20 Kiat Menjadikan Anak Shalih

20 KIAT MENJADIKAN ANAK SHALIH

Orangtua tentunya menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang shalih dan shalehah.

Cobalah kiat-kiat berikut ini, niscaya dengan izin ALLAH تبارك و تعالى putra putri Anda akan menjadi seorang anak yang shalih dan shalihah.

– Ajarkan al-Quran dan sunnah Nabi-Nya

– Tumbuhkan kecintaaan kepada ALLAH تبارك و تعالى dan RasulNya.

– Perintahkan mereka shalat di awal waktu.

– Ajak mereka (anak laki-laki) untuk shalat berjama’ah di masjid.

– Ajarkan kepada mereka tata cara ibadah yang benar.

– Didik, latih, dan arahkan serta biasakan mereka untuk senantiasa berdzikir, selalu merasa diawasi oleh ALLAH تبارك و تعالى dan selalu tumbuh rasa takut kepadaNya

– Biasakan mereka membaca doa sehari-hari.

– Biasakan mereka untuk melakukan adab-adab yang baik.

– Biasakan mereka untuk mengucapkan salam ketika masuk rumah.

– Pilihlah sekolah atau lembaga pendidikan yang baik untuk mereka.

– Bila mereka salah nasehatilah dengan penuh kelembutan dan sekali-kali dengan ketegasan dalam rangka mendidik, dan usahakan dengan rahasia (berdua), tidak di depan orang lain serta pilihlah waktu yang tepat.

Janganlah segera memberi hukuman, tanyalah dulu sebab dan berilah solusi terbaik. Jika terpaksa memberikan hukuman pilihlah hukuman yang mendidik. Ajarkan agar ia meminta maaf, dan berilah kesempatan untuk memperbaiki diri.

– Latihlah mereka untuk bisa mandiri dan bertanggung jawab dengan cara memberi tugas yang mungkin bisa dilakukannya.

– Hindarkan mereka dari teman yang buruk dan sarana-sarana yang dapat mengantarkan mereka terjerembab ke dalam keburukan.

– Biasakan mengajak mereka untuk bersilaturrahim

– Ajarkan mereka untuk saling tolong menolong sesamanya dalam kebaikan

– Jadilah diri anda teladan yang baik bagi mereka.

– Berilah mereka nafkah dari sumber yang Halal dan baik

– Motivasilah mereka dengan pahala di sisi ALLAH تبارك و تعالى bila mana melakukan ketaatan dan ingatkan mereka akan dosa dan ancaman bila mana mereka melakukan pelanggaran.

– Ajarkan mereka apa saja yang bisa dilakukan untuk berbakti kepada anda orangtuanya.

– Banyak-banyaklah anda berdoa kepada ALLAH تبارك و تعالى untuk kesalehan mereka. Semisal doa,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Duhai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan : 74).

Allahumma Aamiin

Raih amal Shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

Sumber: https://t.me/MuliaDenganSunnah

Doa Memohon Anak Shaleh

DAILY DO’A

Doa Memohon Anak Shaleh – (Doa Nabi Dzakariya)

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Robbi hab lii mil-ladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii’ud-du’aa’.

Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Doa. (Ali Imran [3]: 38).

Semoga bermanfaat. Barakallah Fiikum

Sumber: HaloUstadz

Kapan Mulai Mengenalkan Ibadah kepada Anak

KAPAN MULAI MENGENALKAN IBADAH KEPADA ANAK?

Oleh: Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc

Hal ini sangat penting diketahui oleh orang tua, karena orang tua lah yang diamanahi untuk menjaga fitrah anak, jangan sampai fitrahnya berubah menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi atau Ateis karena kelalaian orang tua yang tidak mau menjaga kesucian hati buah hatinya.

Ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wata’ala menciptakan manusia agar beribadah hanya kepada-Nya, tidak menyekutukan Dia dengan siapa pun dari makhluk-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.(QS. al-Bayyinah: 5)

Apakah Ibadah Itu?
Ibadah bukan hanya shalat atau mengerjakan rukun Islam saja, tetapi makna ibadah yang luas ialah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, seperti yang dijelaskan oleh ahli tafsir semisal al-Imam Ibnu Katsir Rahimahullah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 6/108)

Dan yang lebih jelas lagi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata, bahwa ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin. (Lihat Iqtidha Sirath al-Mustaqim). Dengan demikian, ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan.

Dengan dasar makna ibadah di atas anak hendaknya dibimbing dalam ibadah semenjak dia punya perhatian atau mengerti, walaupun belum sempurna akalnya. Karena ibadah bukan hanya gerakan anggota badan, tetapi perkataan dan keyakinan dalam hati.

Diantara bentuk ibadah yang harus mulai diajarkan orangtua kepada anaknya adalah:

• Anak Dilatih Bicara Yang Baik.

• Anak Dilatih Agar Takut Kepada Allah.

• Anak Dilatih Mengenal Amalan Shalat.

• Anak Hendaknya Diajari Mengenal Allah Azza wajalla.

• Membiasakan Mengamalkan Sunnah Semampunya.

• Dilarang Banyak Gurau Dan Tertawa.

• Jangan Membebani Amal Ibadah Diluar Kemampuannya si anak.

Dan masih banyak lagi.

Semoga bermanfaat.
Sumber: maribaraja.com

Mendidik dengan Cinta, Jangan Sampai Salah Langkah

Oleh:

Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc

Allah Tabaaraka wata’ala menanamkan rasa cinta di hati manusia, tentu banyak manfaatnya jika rasa cinta ini digunakan untuk perkara yang diridhai oleh Allah. Bahkan kita wajib menanamkan rasa cinta kepada Allah melebihi kecintaan kita kepada selain-Nya. (Lihat QS. Al-Baqarah: 165)

Demikian pula orang yang beriman, tidak mungkin merasakan nikmat dan lezatnya iman melainkan jika Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada mencintai selain keduanya. (Lihat HR. Bukhari: 16)

Anak Suka Disayang

Tidak diragukan bahwa anak kecil sangat berharap kecintaan dari kedua orang tuanya. Bahkan kecintaan yang diperoleh kemungkinan besar akan menjadi sebab anak berbakti kepada kedua orang tua, mengikuti nasihatnya yang baik, berakhlak mulia; semisal mau diperintah agar beribadah kepada Allah dan perbuatan baik lainnya.

Kecintaan bisa diwujudkan dengan kata-kata, semisal panggilan sayang atau kalimat serupa yang menyejukkan hatinya. Sebagaimana tatkala Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepada sahabat Mu’adz bin Jabal Radhiallahu’anhu,

يَا مُعَاذُ وَاللهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ

“Wahai Mu’adz, demi Allah, aku mencintaimu. Demi Allah, aku sungguh mencintaimu.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani no. 1524)

Bagaimana Mendidik Anak Dengan Cinta Yang Benar?

Orang tua dan pendidik yang berhasil di antaranya karena senantiasa membuat senang anak didiknya. Namun bukan sekedar membuat senang anak, sehingga yang haram pun dilakukan, seperti mengajak anak menari, berjoget, menyanyi, atau perkara haram lainnya. Pendidik bisa membuat senang anak dengan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, di antara caranya:

▪ Memberi Kesempatan Anak Bermain

Bagaimana caranya? Dan mainan seperti apa yang dibolehkan bagi anak?

▪ Mencintai Dengan Menciumnya

Apakah sedemikian pentingnya arti sebuah ciuman bagi anak?

▪ Mencintainya Dengan Menghibur Saat Anak Bersedih

Lantas hiburan apa yang cocok bagi mereka?

▪ Memujinya Dengan Kata-kata Menarik

Kata-kata yang seperti apa?

▪ Memeluknya Jika Masih Kecil

Apakah pelukan sangat berpengaruh bagi si kecil?

▪ Bercanda Dengan Mereka

Moment seperti apa yang pas untuk bercanda? Bentuk candaan yang bagaimana?

▪ Mendoakan Kebaikan

▪ Mempermudah Urusannya

▪ Beri Pujian

Selanjutnya, Bagaimana Mencintai Anak Yang “Nakal”?

Temukan jawaban dan penjelasan secara terperinci pada artikel selengkapnya; Klik :

MENDIDIK DENGAN CINTA, JANGAN SAMPAI SALAH LANGKAH

Anak Adalah Anugrah Terindah

https://t.me/MuliaDenganSunnah

Imam Al- Baihaqi berkata :

“Anak merupakan kenikmatan dan anugerah Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

والله جعل لكم من أنفسكم أزواجا و جعل لكم من أزواجكم بنين و حفدة.

“Allah menjadikan bagi kamu, istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu.”

[QS. An- Nahl: 72]

يهب لمن يشآء إناثا و يهب لمن يشاء الذكور.

“Dia (Allah) memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki.”

[QS. Asy-syuaraa’ : 49]

Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa Dia telah memberikan nikmat kepada kita dengan mengeluarkan dari tulang rusuk kita seorang makhluk yang serupa dengan diri kita. Allah juga mengabarkan kepada kita bahwa anak perempuan merupakan anugerah dan pemberian Allah seperti anak laki-laki. Dan Dia mencela kaum yang tidak menyukai anak perempuan.

Dijelaskan dalam firman Nya:

وإذا بشر أحدهم بالأنثى ظل وجهه مسودا وهو كظيم.

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitam (merah padam)lah mukanya, dan dia (menjadi) sangat marah.”

[QS. An-Nahl: 58]

Imam Ahmad bin Hanbal, apabila lahir anak perempuan untuknya maka beliau pun berkata,

“Sungguh, kebanyakan anaknya para nabi adalah perempuan.”

Beliau juga berkata, “Telah datang beberapa hadits tentang hiburan merawat anak perempuan.

“UNTUKMU WAHAI ORANG TUA YANG BELUM DIKARUNIAI ANAK. Yakinlah bahwa semua ini merupakan takdir Allah dan berbaik sangkalah engkau kepada Nya.

Allah Ta’ala berfirman;

لله ملك السموت واﻻرض يخلق ما يشآء يهب لمن يشآء إناثاو يهب لمن يشآءالذكور (٤٩) أو يزوجهم ذكرانا وإناثا و يجعل من يشآء عقيما إنه عليم قدير (٥٠)

“Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang di kehendaki Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha kuasa.”

(QS. Asy Syura: 49-50)

Juga, lakukanlah segala usaha untuk mendapatkan anak dengan segala cara yang tidak melanggar syari’at seperti konsultasi dengan para ahli, orang berpengalaman dalam masalah ini, meminum obat-obatan dan ramuan-ramuan dan lain sebagai nya.

Semoga dengan demikian, Allah akan mewujudkan keinginan kita.

Bila segala hal telah engkau lakukan namun tetap saja gagal, maka yakinlah bahwa Allah telah memilihkan yang terbaik bagimu, bersabarlah dan serahkan semua ini hanya kepada Allah saja.

UNTUKMU WAHAI ORANG TUA YANG DI TINGGAL MATI OLEH ANAKNYA.

Kuatkanlah keimananmu dan bersabarlah menghadapi musibah ini, semoga Allah menjadikan anak-anakmu tersebut kelak menjadi manfaat bagimu di akhirat. Dan,…UNTUKMU WAHAI ORANG TUA YANG TELAH DI ANUGERAHI ANAK.

Bersyukurlah kepada Allah dan tunaikanlah amanatmu sebaik-baiknya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, semoga engkau memetik buahnya didunia dan akhirat.

Diambil dari buku “Bekal Menanti Si Buah Hati”

Karya : Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi

Ditulis ulang oleh Amahnya Ubaidah

Editor : Admin Asy-Syamil.com

Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.

Jazakumullahu khoiron.

Benarkah Surat Yusuf dan Maryam Bermanfaat Bagi Janin?

Baca Surat Yusuf dan Maryam ketika Hamil

Benarkah Surat Yusuf dan Maryam Bermanfaat Bagi Janin?

Pertanyaan:
Alhamdulillah, aku sekarang sedang mengandung. Aku memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepadaku anak yang Shalih. Aku mendengar dari orang-orang bahwasanya seorang wanita yang hamil hendaknya membaca surat Maryam setiap harinya agar proses persalinanya mudah. Dan membaca surat Yusuf setiap hari agar anak yang lahir nanti tampan. Apakah ada hadis yang Shahih yang menjelaskan permasalahan ini?

Jawaban:
Tidak ada dalam syariat yang menjelaskan bahwa seorang wanita yang hamil dianjurkan membaca surat tertentu agar janinnya jadi anak yang cerdas atau tampan. Jika ada yang berkeyakinan demikian tanpa ada dalil, maka dia telah berkata mengenai agama Allah apa yang tidak ia ketahui. Tidak diragukan lagi bahwasanya Al-qur`an secara keseluruhan baik, berkah, dan berpahala, namun bukan berarti kita bisa menyandarkan perkara kepada Al-qur`an yang dikehendaki oleh keinginan kita atau yang diinginkan oleh anak-anak kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran: 6)

Imam Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Maksudnya Allah yang menciptakan; jelek atau tampan, hitam atau putih, tinggi atau pendek, sempurna atau cacat, dan lain sebagainya.”
(Al Jami’ li Ahkamil Quran, 1:927)

Namun demikian tidak mengapa seorang wanita yang hamil menyibukkan diri dengan membaca Al-qur`an dan mendengarkannya karena ada penelitian di bidang kedokteran yang menyatakan suara-suara dari luar bisa mempengaruhi janin. Apabila suara yang didengar adalah suara orang yang membaca Al-qur|an, diharapkan keberkahan dan kebaikannya akan berpengaruh terhadap janin tersebut tanpa merinci dan membatasi jenis keberkahan dan kebaikan tersebut.

Disadur dari: islamqa.com

Diterjemahkan oleh Nurfitri Hadi (Tim Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com