ูŽูƒู ุงุณู’ุชูุนู’ู…ูŽุงู„ูŽ) ุงู„ูƒูุฑู’ุณูููŽ (ูˆู‡ูˆ ุงู„ู‚ุทู†) ุชูŽุถูŽุนููŠู’ู†ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ููŽุฑุฌู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูุฐู’ู‡ูุจู ุงู„ุฏูŽู‘ู…ูŽ )) ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‡ููˆูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ. ูˆูŽูููŠู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: (( ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุฑูŽูƒู’ุถูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุฑูŽูƒูŽุถูŽุงุชู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ุŒ ููŽุชูŽุญููŠู’ุถููŠู’ ุณูุชูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŽ ูููŠู’ ุนูู„ู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุงุบู’ุชูŽุณูู„ููŠู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฃูŽู†ูŽู‘ูƒู ู‚ูŽุฏู’ ุทูŽู‡ูุฑู’ุชู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽู†ู’ู‚ูŽูŠู’ุชู ููŽุตูŽู„ูู‘ูŠ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู‹ุง ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู’ู†ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุตููˆู’ู…ููŠู’ ))

โ€œYa Rasulullah, sungguh aku sedang mengalami istihadhah yang deras sekali. Lalu bagaimana pendapatmu tentang darah tersebut? Darah tersebut telah menghalangiku shalat dan berpuasa. Beliau bersabda, โ€˜Aku beritahukan kepadamu (untuk menggunakan) kapas dengan melekatkannya pada kemaluan, karena hal itu dapat menyerap darah.โ€™ Hamnah berkata, โ€˜Darahnya lebih banyak dari itu.โ€™ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pun bersabda, โ€˜Ini hanyalah salah satu usikan syetan. Maka hitunglah haidmu enam atau tujuh hari menurut ilmu Allah Taโ€™ala lalu mandilah sampai engkau merasa telah bersih dan suci, kemudian shalatlah selama 24 atau 23 hari, dan berpuasalah.โ€™โ€ (HR. Ahmad, 1:237. Sebagaimana disebut dalam Tanqih Tahqiq At-Taโ€™liq, hadits ini hasan shahih)

Di sini disuruh memilih enam atau tujuh hari. Memilihnya tergantung ijtihad manakah yang paling diyakini. Antara enam atau tujuh dipilih mana yang mendekati kebenaran, itulah waktu yang disikapi untuk masa haid.

Wanita Istihadhah: Mubtadaโ€™ah dan Muโ€™taadah

Wanita mubtadaโ€™ah (yang belum punya kebiasaan) ada dua keadaan:

Bisa membedakan warna darah. Ketika didapati darah haid, maka tidak shalat. Ketika darah tersebut berhenti, maka mandi lalu mengerjakan shalat.

Tidak bisa membedakan warna darah, maka ia mengikuti kebiasaan umumnya wanita yaitu enam atau tujuh hari. Ketika sudah melewati masa tersebut, maka mandi lalu mengerjakan shalat. Ketika dapati darah, maka hari tersebut dihitung sebagai hari pertama keluarnya haid.

Wanita muโ€™taadah (yang sudah punya kebiasaan) ada dua keadaan:

Masih mengingat kebiasaan haid, maka tugasnya adalah mengamalkan sesuai kebiasaan. Dan di sini tidak memperhatikan perbedaan warna darah (tamyiz).

Lupa dengan kebiasaan haid, maka ada dua hal lagi bisa diperhatikan: (a) jika bisa membedakan warna darah, maka itulah yang dipakai; (b) kalau tidak bisa membedakan warna darah, berarti melihat pada kebiasaan wanita umumnya.

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan berbuah amal shalih.

Referensi:

Ad-Dalil โ€˜ala Manhaj As-Salikin wa Tawdhih Al-Fiqh fi Ad-Diin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. โ€˜Abdullah bin Zaโ€™al Al-โ€˜Anzi. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

Ghayah Al-Muqtashidin Syarh Minhaj As-Salikin. Cetakan pertama, Tahun 1434 H. Abu โ€˜Abdirrahman Ahmad bin โ€˜Abdirrahman Az-Zauman. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

Syarh Manhaj Asโ€“Salikin. Cetakan kedua, Tahun 1435 H. Dr. Sulaiman bin โ€˜Abdillah Al-Qushair. Penerbit Maktabah Dar Al-Minhaj.

Artikel Rumaysho.Com

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

KEUTAMAAN HAJI, DAN HARAPAN UNTUK ORANG YANG BELUM MENUNAIKANNYA

๐ŸŒบfawaid edisi khusus๐ŸŒบ

๐Ÿ•‹ย  KEUTAMAAN HAJI, DAN HARAPAN UNTUK ORANG YANG BELUM MENUNAIKANNYA

(amaliah yang di harap menyamai pahala haji bagi orang yang belum menunaikan, sebuah kabar gembira)

๐Ÿ–‹abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Imam Abu Farj Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab rahimahullah

Berkata

“… Ketika Allah taala menanamkan kerinduan dalam hati hamba hamba Nya yang beriman untuk menyaksikan Baitullah,

Dan tidak semua orang bisa menyaksikannya tiap tahun,

Maka Allah taala mewajibkan bagi yang mampu untuk berhaji satu kali seumur hidup,

Dan menjadikan sepuluh hari pertama Dzul hijjah sebagai musim bersama untuk beramal shalih antara orang orang yang berhaji dan orang orang yang tidak menunaikannya (pada tahun itu).

Barang siapa tidak mampu berhaji pada suatu tahun, ia dapat melakukan amal yang ia mampu melakukannya di rumah, yang lebih utama dari jihad, padahal jihad lebih utama dari haji*.

Jauhilah maksiat, karena ia menghalangi ampunan pada musim yang penuh dengan rahmat,

Marwazy meriwayatkan di kitab ‘wara’, dari Abdul Malik dari seorang shahabat atau tabiin **,

“Bahwa datang seorang dalam mimpinya *** di salah satu hari sepuluh hari awal dzulhijjah,

“tidak ada seorang muslim pun yang tidak di ampuni segala dosanya pada hari hari ini, setiap hari lima kali, kecuali para pemain”, mereka adalah pemain catur”.

Jika bermain catur saja menjadi penghalang ampunan, lalu bagaimana orang orang yang terus terusan dalam dosa ?,

Maksiat adalah penghalang seorang dari rahmat Allah taala, dan ketaatan adalah hal yang dapat mendekatkan kepada Allah dan rahmat Nya.

Saudara saudaraku, kalian telah berihram pada hari hari ini, dan berniat menuju ka’bah, memenuhi angkasa dengan talbiyah, takbir, tahlil, dan tahmid, mengagungkan Allah taala,

Sungguh mereka telah berangkat, sedang kita hanya bisa duduk, mereka mendekat, sedang kita menjauh,

Jika sekiranya kita memiliki sedikit bagian dari mereka, tentu kita bahagia.

Orang orang yang duduk karena udzur, di samakan dengan orang orang yang berjalan,

Boleh jadi, orang yang berjalan dengan hatinya (pahalanya) melebihi orang yang berjalan dengan raganya.

Seorang dari salaf bermimpi *** bahwa ada seorang di arafah tanggal 9 dzulhijjah, orang itu berkata padanya “apakah engkau melihat penuhnya manusia di sini ?, tidak seorang pun berhaji (mendapat pahala haji), kecuali seorang yang tidak ada di sini, karena ia berhaji dengan niatnya,ย  lalu ia meraih keutamaan orang orang yang berada di sini ****”.

Jangan sampai kita luput mendapat ghanimah pada hari agung ini, karena tidak ada gantinya, dan tidak bisa di hargai dengan uang,

Cekatlah dan tangkaslah dalam beramal, bersegeralah sebelum di serang ajal, sebelum menyesal orang orang yang lalai, sebelum ia meminta di kembalikan untuk beramal sedang tidak di penuhi permintaannya, sebelum di halangi orang orang yang berangan angan mewujudkan hayalan,

sebelum seorang tergadai di kubangan lubang amal yang ia persembahkan *****.

Wahai orang yang mulai nampak bibit ubannya, setelah 40 tahun,

Wahai orang yang berlalu di hadapannya tahun tahun, hingga berumur 50 tahun,

Wahai orang yang sudah di pintu kematian, saat umur 60 atau 70 tahun,

apa yang engkau tunggu setelah datang pengkabaran ?,

Apakah engkau tunggu kematian menjemputmu ?,

Wahai orang orang yang bilangan dosanya sebanyak bilangan genap dan ganjil,

Tidakklah engkau malu dengan kiraman katibin (malaikat yang mulia lagi mencatat) ?,

Atau engkau termasuk orang yang mendustakan hari berbangkit ?.

Wahai orang yang pekat gelap hatinya seperti malam bila datang,

Bukankah telah datang waktu untuk menerangi hati atau me lunak kannya ?,

Angin segar di hembuskan pada sepuluh hari ini (dzulhijjah),

Sesungguhnya Allah taala memiliki tiupan rahmat, tiada seorang mendapatkannya, kecuali ia akan berbahagia.”

๐Ÿ“š ูƒุชุงุจ *ู„ุทุงุฆู ุงู„ู…ุนุงุฑู* ููŠู…ุง ู„ู…ูˆุงุณู… ุงู„ุนุงู… ู…ู† ุงู„ูˆุธุงุฆู 518.

______ ๐Ÿ–‹

Catatan:

* kami (abu abd rahman) tidak mendapati keterangan yang mengatakan jihad lebih utama dari haji.

Yang kami dapati riwayat Abdullah bin masud radiyallahu anhu,

ุณุฃู„ุช ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ย ย  ุงูŠ ุงู„ุนู…ู„ ุงุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุŸ

ู‚ุงู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนู„ู‰ ูˆู‚ุชู‡ุง ุŒ ู‚ุงู„ ุซู… ุฃูŠ ุŸ ู‚ุงู„ ุจุฑ ุงู„ูˆุงู„ุฏูŠู† ุŒ ู‚ุงู„ ุซู… ุงูŠ ุŸ ู‚ุงู„ ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡

(hr Bukhari 527)

Aku bertanya pada nabi shalallahu alaihi wa salam, amal apa yang di cintai Allah,

Di jawab, shalat pada waktunya, lalu apa lagi, di jawab, berbuat baik dengan kedua orang tua, lalu apa lagi, di jawab, jihad di jalan Allah.

** riwayat yang terputus dan ada keraguan dari rawi. (mubham atau riwayat yg tidak di sebutkan nama dalam sanad).

*** dalam islam mimpi tidak di jadikan dasar hukum.

**** tulisan ini, wallahu a’lam, bukan bermaksud merendahkan ibadah haji, sebagaimana yang ada dalam fikiran kaum munafiq liberal.

Bahwa orang liberal berpendapat, lebih baik ibadah sosial dari ibadah haji, atau lainnya, atau ucapan mereka lebih baik hati bersih daripada beribadah tapi dengan orang lain jahat. ini satu kesalahan pemahaman.

Yang benar, sebagaimana penjelasan ibnu rajab dalam hadits niat (riwayat Umar bin Khattab radiyallahu anhu. Hadits Bukhari no 1. Muslim no 1907. Hadits ini di riwayatkan sendirian oleh yahya bin said, berlafad ุฅู†ู…ุง ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุจุงู„ู†ูŠุงุช) kadang amalan hati lebih baik dari amalan dzahir. Dan beliau jelaskan panjang lebar tentang amalan niat ini, (syarah hadits arbaun nawawi ‘jamiul ulumi wal hikam bab 1).

***** kami tidak tau maksud kalimat ini.

Pencari ilmu syar’i

๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ

๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ

๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Makan dan Minum Sambil Tiduran (Tanya Ustadz)

#TANYA USTADZ

Nama: Eka Fatma
Asal: Jawa Timur
Group UFHA: 10

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Pertanyaan:

apakah di perboleh minum sambail tiduran ustadz ??
Syukron jazaakallahu khairan.

_____________________

Jawaban

Tidak boleh (makruh) makan dan minum sambil malas malasan,

Atau tidur atau bersandar atau bertelekan.

Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda

ุฃู…ุง ุฃู†ุง ูู„ุง ุงูƒู„ ู…ุชูƒุฆุฃ

Sedang aku, tidak makan dg bertelekan.

Kitab syamailul muhammadiyah hadits ke 125 oleh tirmudzy dari Abu Juhaifah.

Pertanyaan yg baik, sekaligus sebagai nasehat untuk yg masih melakukan adab yg buruk ini.

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel:ย  http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Digulung Ombak

Digulung Ombak

Allah telah mengingatkan kita dalam firman-Nya tentang bagaimana keadaan kaum musyrikin di masa silam. Allah berfirman:

ูˆุฅุฐุง ุบุดูŠู‡ู… ู…ูˆุฌ ูƒุงู„ุธู„ู„ ุฏุนูˆุง ุงู„ู„ู‡ ู…ุฎู„ุตูŠู† ู„ู‡ ุงู„ุฏูŠู†

“Apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung barulah mereka menyeru Allah dengan ikhlas (memurnikan) niat ibadah kepada-Nya.” (Luqman: 32)

Allah juga berfirman:

ูˆุฅุฐุง ู…ุณูƒู… ุงู„ุถุฑ ููŠ ุงู„ุจุญุฑ ุถู„ ู…ู† ุชุฏุนูˆู† ุฅู„ุง ุฅูŠุงู‡ ูู„ู…ุง ู†ุฌุงูƒู… ุฅู„ู‰ ุงู„ุจุฑ ุฃุนุฑุถุชู…

“Apabila engkau ditimpa bahaya di lautan niscaya hilanglah semua sekutu yang biasa engkau seru melainkan hanya Allah. Tetapi ketika Dia menyelamatkanmu ke daratan, kamu kembali berpaling.” (Al-Isro’: 67)

Dijelaskan oleh para Ulama, ayat ini menunjukkan bahwa dahulu kaum musyrikin berlaku syirik (menyekutukan Allah) hanya dalam keadaan lapang. Adapun dalam keadaan sempit mereka hanya bersandar kepada Allah dengan tulus.

Akan tetapi setelah mereka selamat mereka kembali lagi kepada kemusyrikannya yaitu berdoa kepada selain Allah, meyakini adanya pihak-pihak selain Allah yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak mudhorot, mengkeramatkan kuburan dan benda-benda mati yang lain.

Sedangkan kaum musyrikin di jaman belakangan keadaan mereka lebih mengenaskan, baik dalam kondisi sempit maupun lapang mereka tetap menyekutukan Allah. Semoga Allah selamatkan kita dari petaka dunia akhirat.
________

Fikri Abul Hasan

https://t.me/manhajulhaq

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Bagaimana ayat Al-Qur’an diturunkan?

Bagaimana Ayat Al-Qur’an Diturunkan?

 

Syaikh Al-‘Allamah Al-Utsaimin menjelaskan, “Turunnya Al-Qur’an terbagi menjadi dua yaitu ibtida’i dan sababi.

Pertama, secara ibtida’i:

ูˆู‡ูˆ ู…ุง ู„ู… ูŠุชู‚ุฏู… ู†ุฒูˆู„ู‡ ุณุจุจ ูŠู‚ุชุถูŠู‡ ูˆู‡ูˆ ุบุงู„ุจ ุขูŠุงุช ุงู„ู‚ุฑุขู†

Yaitu turunnya ayat tanpa didahului oleh sebab tertentu dan ayat-ayat Qur’an keumumannya seperti ini.

Kedua, secara sababi:

ูˆู‡ูˆ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู†ุฒูˆู„ู‡ ุณุจุจ ูŠู‚ุชุถูŠู‡

Yaitu turunnya ayat yang didahului oleh sebab tertentu yang melatarbelakanginya. Sebab-sebabnya antara lain:

1. Pertanyaan yang dijawab oleh Allah seperti ayat, “Mereka bertanya kepadamu tentang hilal, katakanlah hilal itu adalah waktu-waktu bagi manusia dan bagi (ibadah) haji.โ€ (Al-Baqoroh: 189)

2. Peristiwa yang membutuhkan bayan (penjelasan) dan tahdzir (peringatan) seperti ayat, โ€Dan jika kamu tanyakan kepada mereka niscaya mereka akan berkata, โ€œSesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah, โ€œApakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rosul-Nya kamu berolok-olok?โ€ Tidak usah kamu minta maaf karena kamu kafir setelah beriman.” (At-Taubah: 65-66)

Ayat ini turun terkait celotehan orang munafiq yang mengejek Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dan shohabatnya dengan perkataan, โ€œKami tidak pernah melihat orang yang paling besar perutnya, paling dusta lisannya dan paling penakut tatkala bertemu dengan musuh selain para pembaca Qurโ€™an kita ini.”

3. Kasus yang butuh diketahui hukumnya seperti ayat, โ€Sungguh Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan dia mengadukannya kepada Allah dan Allah mendengar perbincangan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Al-Mujadilah: 1). (Ushul Fit Tafsir hal. 13-14)
_______________

โœ๐Ÿป Fikri Abul Hasan

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Mengikuti Kebiasaan Nenek Moyang Adalah Tradisi Jahiliyyah

MENGIKUTI KEBIASAAN NENEK MOYANG ADALAH TRADISI JAHILIYYAH

Oleh
โœ๐Ÿปย Ustadz Fikri Abul Hasan

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab berkata, termasuk tradisi jahiliyyah adalah berdalil dengan kebiasaan nenek moyang tanpa melihat landasannya.

Allah berfirman:

ู‚ุงู„ ูู…ุง ุจุงู„ ุงู„ู‚ุฑูˆู† ุงู„ุฃูˆู„ู‰

“Fir’aun berkata, “Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu.” (Thoha: 51)

Allah juga berfirman:

ูˆู…ุง ุณู…ุนู†ุง ุจู‡ุฐุง ููŠ ุขุจุงุฆู†ุง ุงู„ุฃูˆู„ูŠู†

 

“Belum pernah kami mendengar (seruan seperti ini) pada masa nenek moyang kami terdahulu.” (Al-Mu’minun: 24)

Penjelasan Syaikh Al-‘Allamah Sholih Al-Fawzan

Seharusnya yang dilakukan oleh orang-orang yang berakal adalah melihat apa yang dibawa oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam lalu membandingkannya dengan apa yang diajarkan oleh nenek moyang mereka sehingga menjadi jelaslah mana haq dan mana yang batil. Adapun jika mereka menutup diri dan berkata,

“Kami tidak akan menerima kecuali yang sesuai ajaran nenek moyang kami dan kami tidak mau menerima apa-apa yang menyelisihinya”.

Maka tindakan seperti ini bukanlah sikapnya orang-orang yang berakal, lebih-lebih lagi bagi mereka yang menginginkan keselamatan.

Saat ini banyak sekali para penyembah kuburan jika mereka dilarang dari mengkeramatkannya mereka beralasan, “Tradisi ini sudah berlaku sejak dulu di negeri ini, dilakukan oleh banyak orang, dan sudah berlangsung lama”. Begitu pula dengan orang-orang yang membuat perayaan maulid padahal tidak ada contohnya dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dan para shohabat, jika mereka dinasehati dan dilarang bahwa perayaan itu adalah mengada-ada dalam Islam, maka mereka beralasan, “Perayaan ini sudah dilakukan oleh orang-orang sebelum kami, kalau saja ini batil tentu mereka tidak akan melakukannya.” Alasan seperti ini sama seperti alasan orang-orang di masa jahiliyyah.

Maka ukuran kebenaran bukan berdasarkan pendapat manusia, akan tetapi didasarkan kepada apa yang dibawa oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam. Manusia mereka bisa benar dan bisa salah sedangkan ajaran yang dibawa oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kebenarannya pasti maka yang harus dilakukan adalah meneladaninya.

Allah tidak mewakilkan kita kepada orangtua kita dan nenek moyang kita. Andaikata apa yang menjadi tradisi orangtua dan nenek moyang itu mencukupi kita tentu kita tidak perlu berhujjah lagi dengan ajaran yang dibawa oleh para Rosul ‘alaihimussholatu wassalam.

(Syarh Masa’il Jahiliyyah 64-65 secara ringkas)


Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Kebenaran Sangat Terang dan Jelas, Fawaid Edisi Khusus

fawaid edisi khusus

KEBENARAN SANGAT TERANG DAN JELAS

abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Sifat kebenaran (al Haq) adalah sangat jelas, ia benerang dalam kegelapan,

Lalu kenapa, sebagian orang tersamarkan baginya kebenaran ?,

Banyak faktor, yang menjadi sebab tersamarkannya seorang dari kebenaran,

Boleh jadi, karena sambaran syubhat, atau besarnya syahwat pada diri seorang.

Shahabat yang mulia, Muadz bin Jabal radiyallahu anhu berkata,

ูุฅู† ุนู„ู‰ ุงู„ุญู‚ ู†ูˆุฑุง

Sesungguhnya di atas kebenaran ada cahaya

(riwayat Hakim dari Muad bin Jabal, di shahihkan oleh Hakim di setujui oleh ad Dzahabi rahimahullah).

Sesungguhnya pengingkaran seorang pada manhaj ini (manhaj salafy) bukan karena kurang jelasnya cahaya,

Namun adanya penyakit pada pandangan, diri, dan pemikiran para pengingkar lah yang menyebabkan seorang menolaknya.

Maka dari itu, seutama utama kenikmatan, Allah subhanahu wa taala menunjukkan seorang hamba dengan kasih sayang dan rahmat Nya pada jalan hidayah dan di arahkan ubun ubunnya pada manhaj salaf, di tengah badai fitnah akhir jaman yang menyesakkan hati dan pemikiran seorang.

Imam Muhammad ibnu Hazim al andalusi rahimahullah mengatakan,

ุงูุถู„ ู†ุนู… ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุนุจุฏ ุงู† ูŠุทุจุนู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุนุฏู„ ูˆุญุจู‡ุŒ ูˆ ุนู„ู‰ ุงู„ุญู‚ ูˆ ุงูŠุซุงุฑู‡

Nikmat yang paling utama atas seorang hamba adalah ketika Allah mengarahkannya pada keadilan dan mencintainya, dan kebenaran serta memudahkan mencintai kebenaran.

Sifat manhaj ini adalah tetap, kokoh, di jaga oleh Allah, adil, dan pertengahan, membawa maslahat bagi manusia, tidak berubah, meski berubahnya manusia dan masa.

Maka, yang tinggal adalah, hendaknya setiap kita, memohon kepada Allah subhanahu wa taala, untuk menetapkan kita di atas hidayah, mengarahkan kita pada manhaj yang lurus, keadilan, dan istiqomah.

Karena, barang siapa bersungguh sungguh dengan keikhlasan menempuh jalan yang di ridhai Allah, maka Allah akan memberinya petunjuk pada jalan yang lurus.

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

E-Magazine Seri 1

 

Edisi Juli/Dzulqo’dah


Cara Mengunduh :
1. Klik link dibawah ini
โฌ‡
Klik disini

2. Setelah file terbuka, klik tombol panah (yang dilingkari merah) yang berada diatas.

3. Akan muncul laman seperti ini
โฌ‡

4. Klik unduh, dan file akan terunduh otomatis.

Semoga Bermanfaat

Fawaid Haji

FAWAID HAJI

KEDATANGAN ORANG ORANG YANG MENUNAIKAN HAJI KE MAKKAH, MENGINGATKAN TENTANG KEMBALINYA MANUSIA KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA.

abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Imam Abu Farj Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab rahimahullah berkata,

“… Setelah sekian lama melakukan perjalanan, (tentu) seorang musafir akan kembali kepada keluarganya, dan tentu hal itu akan membuat gembira keluarganya (inilah gambaran orang yang berhaji kepada Rabbnya),

Di sana ada seorang wanita shalihah yang menangis, lalu berkata

“dengan kedatangannya itu, membuat ku teringat akan kembalinya manusia kepada Allah azza wa jalla, ada yang bergembira ada yang di cela”.

Seorang raja bertanya kepada Abu Hazim,

“bagaimana keadaan seorang yang kembali kepada Allah taala ?”

Abu Hazim menjawab,

“adapun orang yang taat, kembali kepada Allah taala seperti kembali nya orang yang hilang pada keluarganya yang merindukannya,

Sedang pelaku maksiat, kembali kepada Allah taala seperti kembalinya seorang budak yang kabur dari majikannya yang tengah murka”.

Betapa banyak di antara hamba seperti yang di firman kan Allah taala,

ู„ุง ูŠุญุฒู†ู‡ู… ุงู„ูุฒุน ุงู„ุฃูƒุจุฑ ูˆ ุชุชู„ู‚ู‡ู… ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ู‡ุฐุง ูŠูˆู…ูƒู… ุงู„ุฐูŠ ูƒู†ุชู… ุชูˆุนุฏูˆู†

ุณูˆุฑุฉ 21 ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก 103

Tidak menjadikan mereka bersedih kejutan besar itu (kiamat), dan para malaikat menyambut mereka (dengan ucapan) “inilah hari (untuk membalas kebaikan) mu yang telah di janjikan kepadamu.

Selain itu, betapa banyak pula hamba seperti yang di firman kan Allah taala,

ูŠูˆู… ูŠุฏุนูˆู† ุฅู„ู‰ ู†ุงุฑ ุฌู‡ู†ู… ุฏุนุง

ุณูˆุฑุฉ 52 ุงู„ุทูˆุฑ 13

Pada hari mereka di dorong ke dalam jahannam dengan dorongan yang sekuat kuatnya.

Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu berkata,

“para malaikat menyambut orang orang bertaqwa di pintu surga, dengan ucapan,

ุณู„ู… ุนู„ูŠูƒู… ุทุจุชู… ูุงุฏุฎู„ูˆู‡ุง ุฎุงู„ุฏูŠู†

ุณูˆุฑุฉ 39 ุงู„ุฒู…ุฑ 73

Salam sejahtera bagi kalian, berbahagialah kalian, dan masukilah surga kekal di dalamnya.”

ูƒุชุงุจ *ู„ุทุงุฆู ุงู„ู…ุนุงุฑู* ููŠู…ุง ู„ู…ูˆุงุณู… ุงู„ุนุงู… ู…ู† ุงู„ูˆุธุงุฆู 108

 

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Pembahasan Isim

 

PEMBAHASAN ISIM

Kata ( ุงู„ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ) dalam bahasa Arab dibagi menjadi tiga ( 3 ) :

1. kata benda ( ุงูุณู’ู…ูŒ )

2.kata kerja ( ููุนู’ู„ูŒ )

3. hufur ( ุญูŽุฑู’ููŒ ).

Di sini saya tidak sedang akan menjelaskan pengertian masing-masing pembagian di atas. Fokus saya pasa kesempatan ini adalah bagian pertama, yaitu kata benda atau isim.

PENGERTIAN ISIM
ISIM adalah : Jenis kata yang mengandung sebuah makna yang tidak terikat dengan zaman, atau Setiap lafazh yang digunakan untuk menamai manusia, binatang, tumbuhan, benda mati, dan yang lainnya.

CIRI-CIRI ISIM
Ada beberapa cara untuk membedakan isim dengan yang lainnya, di antaranya :
Masuknya alif lam ( ุงู„ ).
Tanwin ( ู‹ ู ูŒ ).
Bil-jarri ( ุจูุงู„ุฌูŽุฑู‘ู ) / bil-khafdhi ( ุจูุงู„ุฎูŽูู’ุถู ) : Berharakat akhirย kasrah.
Didahului huruf nida’ (panggilan).

Jika sedang membaca Al-Quran, hadits Nabi, atau tulisan lain berbahasa Arab dan Anda mendapati satu kata dan terdapat padanya salah satu ciri di atas, maka dapat dipastikan bahwa kata tersebut adalah isim. Contohnya:

( ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู…ูŽุฏููŠู’ู†ูŽุฉู )

Dari contoh di atas, manakah yang termasuk isim?

Jawabannya adalah kata ( ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŒ ) dan ( ุงู„ู…ูŽุฏููŠู’ู†ูŽุฉู ). Pada kata (ย ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŒย ) terdapat ciri pertama, yaitu tanwin. Dan kata (ย ุงู„ู…ูŽุฏููŠู’ู†ูŽุฉูย ) terkumpul di dalamnya dua ciri, alif lam dan bil-jarri.

Sahabat Kamus Mufradat yang budiman, di bawah ini saya telah menyusun sebuah kamus mini, yang berisi kurang lebih 280 kata-kata benda yang diurutkan berdasarkan huruf hijaiyyah. Kosakata tersebut diambil dari Kamus Al-Munawwir. Langsung saja, selamat membaca dan belajar.

Hamzah ( ุฃ )
Indonesia. Arab

Jarum
ุฅูุจู’ุฑูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฅูุจูŽุฑูŒ
Bekas/Jejak
ุฃูŽุซูŽุฑูŒ ุฌู€ ุขุซูŽุงุฑูŒ
Pahala/Ganjaran
ุฃูŽุฌู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูุฌูŒูˆู’ุฑูŒ
Saudara
ุฃูŽุฎูŒ ุฌู€ ุฅูุฎู’ูˆูŽุฉูŒ
Bumi
ุฃูŽุฑู’ุถูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฑูŽุงุถู
Tawanan
ุฃูŽุณููŠู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูุณูŽุงุฑูŽู‰
Pangkal/Pokok
ุฃูŽุตู’ู„ูŒ ุฌู€ ุฃูุตููˆู’ู„ูŒ
Daerah/Cakrawala
ุฃูููู‚ูŒ ุฌู€ ุขููŽุงู‚ูŒ
Anak Bukit
ุฃูŽูƒูŽู…ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุขูƒูŽุงู…ูŒ
Harapan
ุฃูŽู…ูŽู„ูŒ ุฌู€ ุขู…ูŽุงู„ูŒ

 

Baa ( ุจ )

Indonesia. Arab

Sumur
ุจูุฆู’ุฑูŒ ุฌู€ ุขุจูŽุงุฑูŒ
Laut
ุจูŽุญู’ุฑูŒ ุฌู€ ุจูุญููˆู’ุฑูŒ
Uap
ุจูุฎูŽุงุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุจู’ุฎูุฑูŽุฉูŒ
Bulan Purnama
ุจูŽุฏู’ุฑูŒ ุฌู€ ุจูุฏููˆู’ุฑูŒ
Benteng/Menara
ุจูุฑู’ุฌูŒ ุฌู€ ุฃูŽุจู’ุฑูŽุงุฌูŒ
Kebun
ุจูุณู’ุชูŽุงู†ูŒ ุฌู€ ุจูŽุณูŽุงุชููŠู’ู†ู
Penglihatan
ุจูŽุตูŽุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูŒ
Barang Dagangan
ุจุถูŽุงุนูŽุฉูŒ ุฌู€ ุจูŽุถูŽุงุฆูุนู
Kotoran Hewan
ุจูŽุนู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุจู’ุนูŽุงุฑูŒ
Daerah/Negeri
ุจูŽู„ูŽุฏูŒ ุฌู€ ุจูู„ูŽุงุฏูŒ

 

Taa ( ุช )
Indonesia. Arab

Bumbu/Rempah-Rempah
ุชูŽุงุจูู„ูŒ ุฌู€ ุชูŽูˆูŽุงุจูู„ู
Pedagang
ุชูŽุงุฌูุฑูŒ ุฌู€ ุชูุฌู‘ูŽุงุฑูŒ
Batas
ุชูŽุฎู’ู…ูŒ ุฌู€ ุชูุฎููˆู’ู…ูŒ
Yang sebaya/Semasa
ุชูุฑู’ุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽุชู’ุฑูŽุงุจูŒ
Perisai/Tameng
ุชูุฑู’ุณูŒ ุฌู€ ุฃูŽุชู’ุฑูŽุงุณูŒ
Anak Bukit
ุชูŽู„ู‘ูŒ ุฌู€ ุชูู„ูŽุงู„ูŒ
Buaya
ุชูู…ู’ุณูŽุงุญูŒ ุฌู€ ุชูŽู…ูŽุงุณููŠู’ุญู
Dapur Api/Tungku
ุชูŽู†ู‘ููˆู’ุฑูŒ ุฌู€ ุชูŽู†ูŽุงู†ููŠู’ุฑู
Mahkota
ุชูŽุงุฌูŒ ุฌู€ ุชููŠู’ุฌูŽุงู†ูŒ
Kambing Hutan
ุชูŽูŠู’ุณูŒ ุฌู€ ุชููŠููˆู’ุณูŒ
Tsaa ( ุซ )
Indonesia
Arab
Buah Dada
ุซูŽุฏู’ูŠูŒ ุฌู€ ุฃูŽุซู’ุฏู
Ular
ุซูุนู’ุจูŽุงู†ูŒ ุฌู€ ุซูŽุนูŽุงุจููŠู’ู†ู
Mulut
ุซูŽุบู’ุฑูŒ ุฌู€ ุซูุบููˆู’ุฑูŒ
Sepertiga
ุซูู„ูุซูŒ ุฌู€ ุฃูŽุซู’ู„ูŽุงุซูŒ
Salju
ุซูŽู„ู’ุฌูŒ ุฌู€ ุซูู„ููˆู’ุฌูŒ
Harga
ุซูŽู…ูŽู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุซู’ู…ูŽุงู†ูŒ
Gigi Seri
ุซูŽู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุซูŽู†ูŽุงูŠูŽุง
Detik
ุซูŽุงู†ููŠูŽุฉูŒ ุฌู€ ุซูŽูˆูŽุงู†ู
Pakaian
ุซูŽูˆู’ุจูŒ ุฌู€ ุซููŠูŽุงุจูŒ
Sapi Jantan
ุซูŽูˆู’ุฑูŒ ุฌู€ ุซููŠู’ุฑูŽุงู†ูŒ

 

Jiim ( ุฌ )
Indonesia. Arab

Gunung
ุฌูŽุจูŽู„ูŒ ุฌู€ ุฌูุจูŽุงู„ูŒ
Mayat/Bangkai
ุฌูุซู‘ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฌูุซูŽุซูŒ
Lubang Sarang Binatang
ุฌูุญู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฌู’ุญูŽุงุฑูŒ
Kuburan
ุฌูŽุฏูŽุซูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฌู’ุฏูŽุงุซูŒ
Batang (pohon)
ุฌูุฐู’ุนูŒ ุฌู€ ุฌูุฐููˆู’ุนูŒ
Luka
ุฌูุฑู’ุญูŒ ุฌู€ ุฌูุฑููˆู’ุญูŒ
Bagian/Juz
ุฌูุฒู’ุกูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุงุกูŒ
Jembatan
ุฌูุณู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฌูุณููˆู’ุฑูŒ
Pelupuk Mata
ุฌูŽูู’ู†ูŒ ุฌู€ ุฌููููˆู’ู†ูŒ
Kulit
ุฌูู„ู’ุฏูŒ ุฌู€ ุฌูู„ููˆู’ุฏูŒ

 

Haa ( ุญ )
Indonesia. Arab

Biji
ุญูŽุจู‘ูŒ ุฌู€ ุญูุจููˆู’ุจูŒ
Tali
ุญูŽุจู’ู„ูŒ ุฌู€ ุญูุจูŽุงู„ูŒ
Alis
ุญูŽุงุฌูุจูŒ ุฌู€ ุญูŽูˆูŽุงุฌูุจู
Burung Rajawali
ุญูุฏูŽุฃูŽุฉูŒ ุฌู€ ุญูุฏูŽุงุกูŒ
Sepatu
ุญูุฐูŽุงุกูŒ ุฌู€ ุฃูŽุญู’ุฐููŠูŽุฉูŒ
Peperangan
ุญูŽุฑู’ุจูŒ ุฌู€ ุญูุฑููˆู’ุจูŒ
Golongan/Partai
ุญูุฒู’ุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽุญู’ุฒูŽุงุจูŒ
Serangga
ุญูŽุดูŽุฑูŽุฉูŒ ุฌู€ ุญูŽุดูŽุฑูŽุงุชูŒ
Benteng
ุญูุตู’ู†ูŒ ุฌู€ ุญูุตููˆู’ู†ูŒ
Sisi/Tepi/Pinggir
ุญูŽุงููŽุฉูŒ ุฌู€ ุญูŽุงููŽุงุชูŒ

 

Khaa ( ุฎ )
Indonesia. Arab

Kabar/Berita
ุฎูŽุจูŽุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุงุฑูŒ
Pipi
ุฎูŽุฏู‘ูŒ ุฌู€ ุฎูุฏููˆู’ุฏูŒ
Lemari
ุฎูุฒูŽุงู†ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฎูŽุฒูŽุงุฆูู†ู
Kayu
ุฎูŽุดูŽุจูŒ ุฌู€ ุฎูุดูุจูŒ
Batang Hidung
ุฎูŽูŠู’ุดููˆู’ู…ูŒ ุฌู€ ุฎูŽูŠูŽุงุดููŠู’ู…ู
Langkah
ุฎูุทู’ูˆูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฎูุทููˆูŽุงุชูŒ
Cuka
ุฎูŽู„ู‘ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฎูู„ู‘ูŒ
Jari Kelingking
ุฎูู†ู’ุตูุฑูŒ ุฌู€ ุฎูŽู†ูŽุงุตูุฑู
Topi Baja
ุฎููˆู’ุฐูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฎููˆูŽุฐูŒ
Khayal/Imajinasi
ุฎูŽูŠูŽุงู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฎููŠู’ู„ูŽุฉูŒ

 

Daal ( ุฏ )
Indonesia. Arab

Hewan/Binatang
ุฏูŽุงุจู‘ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฏูŽูˆูŽุงุจู‘ูŒ
Jalan
ุฏูŽุฑู’ุจูŒ ุฌู€ ุฏูุฑููˆู’ุจูŒ
Buku Tulis
ุฏูŽูู’ุชูŽุฑูŒ ุฌู€ ุฏูŽููŽุงุชูุฑู
Menit
ุฏูŽู‚ููŠู’ู‚ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฏูŽู‚ูŽุงุฆูู‚ู
Toko/Kedai
ุฏููƒู‘ูŽุงู†ูŒ ุฌู€ ุฏูŽูƒูŽุงูƒููŠู’ู†ู
Petunjuk
ุฏูŽู„ููŠู’ู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฏูู„ู‘ูŽุฉูŒ
Darah
ุฏูŽู…ูŒ ุฌู€ ุฏูู…ูŽุงุกูŒ
Minyak
ุฏูู‡ู’ู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฏู’ู‡ูŽุงู†ูŒ
Obat
ุฏูŽูˆูŽุงุกูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฏู’ูˆููŠูŽุฉูŒ
Hutang
ุฏูŽูŠู’ู†ูŒ ุฌู€ ุฏููŠููˆู’ู†ูŒ

 

Dzaal ( ุฐ )
Indonesia. Arab

Lalat
ุฐูุจูŽุงุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฐูุจู‘ูŽุฉูŒ
Simpanan
ุฐูŽุฎููŠู’ุฑูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฐูŽุฎูŽุงุฆูุฑู
Tangan (Siku -> Ujung Jari)
ุฐูุฑูŽุงุนูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฐู’ุฑูุนูŒ
Dagu
ุฐูŽู‚ูŽู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฐู’ู‚ูŽุงู†ูŒ
Yang Cerdas/Cerdik
ุฐูŽูƒููŠู‘ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฐู’ูƒููŠูŽุงุกู
Yang Rendah/Hina
ุฐูŽู„ููŠู’ู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽุงุกู
Jaminan/Tanggungan
ุฐูู…ู‘ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฐูู…ูŽู…ูŒ
Dosa
ุฐูŽู†ู’ุจูŒ ุฌู€ ุฐูู†ููˆู’ุจูŒ
Akal/Ingatan
ุฐูู‡ู’ู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฐู’ู‡ูŽุงู†ูŒ
Ujung/Ekor
ุฐูŽูŠู’ู„ูŒ ุฌู€ ุฐููŠููˆู’ู„ูŒ

 

Raa ( ุฑ )
Indonesia. Arab

Kepala
ุฑูŽุฃู’ุณูŒ ุฌู€ ุฑูุคููˆู’ุณูŒ
Keuntungan/Laba
ุฑูุจู’ุญูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุงุญูŒ
Petir
ุฑูŽุนู’ุฏูŒ ุฌู€ ุฑูุนููˆู’ุฏูŒ
Adonan Roti
ุฑูŽุบููŠู’ููŒ ุฌู€ ุฃูŽุฑู’ุบูููŽุฉูŒ
Rak
ุฑูŽูู‘ูŒ ุฌู€ ุฑูููŒูˆู’ููŒ
Nomor
ุฑูŽู‚ู’ู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฑู’ู‚ูŽุงู…ูŒ
Tiang/Penopang
ุฑููƒู’ู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฑู’ูƒูŽุงู†ูŒ
Pasir
ุฑูŽู…ู’ู„ูŒ ุฌู€ ุฑูู…ูŽุงู„ูŒ
Ruh/Jiwa
ุฑููˆู’ุญูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฑู’ูˆูŽุงุญูŒ
Air Liur/Ludah
ุฑููŠู’ู‚ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฑู’ูŠูŽุงู‚ูŒ

 

Zay ( ุฒ )
Indonesia. Arab

Keju/Mentega
ุฒูุจู’ุฏูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฒูุจูŽุฏูŒ
Emas/Keindahan
ุฒูุฎู’ุฑูููŒ ุฌู€ ุฒูŽุฎูŽุงุฑููู
Kancing
ุฒูุฑู‘ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฒู’ุฑูŽุงุฑูŒ
Lorong/Jalan Sempit
ุฒูู‚ูŽุงู‚ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฒูู‚ู‘ูŽุฉูŒ
Zaman/Masa
ุฒูŽู…ูŽู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฒู’ู…ูŽุงู†ูŒ
Orang Atheis
ุฒูู†ู’ุฏููŠู’ู‚ูŒ ุฌู€ ุฒูŽู†ูŽุงุฏูู‚ูŽุฉูŒ
Suami
ุฒูŽูˆู’ุฌูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูŒ
Bekal/Persediaan
ุฒูŽุงุฏูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฒู’ูˆูุฏูŽุฉูŒ
Sudut/Pojok
ุฒูŽุงูˆููŠูŽุฉูŒ ุฌู€ ุฒูŽูˆูŽุงูŠูŽุง
Seragam/Pakaian
ุฒููŠู‘ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุฒู’ูŠูŽุงุกูŒ

 

Siin ( ุณ )
Indonesia. Arab

Soal/Pertanyaan
ุณูุคูŽุงู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุณู’ุฆูู„ูŽุฉูŒ
Sebab/Alasan
ุณูŽุจูŽุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจูŒ
Jalan
ุณูŽุจููŠู’ู„ูŒ ุฌู€ ุณูุจูู„ูŒ
Catatan Resmi
ุณูุฌูู„ู‘ูŒ ุฌู€ ุณูุฌูู„ู‘ูŽุงุชูŒ
Tukang Sihir
ุณูŽุงุญูุฑูŒ ุฌู€ ุณูŽุญูŽุฑูŽุฉูŒ
Lampu/Pelita
ุณูุฑูŽุงุฌูŒ ุฌู€ ุณูุฑูุฌูŒ
Harga
ุณูุนู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุณู’ุนูŽุงุฑูŒ
Duta/Utusan
ุณูŽูููŠู’ุฑูŒ ุฌู€ ุณูููŽุฑูุงุกู
Atap
ุณูŽู‚ู’ููŒ ุฌู€ ุณูู‚ููˆู’ููŒ
Senjata
ุณูู„ูŽุงุญูŒ ุฌู€ ุฃูŽุณู’ู„ูุญูŽุฉูŒ

 

Syiin ( ุด )
Indonesia. Arab

Perkara/Urusan
ุดูŽุฃู’ู†ูŒ ุฌู€ ุดูุคููˆู’ู†ูŒ
Pemuda
ุดูŽุงุจู‘ูŒ ุฌู€ ุดูŽุจูŽุงุจูŒ
Yang Berani
ุดูุฌูŽุงุนูŒ ุฌู€ ุดูุฌู’ุนูŽุงู†ู
Orang
ุดูŽุฎู’ุตูŒ ุฌู€ ุฃูŽุดู’ุฎูŽุงุตูŒ
Kumis
ุดูŽุงุฑูุจูŒ ุฌู€ ุดูŽูˆูŽุงุฑูุจู
Layar
ุดูุฑูŽุงุนูŒ ุฌู€ ุฃูŽุดู’ุฑูุนูŽุฉูŒ
Setan
ุดูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŒ ุฌู€ ุดูŽูŠูŽุงุทููŠู’ู†ู
Rakyat/Bangsa
ุดูŽุนู’ุจูŒ ุฌู€ ุดูุนููˆู’ุจูŒ
Yang Celaka
ุดูŽู‚ููŠู‘ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุดู’ู‚ููŠูŽุงุกู
Duri
ุดูŽูˆู’ูƒูŒ ุฌู€ ุฃูŽุดู’ูˆูุงูƒูŒ

 

Shaad ( ุต )
Indonesia. Arab

Anak Laki-Laki
ุตูŽุจููŠู‘ูŒ ุฌู€ ุตูุจู’ูŠูŽุงู†ูŒ
Sahabat/Teman
ุตูŽุงุญูุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูŒ
Batu Besar dan Keras
ุตูŽุฎู’ุฑูŽุฉูŒ ุฌู€ ุตูุฎููˆู’ุฑูŒ
Dada
ุตูŽุฏู’ุฑูŒ ุฌู€ ุตูุฏููˆู’ุฑูŒ
Istana
ุตูŽุฑู’ุญูŒ ุฌู€ ุตูุฑููˆู’ุญูŒ
Yang Kecil
ุตูŽุบููŠู’ุฑูŒ ุฌู€ ุตูุบูŽุงุฑูŒ
Barisan/Deretan
ุตูŽูู‘ูŒ ุฌู€ ุตููููˆู’ููŒ
Berhala/Arca
ุตูŽู†ูŽู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุตู’ู†ูŽุงู…ูŒ
Kerabat
ุตูู‡ู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุตู’ู‡ูŽุงุฑูŒ
Bulu Domba (Wool)
ุตููˆู’ููŒ ุฌู€ ุฃูŽุตู’ูˆูŽุงููŒ

 

Dhaad ( ุถ )
Indonesia. Arab

Biawak
ุถูŽุจู‘ูŒ ุฌู€ ุถูุจูŽุงุจูŒ
Yang Berlawanan
ุถูุฏู‘ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุถู’ุฏูŽุงุฏูŒ
Pajak/Upeti
ุถูŽุฑููŠู’ุจูŽุฉูŒ ุฌู€ ุถูŽุฑูŽุงุฆูุจู
Yang Lemah
ุถูŽุนููŠู’ููŒ ุฌู€ ุถูุนูŽุงููŒ
Katak
ุถููู’ุฏูŽุนูŒ ุฌู€ ุถูŽููŽุงุฏูุนู
Tulang Rusuk
ุถูู„ู’ุนูŒ ุฌู€ ุถูู„ููˆู’ุนูŒ
Perasaan/Suara Hati
ุถูŽู…ููŠู’ุฑูŒ ุฌู€ ุถูŽู…ูŽุงุฆูุฑู
Sinar/Cahaya
ุถูŽูˆู’ุกูŒ ุฌู€ ุฃูŽุถู’ูˆูŽุงุกูŒ
Tamu
ุถูŽูŠู’ููŒ ุฌู€ ุถููŠููˆู’ููŒ
Kelaliman
ุถูŽูŠู’ู…ูŒ ุฌู€ ุถููŠููˆู’ู…ูŒ

 

Thaa ( ุท )
Indonesia. Arab

Dokter
ุทูŽุจููŠู’ุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽุทูุจู‘ูŽุงุกู
Piring/Pinggan
ุทูŽุจูŽู‚ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุทู’ุจูŽุงู‚ูŒ
Tepi/Ujung
ุทูŽุฑู’ููŒ ุฌู€ ุฃูŽุทู’ุฑูŽุงููŒ
Jalan
ุทูŽุฑููŠู’ู‚ูŒ ุฌู€ ุทูุฑูู‚ูŒ
Makanan
ุทูŽุนูŽุงู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุทู’ุนูู…ูŽุฉูŒ
Bayi/Anak Kecil
ุทููู’ู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุทู’ููŽุงู„ูŒ
Cuaca/Udara
ุทูŽู‚ู’ุณูŒ ุฌู€ ุทูู‚ููˆู’ุณูŒ
Pelajar
ุทูŽุงู„ูุจูŒ ุฌู€ ุทูู„ู‘ูŽุงุจูŒ
Tahapan
ุทูŽูˆู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุทู’ูˆูŽุงุฑูŒ
Burung
ุทูŽุงุฆูุฑูŒ ุฌู€ ุทููŠููˆู’ุฑูŒ

 

Zhaa ( ุธ )
Indonesia. Arab

Kijang
ุธูŽุจู’ูŠูŒ ุฌู€ ุธูุจูŽุงุกูŒ
Anak Bukit
ุธูŽุฑูุจูŒ ุฌู€ ุธูุฑูŽุงุจูŒ
Amplop/Keadaan
ุธูŽุฑู’ููŒ ุฌู€ ุธูุฑููˆู’ููŒ
Yang Cerdik
ุธูŽุฑููŠู’ููŒ ุฌู€ ุธูุฑูŽููŽุงุกู
Sekedup
ุธูŽุนููŠู’ู†ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุธูŽุนูŽุงุฆูู†ู
Kuku
ุธููู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุธู’ููŽุงุฑูŒ
Bayangan/Naungan
ุธูู„ู‘ูŒ ุฌู€ ุธูู„ูŽุงู„ูŒ
Kegelapan
ุธูู„ู’ู…ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุธูู„ูู…ูŽุงุชูŒ
Punggung
ุธูŽู‡ู’ุฑูŒ ุฌู€ ุธูู‡ููˆู’ุฑูŒ
Fenomena
ุธูŽุงู‡ูุฑูŽุฉูŒ ุฌู€ ุธูŽูˆูŽุงู‡ูุฑู

 

Ain ( ุน )
Indonesia. Arab

Hamba/Budak
ุนูŽุจู’ุฏูŒ ุฌู€ ุนูŽุจููŠู’ุฏูŒ
Anak Sapi
ุนูุฌู’ู„ูŒ ุฌู€ ุนูุฌููˆู’ู„ูŒ
Gadis/Perawan
ุนูŽุฐู’ุฑูŽุงุกู ุฌู€ ุนูŽุฐูŽุงุฑูŽู‰
Pangkal/Asal/Urat
ุนูุฑู’ู‚ูŒ ุฌู€ ุนูุฑููˆู’ู‚ูŒ
Akal
ุนูŽู‚ู’ู„ูŒ ุฌู€ ุนูู‚ููˆู’ู„ูŒ
Ilmu/Pengetahun
ุนูู„ู’ู…ูŒ ุฌู€ ุนูู„ููˆู’ู…ูŒ
Buruh/Pekerja
ุนูŽุงู…ูู„ูŒ ุฌู€ ุนูู…ู‘ูŽุงู„ูŒ
Tali Kekang
ุนูู†ูŽุงู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุนูู†ู‘ูŽุฉูŒ
Tahun
ุนูŽุงู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุนู’ูˆูŽุงู…ูŒ
Mata
ุนูŽูŠู’ู†ูŒ ุฌู€ ุนููŠููˆู’ู†ูŒ

 

Ghain ( ุบ )
Indonesia. Arab

Tabiat/Watak
ุบูŽุฑููŠู’ุฒูŽุฉูŒ ุฌู€ ุบูŽุฑูŽุงุฆูุฒู
Tujuan/Maksud
ุบูŽุฑูŽุถูŒ ุฌู€ ุฃูŽุบู’ุฑูŽุงุถูŒ
Dahan Pohon, Ranting
ุบูุตู’ู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุบู’ุตูŽุงู†ูŒ
Tutup
ุบูุทูŽุงุกูŒ ุฌู€ ุฃูŽุบู’ุทููŠูŽุฉูŒ
Belenggu
ุบูู„ู‘ูŒ ุฌู€ ุฃูŽุบู’ู„ูŽุงู„ูŒ
Sarung Pedang
ุบูู…ู’ุฏูŒ ุฌู€ ุบูู…ููˆู’ุฏูŒ
Kesedihan/Kesusahan
ุบูŽู…ู‘ูŒ ุฌู€ ุบูู…ููˆู’ู…ูŒ
Rampasan Perang
ุบูŽู†ููŠู’ู…ูŽุฉูŒ ุฌู€ ุบูŽู†ูŽุงุฆูู…ู
Gua
ุบูŽุงุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽุบู’ูˆูŽุงุฑูŒ
Hantu/Momok
ุบููˆู’ู„ูŒ ุฌู€ ุบููŠู’ู„ูŽุงู†ูŒ

 

Faa ( ู )
Indonesia. Arab

Tikus
ููŽุฃู’ุฑูŒ ุฌู€ ููุฆู’ุฑูŽุงู†ูŒ
Ujian/Cobaan
ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ุฌู€ ููุชูŽู†ูŒ
Sela/Celah
ููŽุฌู’ูˆูŽุฉูŒ ุฌู€ ููŽุฌูŽูˆูŽุงุชูŒ
Jebakan
ููŽุฎู‘ูŒ ุฌู€ ููุฎููˆู’ุฎูŒ
Cabang/Bagian
ููŽุฑู’ุนูŒ ุฌู€ ููุฑููˆู’ุนูŒ
Petani
ููŽู„ู‘ูŽุงุญูŒ ุฌู€ ููŽู„ู‘ูŽุงุญููˆู’ู†ูŽ
Hotel/Penginapan
ููู†ู’ุฏูู‚ูŒ ุฌู€ ููŽู†ูŽุงุฏูู‚ู
Daftar Isi
ููู‡ู’ุฑูุณูŒ ุฌู€ ููŽู‡ูŽุงุฑูุณู
Faedah/Guna
ููŽุงุฆูุฏูŽุฉูŒ ุฌู€ ููŽูˆูŽุงุฆูุฏู
Gajah
ูููŠู’ู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽูู’ูŠูŽุงู„ูŒ

 

Qaaf ( ู‚ )
Indonesia. Arab

Kubah
ู‚ูุจู‘ูŽุฉูŒ ุฌู€ ู‚ูุจูŽุงุจูŒ
Kotoran
ู‚ูŽุฐูŽุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽู‚ู’ุฐูŽุงุฑูŒ
Sampan
ู‚ูŽุงุฑูุจูŒ ุฌู€ ู‚ูŽูˆูŽุงุฑูุจู
Bagian/Seksi
ู‚ูุณู’ู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽู‚ู’ุณูŽุงู…ูŒ
Kunci/Gembok
ู‚ููู’ู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽู‚ู’ููŽุงู„ูŒ
Pena
ู‚ูŽู„ูŽู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽู‚ู’ู„ูŽุงู…ูŒ
Puncak
ู‚ูู…ู‘ูŽุฉูŒ ุฌู€ ู‚ูู…ูŽู…ูŒ
Undang-Undang
ู‚ูŽุงู†ููˆู’ู†ูŒ ุฌู€ ู‚ูŽูˆูŽุงู†ููŠู’ู†ู
Kaum/Rakyat
ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ูŒ
Budak Perempuan
ู‚ูŽูŠู’ู†ูŽุฉูŒ ุฌู€ ู‚ููŠูŽุงู†ูŒ

 

Kaaf ( ูƒ )
Indonesia. Arab

Gelas/Piala
ูƒูŽุฃู’ุณูŒ ุฌู€ ูƒูุคููˆู’ุณูŒ
Hati
ูƒูŽุจูุฏูŒ ุฌู€ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุงุฏูŒ
Kitab/Buku
ูƒูุชูŽุงุจูŒ ุฌู€ ูƒูุชูุจูŒ
Bukit Pasir
ูƒูŽุซููŠู’ุจูŒ ุฌู€ ูƒูุซูุจูŒ
Kesusahan/Kesedihan
ูƒูุฑู’ุจูŽุฉูŒ ุฌู€ ูƒูุฑูŽุจูŒ
Lengan Baju
ูƒูู…ู‘ูŒ ุฌู€ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽุงู…ูŒ
Harta Simpanan
ูƒูŽู†ู’ุฒูŒ ุฌู€ ูƒูู†ููˆู’ุฒูŒ
Gua
ูƒูŽู‡ู’ููŒ ุฌู€ ูƒูู‡ููˆู’ููŒ
Bintang/Planet
ูƒูŽูˆู’ูƒูŽุจูŒ ุฌู€ ูƒูŽูˆูŽุงูƒูุจู
Kantong/Karung
ูƒููŠู’ุณูŒ ุฌู€ ุฃูŽูƒู’ูŠูŽุงุณูŒ

 

Laam ( ู„ )
Indonesia. Arab

Mutiara
ู„ูุคู’ู„ูุคูŒ ุฌู€ ู„ูŽุขู„ููŠ
Pakaian
ู„ูุจูŽุงุณูŒ ุฌู€ ุฃูŽู„ู’ุจูุณูŽุฉูŒ
Daging
ู„ูŽุญู’ู…ูŒ ุฌู€ ู„ูุญููˆู’ู…ูŒ
Lidah
ู„ูุณูŽุงู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุฉูŒ
Pencuri
ู„ูุตู‘ูŒ ุฌู€ ู„ูุตููˆู’ุตูŒ
Permainan
ู„ูŽุนูุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽู„ู’ุนูŽุงุจูŒ
Bahasa
ู„ูุบูŽุฉูŒ ุฌู€ ู„ูุบูŽุงุชูŒ
Gelar/Julukan
ู„ูŽู‚ูŽุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽู„ู’ู‚ูŽุงุจูŒ
Bendera/Panji
ู„ููˆูŽุงุกูŒ ุฌู€ ุฃูŽู„ู’ูˆููŠูŽุฉูŒ
Malam
ู„ูŽูŠู’ู„ูŒ ุฌู€ ู„ูŽูŠูŽุงู„ู

 

Miim ( ู… )
Indonesia. Arab

Meter
ู…ูุชู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽู…ู’ุชูŽุงุฑูŒ
Contoh/Model
ู…ูุซูŽุงู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽู…ู’ุซูู„ูŽุฉูŒ
Cobaan/Bencana
ู…ูุญู’ู†ูŽุฉูŒ ุฌู€ ู…ูุญูŽู†ูŒ
Otak
ู…ูุฎู‘ูŒ ุฌู€ ู…ูุฎูŽุงุฎูŒ
Garam
ู…ูู„ู’ุญูŒ ุฌู€ ู…ูู„ูŽุงุญูŒ
Anugerah/Pemberian
ู…ูู†ู‘ูŽุฉูŒ ุฌู€ ู…ูู†ูŽู†ูŒ
Pekerjaan
ู…ูู‡ู’ู†ูŽุฉูŒ ุฌู€ ู…ูู‡ูŽู†ูŒ
Harta Benda
ู…ูŽุงู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŒ
Air
ู…ูŽุงุกูŒ ุฌู€ ู…ููŠูŽุงู‡ูŒ
Pelabuhan
ู…ููŠู’ู†ูŽุงุกูŒ ุฌู€ ู…ูŽูˆูุงูู†ุฆู

 

Nuun ( ู† )
Indonesia. Arab

Kabar/Berita
ู†ูŽุจูŽุฃูŒ ุฌู€ ุฃูŽู†ู’ุจูŽุงุกูŒ
Nasab
ู†ูŽุณูŽุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽู†ู’ุณูŽุงุจูŒ
Setengah
ู†ูุตู’ููŒ ุฌู€ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงููŒ
Sendal
ู†ูŽุนู’ู„ูŒ ุฌู€ ู†ูุนูŽุงู„ูŒ
Jiwa/Ruh
ู†ูŽูู’ุณูŒ ุฌู€ ุฃูŽู†ู’ููุณูŒ
Kain Cadar
ู†ูู‚ูŽุงุจูŒ ุฌู€ ู†ูู‚ูุจูŒ
Sungai
ู†ูŽู‡ู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽู†ู’ู‡ูŽุงุฑูŒ
Musibah/Bencana
ู†ูŽุงุฆูุจูŽุฉูŒ ุฌู€ ู†ูŽูˆูŽุงุฆูุจู
Jenis/Macam
ู†ูŽูˆู’ุนูŒ ุฌู€ ุฃูŽู†ู’ูˆูŽุงุนูŒ
Taring
ู†ูŽุงุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽู†ู’ูŠูŽุงุจูŒ

 

Haa ( ู‡ู€ )
Indonesia. Arab

Debu
ู‡ูŽุจูŽุงุกูŒ ุฌู€ ุฃูŽู‡ู’ุจูŽุงุกูŒ
Telephone
ู‡ูŽุงุชูููŒ ุฌู€ ู‡ูŽูˆูŽุงุชููู
Waktu Tengah Hari
ู‡ูŽุงุฌูุฑูŽุฉูŒ ุฌู€ ู‡ูŽูˆูŽุงุฌูุฑู
Bulu Mata
ู‡ูุฏู’ุจูŒ ุฌู€ ุฃูŽู‡ู’ุฏูŽุงุจูŒ
Sekedup
ู‡ูŽูˆู’ุฏูŽุฌูŒ ุฌู€ ู‡ูŽูˆูŽุงุฏูุฌู
Kucing
ู‡ูุฑู‘ูŒ ุฌู€ ู‡ูุฑูŽุงุฑูŽุฉูŒ
Dataran Tinggi
ูŒู‡ูŽุถู’ุจูŽุฉูŒ ุฌู€ ู‡ูุถูŽุงุจ
Bulan Sabit
ู‡ูู„ูŽุงู„ูŒ ุฌู€ ุฃูŽู‡ูู„ู‘ูŽุฉูŒ
Kecemasan
ู‡ูŽู…ู‘ูŒ ุฌู€ ู‡ูู…ููˆู’ู…ูŒ
Hawa/Udara/Angin
ู‡ูŽูˆูŽุงุกูŒ ุฌู€ ุฃูŽู‡ู’ูˆููŠูŽุฉูŒ

 

Waw ( ูˆ )
Indonesia. Arab

Wabah
ูŒูˆูŽุจูŽุฃูŒ ุฌู€ ุฃูŽูˆู’ุจูŽุงุก
Ganjil/Gasal
ูˆูุชู’ุฑูŒ ุฌู€ ุฃูŽูˆู’ุชูŽุงุฑูŒ
Berhala
ูˆูŽุซูŽู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽูˆู’ุซูŽุงู†ูŒ
Sakit
ูˆูŽุฌูŽุนูŒ ุฌู€ ุฃูŽูˆู’ุฌูŽุงุนูŒ
Binatang Liar
ูˆูŽุญู’ุดูŒ ุฌู€ ูˆูุญููˆู’ุดูŒ
Titipan
ูˆูŽุฏููŠู’ุนูŽุฉูŒ ุฌู€ ูˆูŽุฏูŽุงุฆูุนู
Menteri
ูˆูŽุฒููŠู’ุฑูŒ ุฌู€ ูˆูุฒูŽุฑูŽุงุกู
Medali
ูˆูุณูŽุงู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽูˆู’ุณูู…ูŽุฉูŒ
Wasiat
ูˆูŽุตููŠู‘ูŽุฉูŒ ุฌู€ ูˆูŽุตูŽุงูŠูŽุง
Tanah Air
ูˆูŽุทูŽู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽูˆู’ุทูŽุงู†ูŒ

 

Yaa ( ูŠ )
Indonesia. Arab

Keputus-asaan
ูŠูŽุฃู’ุณูŒ
Anak Yatim
ูŠูŽุชููŠู’ู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽูŠู’ุชูŽุงู…ูŒ
Tangan
ูŠูŽุฏูŒ ุฌู€ ุฃูŽูŠู’ุฏู
Kemudahan
ูŠูุณู’ุฑูŒ
Kiri/Sebelah kiri
ูŠูŽุณูŽุงุฑูŒ
Jenis batu mulia
ูŠูŽุงู‚ููˆู’ุชูŒ
Keyakinan
ูŠูŽู‚ููŠู’ู†ูŒ
Laut
ูŠูŽู…ู‘ูŒ ุฌู€ ูŠูู…ููˆู’ู…ูŒ
Sumpah
ูŠูŽู…ููŠู’ู†ูŒ ุฌู€ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŒ
Hari
ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุฌู€ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ูŒ

Ditulis oleh : Ustadzah Ummu Abdurrohman Nabila

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Hukum-Hukum yang Berkaitan dengan Hewan Kurban

HUKUM-HUKUM YANGย BERKAITAN DENGAN HEWAN KURBAN

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al Atsari

Ada beberapa hukum yang berkaitan dengan hewan kurban. Sepantasnyalah bagi seorang muslim untuk mengetahuinya agar ia berada di atas ilmu dalam melakukan ibadahnya, dan di atas keterangan yang nyata dari urusannya. Berikut ini aku sebutkan hukum-hukum tersebut secara ringkas.

1. Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor domba jantan [1] yang disembelihnya setelah shalat Ied. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengabarkan.

ูŽู…ูŽู†ู’ ุฐูŽุจูŽุญูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุตูŽู„ุงูŽุฉูŽ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณููƒู ูููŠ ุดูŽูŠุกูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ู„ูŽุญู’ู…ูŒ ู‚ูŽุฏู’ ู…ูŽู‡ู ู„ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู

โ€œArtinya : Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka tidaklah termasuk kurban sedikitpun, akan tetapi hanyalah daging sembelihan biasa yang diberikan untuk keluarganyaโ€ [2]

2. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memerintahkan kepada para sahabatnya agar mereka menyembelih jadzaโ€™ dari domba, dan tsaniyya dari yang selain domba [3]

Mujasyi bin Masโ€™ud Radhiyallahu โ€˜anhu mengabarkan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda.

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุฏูŽุนูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุฃู†ู ูŠููˆู’ูููŠ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠููˆู’ูููŠ ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ุซูŽู†ููŠู‘ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฒู

โ€œArtinya : Sesungguhnya jadzaโ€™ dari domba memenuhi apa yang memenuhi tsaniyya dari kambingโ€ [4]

3. Boleh mengakhirkan penyembelihan pada hari kedua dan ketiga setelah Idul Adha, karena hadits yang telah tsabit dari Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam : (bahwa) beliau bersabda :

ูƒูู„ู‘ู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ุชู‘ูŽุดู’ุฑููŠู’ู‚ู ุฐูŽุจูŽุญูŒ

โ€œArtinya : Setiap hari Tasyriq ada sembelihanโ€ [5]

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah :
โ€œIni adalah madzhabnya Ahmad, Malik dan Abu Hanifah semoga Allah merahmati mereka semua. Berkata Ahmad : Ini merupakan pendapatnya lebih dari satu sahabat Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Al-Atsram menyebutkannya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhumโ€[6]

4. Termasuk petunjuk Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bagi orang yang ingin menyembelih kurban agar tidak mengambil rambut dan kulitnya walau sedikit, bila telah masuk hari pertama dari sepuluh hari yang awal bulan Dzulhijjah. Telah pasti larangan yang demikian itu.[7]

Berkata An-Nawawi dalam โ€œSyarhu Muslimโ€ (13/138-39) :
โ€œYang dimaksud dengan larangan mengambil kuku dan rambut adalah larangan menghilangkan kuku dengan gunting kuku, atau memecahkannya, atau yang selainnya. Dan larangan menghilangkan rambut dengan mencukur, memotong, mencabut, membakar atau menghilangkannya dengan obat tertentu[8] atau selainnya. Sama saja apakah itu rmabut ketiak, kumis, rambut kemaluan, rambut kepala dan selainnya dari rambut-rambut yang berada di tubuhnyaโ€.

Berkata Ibnu Qudamah dalam โ€œAl-Mughniโ€ (11/96) :
โ€œKalau ia terlanjur mengerjakannya maka hendaklah mohon ampunan pada Allah Taโ€™ala dan tidak ada tebusan karenanya berdasarkan ijma, sama saja apakah ia melakukannya secara sengaja atau karena lupaโ€.

Aku katakan :
Penuturan dari beliau rahimahullah mengisyaratkan haramnya perbuatan itu dan sama sekali dilarang (sekali kali tidak boleh melakukannya -ed) dan ini yang tampak jelas pada asal larangan nabi.

5. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memilih hewan kurban yang sehat, tidak cacat. Beliau melarang untuk berkurban dengan hewan yang terpotong telinganya atau patah tanduknya[9]. Beliau memerintahkan untuk memperhatikan kesehatan dan keutuhan (tidak cacat) hewan kurban, dan tidak boleh berkurban dengan hewan yang cacat matanya, tidak pula dengan muqabalah, atau mudabarah, dan tidak pula dengan syarqaโ€™ ataupun kharqaโ€™ semua itu telah pasti larangannya. [10]

Boleh berkurban dengan domba jantan yang dikebiri karena ada riwayat dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang dibawakan Abu Yaโ€™la (1792) dan Al-Baihaqi (9/268) dengan sanad yang dihasankan oleh Al-Haitsami dalam โ€ Majmaโ€™uz Zawaidโ€ (4/22).

6. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyembelih kurban di tanah lapang tempat dilaksanakannya shalat. [11]

7. Termasuk petunjuk Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bahwa satu kambing mencukupi sebagai kurban dari seorang pria dan seluruh keluarganya walaupun jumlah mereka banyak. Sebagaimana yang dikatakan oleh Athaโ€™ bin Yasar [12] : Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari : โ€œBagaimana hewan-hewan kurban pada masa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ?โ€ Ia menjawab : โ€œJika seorang pria berkurban dengan satu kambing darinya dan dari keluarganya, maka hendaklah mereka memakannya dan memberi makan yang lainโ€ [13]

8. Disunnahkan bertakbir dan mengucapkan basmalah ketika menyembelih kurban, karena ada riwayat dari Anas bahwa ia berkata :

ุถูŽุญู‘ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุจููƒูŽุจู’ุดูŠู’ู†ู ุฃูŽู…ู„ูŽุญูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽู‚ู’ุฑู†ูŽูŠู’ู†ูุŒ ุฐูŽุจู’ุญูŽู‡ูู…ูŽุง ุจููŠูŽุฏูู‡ูุŒ ูˆูŽุณูŽู…ู‘ูŽู‰ ูˆูŽูƒูŽุจู‘ูŽุฑูŽุŒ ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนูŽ ุฑูุฌู’ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูููŽุง ุญูู‡ูู…ูŽุง

โ€œArtinya : Nabi berkurban dengan dua domba jantan yang berwarna putih campur hitam dan bertanduk. beliau menyembelihnya dengan tangannya, dengan mengucap basmalah dan bertakbir, dan beliau meletakkan satu kaki beliau di sisi-sisi kedua domba tersebutโ€ [14]

9. Hewan kurban yang afdhal (lebih utama) berupa domba jantan (gemuk) bertanduk yang berwarna putih bercampur hitam di sekitar kedua matanya dan di kaki-kakinya, karena demikian sifat hewan kurban yang disukai Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. [15]

10, Disunnahkan seorang muslim untuk bersentuhan langsung dengan hewan kurbannya (menyembelihnya sendiri) dan dibolehkan serta tidak ada dosa baginya untuk mewakilkan pada orang lain dalam menyembelih hewan kurbannya. [16]

11. Disunnahkan bagi keluarga yang menyembelih kurban untuk ikut makan dari hewan kurban tersebut dan menghadiahkannya serta bersedekah dengannya. Boleh bagi mereka untuk menyimpan daging kurban tersebut, berdasarkan sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

ูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุฏู‘ูŽุฎุฑููˆู’ุง ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ููˆู’ุง

โ€œArtinya : Makanlah kalian, simpanlah dan bersedekahlahโ€ [17]

12. Badanah (unta yang gemuk) dan sapi betina mencukupi sebagai kurban dari tujuh orang. Imam Muslim telah meriwayatkan dalam โ€œShahihnyaโ€ (350) dari Jabir radhiyallahu โ€˜anhu ia berkata.

ู†ูŽุญูŽุฑู’ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูุฏูŽุจููŠู‘ูŽุฉู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ุจูŽุฐูŽู†ูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉู

โ€œArtinya : Di Hudaibiyah kami menyembelih bersama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam satu unta untuk tujuh orang dan satu sapi betina untuk tujuh orangโ€.

13. Upah bagi tukang sembelih kurban atas pekerjaannya tidak diberikan dari hewan kurban tersebut, karena ada riwayat dari Ali radhiyallahu ia berkata.

ูŽู…ูŽุฑูŽ ู†ููŠู‘ู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ููˆู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูุฏู’ู†ูู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ุจูู„ูุญููˆู’ ู…ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌูู„ููˆู’ ุฏูู‡ูŽุง ูˆูŽุญูŽู„ุงูŽ ู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฃูŽุนุทูŽู‰ ุงู„ุฌูŽุฒูุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆูŽู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูุนุทููŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏู ู†ูŽุง

โ€œArtinya : Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memerintahkan aku untuk mengurus kurban-kurbannya, dan agar aku bersedekah dengan dagingnya, kulit dan apa yang dikenakannya[18] dan aku tidak boleh memberi tukang sembelih sedikitpun dari hewan kurban itu. Beliau bersabda : Kami akan memberikannya dari sisi kamiโ€ [19]

14. Siapa di antara kaum muslimin yang tidak mampu untuk menyembelih kurban, ia akan mendapat pahala orang-orang yang menyembelih dari umat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam karena Nabi berkata ketika menyembelih salah satu domba.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽู†ู‘ูู‰ุŒ ูˆูŽุนูŽู…ู‘ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุถูŽุญู‘ู ู…ูู†ู’ ุงูู…ู‘ูŽุชููŠู’

โ€œArtinya : Ya Allah ini dariku dan ini dari orang yang tidak menyembelih dari kalangan umatkuโ€ [20]

15. Berkata Ibnu Qudamah dalam โ€œAl-Mughniโ€ (11/95) : โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan Al-Khulafaur rasyidun sesudah beliau menyembelih kurban. Seandainya mereka tahu sedekah itu lebih utama niscaya mereka menuju padanyaโ€ฆ. Dan karena mementingkan/mendahulukan sedekah atas kurban mengantarkan kepada ditinggalkannya sunnah yang ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

[Disalin dari kitab Ahkaamu Al-โ€˜iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthatharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah oleh Syaikh Ali Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari, terbitan Putsaka Al-Haura, hal. 47-53, penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]
_______
Footnote.
[1]. Akan datang dalilnya pada point ke delapan
[2]. Riwayat Bukhari (5560) dan Muslim (1961) dan Al-Baraโ€™ bin azib.
[3]. Berkata Al-Hafidzh dalam โ€œFathul Bariโ€ (10/5) : Jadzaโ€™ adalah gambaran untuk usia tertentu dari hewan ternak, kalau dari domba adalah yang sempurna berusia setahun, ini adalah ucapan jumhur. Adapula yang mengatakan : di bawah satu tahun, kemudian diperselisihkan perkiraannya, maka ada yang mengatakan 8 dan ada yang mengatakan 10 Tsaniyya dari unta adalah yang telah sempurna berusia 5 tahun, sedang dari sapi dan kambing adalah yang telah sempurna berusia 2 athun. Lihat โ€œZadul Maโ€™adโ€ (2/317).
[4]. โ€˜Shahihul Jami’โ€ (1592), lihat โ€ Silsilah Al-Ahadits Adl-Dlaifahโ€ (1/87-95).
[5]. Dikeluarkan oleh Ahmad (4/8), Al-Baihaqi (5/295), Ibnu Hibban (3854) dan Ibnu Adi dalam โ€œAl-Kamilโ€ (3/1118) dan pada sanadnya ada yang terputus. Diriwayatkan pula oleh Ath-Thabari dalam โ€˜Muโ€™jamnyaโ€ dengan sanad yang padanya ada kelemahan (layyin). Hadits ini memiliki pendukung yang diriwayatkan Ibnu Adi dalam โ€œAl-Kamilโ€ dari Abi Said Al-Khudri dengan sanad yang padanya ada kelemahan. Hadits ini hasan Insya Allah, lihat โ€˜Nishur Rayahโ€ (3/61).
[6]. Zadul Maโ€™ad (2/319)
[7]. Telah lewat takhrijnya pada halaman 66, lihat โ€˜Nailul Autharโ€ (5/200-203).
[8]. Campuran tertentu yang digunakan untuk menghilangkan rambut.
[9]. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad (1/83, 127,129 dan 150), Abu Daud (2805), At-Tirmidzi (1504), An-Nasaโ€™i (7/217) Ibnu Majah (3145) dan Al-Hakim (4/224) dari Ali radhiyallahu โ€˜anhu dengan isnad yang hasan.
[10]. Muqabalah adalah hewan yang dipotong bagian depan telinganya. Mudabarah : hewan yang dipotong bagian belakang telinganya. Syarqa : hewan yang terbelah telinganya dan Kharqa : hewan yang sobek telinganya. Hadits tentang hal ini isnadnya hasan diriwayatkan Ahmad (1/80 dan 108) Abu Daud (2804), At-Tirmidzi (4198) An-Nasaโ€™i (7/216) Ibnu Majah (3143) Ad-Darimi (2/77) dan Al-Hakim (4/222) dari hadits Ali radhiyallahu โ€˜anhu.
[11]. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5552) An-Nasai 97/213) dan Ibnu Majah (3161) dari Ibnu Umar.
[12]. Wafat tahun (103H) biografisnya bisa dibaca dalam โ€œTahdzibut Tahdzibโ€ (7/217).
[13]. Diriwayatkan At-Tirmidzi (1505) Malik (2/37) Ibnu Majah (3147) dan Al-Baihaqi (9/268) dan isnadnya hasan.
[14]. Diriwayatkan oleh Bukhari (5558), (5564), (5565), Muslim (1966) dan Abu Daud (2794).
[15]. Sebagaimana dalam hadits Aisyah yang diriwayatkan Muslim (1967) dan Abu Daud (2792).
[16]. Aku tidak mengetahui adanya perselisihan dalam permasalahan ini di antara ulama, lihat point ke 13.
[17]. Diriwayatkan oleh Bukhari (5569), Muslim (1971) Abu Daud (2812) dan selain mereka dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha. Adapun riwayat larangan untuk menyimpan daging kurban masukh (dihapus), lihat โ€˜Fathul Bariโ€™ (10/25-26) dan โ€œAllโ€™tibarโ€ (120-122). Lihat Al-Mughni (11/108) oleh Ibnu Qudamah.
[18]. Dalam Al-Qamus yang dimaksud adalah apa yang dikenakan hewan tunggangan untuk berlindung dengannya.
[19]. Diriwayatkan dengan lafadh ini oleh Muslim (317), Abu Daud (1769) Ad-Darimi (2/73) Ibnu Majah (3099) Al-baihaqi (9/294) dan Ahmad (1/79,123,132 dan 153) Bukhari meriwayatkannya (1716) tanpa lafadh : โ€œKami akan memberinya dari sisi kamiโ€.
[20]. Telah lewat takhrijnya pada halaman 70

Sumber : Almanhaj.Or.id

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Hukum Berhutang untuk Berqurban

Hukum Utang untuk Qurban

Pertanyaan
Ada orang yg ingin berqurban tahun ini, tp dia tdk punya dana yg cukup. Urunan sapi, minimal 2,5 jt. Kambing bisa di atas itu. Bolehkah dia utang utk bs ikut qurban?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du,

Sasaran perintah berqurban adalah orang yang mampu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุณูŽุนูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุถูŽุญูู‘, ููŽู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุจูŽู†ูŽู‘ ู…ูุตูŽู„ูŽู‘ุงู†ูŽุง

โ€œBarangsiapa yang memiliki kelapangan rezeki, namun tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.โ€ (HR. Ahmad 8273, Ibnu Majah 3123, dan sanad hadits dihasankan al-Hafizh Abu Thohir).

Bagaimana jika berutang karena tidak mampu?

Sebagian ulama secara tegas menganjurkan untuk berqurban meskipun harus hutang.

Imam Sufyan ats-Tsauri menceritakan, bahwa Abu Hatim berutang untuk membeli seekor onta. Ketika ditanya, mengapa sampai utang? Jawab beliau, โ€Saya mendengar firman Allah,

ู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ

โ€Kalian akan mendapatkan kebaikan dari sembelihanmu itu.โ€ (Tafsir Ibn Katsir, 5/426).

Artinya, beliau meyakini, Allah akan memberi ganti dari upaya beliau dengan berutang untuk qurban.

Saran ini berlaku jika dia memiliki penghasilan dan memungkinkan untuk melunasi utangnya. Tapi jika dia tidak berpenghasilan, atau sudah punya banyak utang, sebaiknya menambah beban utangnya. Meskipun untuk ibadah.

Ibn Utsaimin mengatakan: โ€œJika orang punya hutang maka selayaknya mendahulukan pelunasan hutang dari pada berqurban.โ€ (Syarhul Mumtiโ€™ 7/455).

Dalam Majmuโ€™ Fatawa, beliau juga ditanya tentang hukum utang untuk qurban. Beliau mengatakan,

ุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุฑุฌู„ ู„ูŠุณ ุนู†ุฏู‡ ู‚ูŠู…ุฉ ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ููŠ ูˆู‚ุช ุงู„ุนูŠุฏ ู„ูƒู†ู‡ ูŠุฃู…ู„ ุฃู† ุณูŠุญุตู„ ุนู„ู‰ ู‚ูŠู…ุชู‡ุง ุนู† ู‚ูุฑุจุŒ ูƒุฑุฌู„ ู…ูˆุธู ู„ูŠุณ ุจูŠุฏู‡ ุดูŠุก ููŠ ูˆู‚ุช ุงู„ุนูŠุฏุŒ ู„ูƒู† ูŠุนู„ู… ุฅุฐุง ุชุณูŽู„ู‘ูŽู… ุฑุงุชุจู‡ ุณู‡ู„ ุนู„ูŠู‡ ุชุณู„ูŠู… ุงู„ู‚ูŠู…ุฉ ูุฅู†ู‡ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุญุงู„ ู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ ุฃู† ูŠุณุชุฏูŠู†ุŒ ูˆุฃู…ุง ู…ู† ู„ุง ูŠุฃู…ู„ ุงู„ุญุตูˆู„ ุนู„ู‰ ู‚ูŠู…ุชู‡ุง ู…ู† ู‚ุฑุจ ูู„ุง ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠุณุชุฏูŠู† ู„ู„ุฃุถุญูŠุฉ

Ketika seseorang tidak memiliki dana untuk qurban di hari โ€˜id, namun dia berharap akan mendapatkan uang dalam waktu dekat, seperti pegawai, ketika di hari โ€˜id dia tidak memiliki apapun. Namun dia yakin, setelah terima gaji, dia bisa segera serahkan uang qurban, maka dalam kondisi ini, dia boleh berutang. Sementara orang yang tidak memiliki harapan untuk bisa mendapat uang pelunasan qurban dalam waktu dekat, tidak selayaknnya dia berutang.

Beliau menyebutkan alasannya,

ุฃู…ุง ุฅุฐุง ูƒุงู† ู„ุง ูŠุฃู…ู„ ุงู„ูˆูุงุก ุนู† ู‚ุฑูŠุจ ูุฅู†ู†ุง ู„ุง ู†ุณุชุญุจ ู„ู‡ ุฃู† ูŠุณุชู‚ุฑุถ ู„ูŠุถุญูŠุ› ู„ุฃู† ู‡ุฐุง ูŠุณุชู„ุฒู… ุฅุดุบุงู„ ุฐู…ุชู‡ ุจุงู„ุฏูŠู† ูˆู…ู†ู‘ ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠุฏุฑูŠ ู‡ู„ ูŠุณุชุทูŠุน ุงู„ูˆูุงุก ุฃูˆ ู„ุง ูŠุณุชุทูŠุน

Jika tidak ada harapan untuk melunasinya dalam waktu dekat, kami tidak menganjurkannya untuk berutang agar bisa berqurban. Karena semacam ini berarti dia membebani dirinya dengan utang, untuk diberikan kepada orang lain. Sementara dia tidak tahu, apakah dia mampu melunasinya ataukah tidak. (Majmuโ€™ Fatawa Ibnu Utsaimin, 25/110)

Kecuali jika di suatu masyarakat, kegiatan qurban ini tidak digalakkan. Karena mungkin rata-rata mereka tidak mampu, atau mereka terlalu pelit sehingga keberatan untuk berqurban, maka dia dianjurkan untuk utang, apapun keadaannya, dalam rangka menghidupkan sunah (ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam) untuk berqurban.

Ini sebagaimana yang disarankan Imam Ahmad, bagi orang yang tidak memiliki biaya aqiqah, agar berhutang dalam rangka menghidupkan sunnah aqiqah di hari ketujuh setelah kelahiran. Imam Ahmad mengatakan,

ุฅุฐุง ู„ู… ูŠูƒู† ุนู†ุฏู‡ ู…ุง ูŠุนู‚ ูุงุณุชู‚ุฑุถ ุฑุฌูˆุช ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠุฎู„ู ุนู„ูŠู‡ ุฅุญูŠุงุก ู„ู„ุณู†ุฉ

โ€Jika dia tidak memiliki biaya untuk aqiqah, hendaknya dia berutang. Saya berharap agar Allah menggantinya karena telah menghidupkan sunah.โ€ (al-Mughni, 11/120).

Allahu aโ€™lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui

https://konsultasisyariah.com/

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

ุฑูˆู‰ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ู…ุง ู…ู† ุฃูŠุงู… ุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุตุงู„ุญ ููŠู‡ุง ุฃุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… โ€“ ูŠุนู†ูŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ โ€“ ู‚ุงู„ูˆุง : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุŸ ู‚ุงู„ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุฑุฌู„ ุฎุฑุฌ ุจู†ูุณู‡ ูˆู…ุงู„ู‡ ุซู… ู„ู… ูŠุฑุฌุน ู…ู† ุฐู„ูƒ ุจุดูŠุก

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu โ€˜Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapunโ€.

ูˆุฑูˆู‰ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ู…ุง ู…ู† ุฃูŠุงู… ุฃุนุธู… ูˆู„ุง ุงุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนู…ู„ ููŠู‡ู† ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ ูุฃูƒุซุฑูˆุง ููŠู‡ู† ู…ู† ุงู„ุชู‡ู„ูŠู„ ูˆุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ูˆุงู„ุชุญู…ูŠุฏ

ูˆุฑูˆู‰ ุงุจู† ุญุจุงู† ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุตุญูŠุญู‡ ุนู† ุฌุงุจุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„: ุฃูุถู„ ุงู„ุฃูŠุงู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ.

โ€œImam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu โ€˜anhuma, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmidโ€.

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:

ุงู„ุนู…ุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุนู…ุฑุฉ ูƒูุงุฑุฉ ู„ู…ุง ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูˆุงู„ุญุฌ ุงู„ู…ุจุฑูˆุฑ ู„ูŠุณ ู„ู‡ ุฌุฒุงุก ุฅู„ุง ุงู„ุฌู†ุฉ

โ€œDari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surgaโ€.

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :

ุงู„ุตูˆู… ู„ูŠ ูˆุฃู†ุง ุฃุฌุฒูŠ ุจู‡ ุŒ ุงู†ู‡ ุชุฑูƒ ุดู‡ูˆุชู‡ ูˆุทุนุงู…ู‡ ูˆุดุฑุงุจู‡ ู…ู† ุฃุฌู„ูŠ

โ€œPuasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Akuโ€.

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ู…ุง ู…ู† ุนุจุฏ ูŠุตูˆู… ูŠูˆู…ุงู‹ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุŒ ุฅู„ุง ุจุงุนุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจุฐู„ูƒ ุงู„ูŠูˆู… ูˆุฌู‡ู‡ ุนู† ุงู„ู†ุงุฑ ุณุจุนูŠู† ุฎุฑูŠู

โ€œTidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahunโ€. [Hadits Muttafaqun โ€˜Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ุตูŠุงู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ุฃุญุชุณุจ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠูƒูุฑ ุงู„ุณู†ุฉ ุงู„ุชูŠ ู‚ุจู„ู‡ ูˆุงู„ุชูŠ ุจุนุฏู‡ .

โ€œBerpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnyaโ€.

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Taโ€™ala.

ูˆูŽูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ูŽุงุชู

โ€œโ€ฆ. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan โ€ฆโ€. [al-Hajj/22 : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu โ€˜anhuma.

ูุฃูƒุซุฑูˆุง ููŠู‡ู† ู…ู† ุงู„ุชู‡ู„ูŠู„ ูˆุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ูˆุงู„ุชุญู…ูŠุฏ

โ€œMaka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmidโ€. [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqahaโ€™, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

โ€œAllah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allahโ€.

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

ูˆูŽู„ูุชููƒูŽุจู‘ูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฏูŽุงูƒูู…ู’

โ€œDan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu โ€ฆโ€. [al-Baqarah/2 : 185].

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan doโ€™a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan doโ€™a-doโ€™a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan ketaโ€™atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda.

ุงู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุบุงุฑ ูˆุบูŠุฑุฉ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠุฃุชูŠ ุงู„ู…ุฑุก ู…ุง ุญุฑู… ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠ

โ€œSesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnyaโ€ [Hadits Muttafaqun โ€˜Alaihi].

5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qurโ€™an, amar maโ€™ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjamaโ€™ah ; bagi selain jamaโ€™ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jamaโ€™ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim โ€˜Alaihissalam, yakni ketika Allah Taโ€™ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

ูˆู‚ุฏ ุซุจุช ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุถุญู‰ ุจูƒุจุดูŠู† ุฃู…ู„ุญูŠู† ุฃู‚ุฑู†ูŠู† ุฐุจุญู‡ู…ุง ุจูŠุฏู‡ ูˆุณู…ู‰ ูˆูƒุจู‘ุฑ ูˆูˆุถุน ุฑุฌู„ู‡ ุนู„ู‰ ุตูุงุญู‡ู…ุง

โ€œBerkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba ituโ€. [Muttafaqun โ€˜Alaihi].

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu โ€˜anha bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda.

ุฅุฐุง ุฑุฃูŠุชู… ู‡ู„ุงู„ ุฐูŠ ุงู„ุญุฌุฉ ูˆุฃุฑุงุฏ ุฃุญุฏูƒู… ุฃู† ูŠุถู‘ุญูŠ ูู„ูŠู…ุณูƒ ุนู† ุดุนุฑู‡ ูˆุฃุธูุงุฑู‡

โ€œJika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunyaโ€.

Dalam riwayat lain :

ูู„ุง ูŠุฃุฎุฐ ู…ู† ุดุนุฑู‡ ูˆู„ุง ู…ู† ุฃุธูุงุฑู‡ ุญุชู‰ ูŠุถุญูŠ

โ€œMaka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurbanโ€.

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

ูˆูŽู„ุง ุชูŽุญู’ู„ูู‚ููˆุง ุฑูุกููˆุณูŽูƒูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุจู’ู„ูุบูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ูŠู ู…ูŽุญูู„ู‘ูŽู‡

โ€œโ€ฆ.. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihanโ€ฆโ€. [al-Baqarah/2 : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ูˆูู‚ ูˆุงู„ู‡ุงุฏูŠ ุฅู„ู‰ ุณูˆุงุก ุงู„ุณุจูŠู„ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู… .

ุตุฏุฑุช ุจุฃุฐู† ุทุจุน ุฑู‚ู… 1218/ 5 ูˆุชุงุฑูŠุฎ 1/ 11/ 1409 ู‡ู€
ุตุงุฏุฑ ุนู† ุฅุฏุงุฑุฉ ุงู„ู…ุทุจูˆุนุงุช ุจุงู„ุฑุฆุงุณุฉ ุงู„ุนุงู…ุฉ ู„ุฅุฏุงุฑุงุช ุงู„ุจุญูˆุซ ุงู„ุนู„ู…ูŠุฉ ูˆุงู„ุฅูุชุงุก ูˆุงู„ุฏุนูˆุฉ ูˆุงู„ุฅุฑุดุงุฏ
ูƒุชุจู‡ุง : ุงู„ูู‚ูŠุฑ ุฅู„ู‰ ุนููˆ ุฑุจู‡
ุนุจุฏุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนุจุฏุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฌุจุฑูŠู†
ุนุถูˆ ุง

[Disalin dari brosur yang dibagikan secara cuma-cuma, tanpa no, bulan, tahun dan penerbit. Artikel dalam bahasa Arab dapat dilihat di http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm]

Sumber: almanhaj.or.id

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah