Taman dari Taman-Taman Surga

Dari Abu Huroiroh bahwa Nabi ﷺ bersabda:

ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة

“Antara rumahku dan mimbarku ada taman dari taman-taman Surga.” (HR. Al-Bukhori 1196 dan Muslim 1391)

Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqolani menjelaskan maknanya :

  1. Roudhoh seperti taman Surga tempat turunnya rahmat dan memperoleh kebahagiaan jiwa sebagaimana halaqoh dzikir.
  2. Ibadah di Roudhoh akan mengantarkan pelakunya ke Surga.
  3. Area Roudhoh akan diangkat pindah ke Surga. (Fathul Bari 4/100)

Imam Muslim meriwayatkan dengan tambahan redaksi, “Dan mimbarku ini kelak akan berada diatas telagaku.”

Yazid bin Abi Ubaid berkata, “Aku datang bersama Salamah bin Al-Akwa rodhiyallahu ‘anhu lalu aku sholat di Roudhoh.

Aku bertanya, “Wahai Abu Muslim, mengapa engkau sengaja sholat di Roudhoh. Beliau menjawab, “Aku pernah melihat Nabi ﷺ bersengaja sholat di Roudhoh.” (HR. Al-Bukhori 502 dan Muslim 509)

Para Ulama menganjurkan sholat dan ibadah lainnya di Roudhoh sebagaimana hal ini difatwakan oleh Syaikh Al-‘Allamah Abdul Aziz bin Baz.

https://t.me/manhajulhaq

Kenapa Sulit Belajar Bahasa Arab?

🖋 Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary

Bahasa adalah penghubung antara dua bangsa. Dengan bahasa kita akan memahami hati dan cara pandang orang lain. Namun begitu, kadang kita kesulitan. Kesulitan itu ada yang alami, ada yang di sengaja.

Berikut alasan kita sulit belajar bahasa asing terlebih bahasa Arab :

  1. Tidak seriusnya niat kita.
  2. Kita terbiasa dengan Bahasa Latin (Romawi) sehingga kita tidak biasa dengan logat dan literatur Arab.
  3. Memahami satu Bahasa maka hal yang terkait adat, kebiasaan dan cara pandang wajib kita pelajari.
  4. Juga kebudayaan setempat.

Saya (Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud) pernah buat riset kecil.

Orang Manado, tinggal di Jawa selama setahun (±), ia sangat faham Bahasa Jawa, daripada orang Manado yang tinggal di Manado belajar Bahasa Jawa.

Kita belajar, hanya saat kursus dan di kelas.

Kenapa sulit (katanya) belajar Bahasa Arab?

Jawab: Kita membuka buku diktat hanya semingu sekali atau sebulan sekali.

Coba jujur pada diri sendiri,

terakhir dan terawal, kapan kita buka buku panduan, umpama

Durusul Lughah Arabiyah?

Saya yakin, kita baca saat pertemuan kelas, satu pekan kemarin dan itu 90% dari yang belajar.

  1. Kita tidak PD dengan Bahasa Arab.
  2. Bahasa Arab kita anggap sampingan.

Dan sampingannya itu, samping sekali. Karena merasa, toh saat Umrah, disana banyak yang sudah bisa Bahasa Indonesia.

Beda dengan belajar Tajwid dan Tahsin….

Butuh banget….

Kenapa?

Karena butuh.

untuk… (sebut alasan sendiri sendiri)

Disinilah, kesalahan ketika kita anggap ilmu ada yang butuh dan tidak terlalu butuh serta tidak butuh.

Qodarullah, ilmu Bahasa Arab kita tempatkan pada poin ketiga.

  1. Tidak ada waktu muraja’ah, karena diawal sudah kita bentuk Image bahwa sulit belajar Arab (•) bosan serta membosankan.
  2. Kita hidup di satu kondisi, dimana kita begitu manja dengan diri,
  3. dan takut resiko serta bila bisa tanpa tantangan.

Kita hanya “coba-coba”

Kapan sedikit serius, meluangkan umpama sepuluh menit per hari.

Umpama lihat di youtube, bicara depan kaca. Atau coba telepon teman dengan Bahasa Arab.

Sulit?

Atau tidak ada niat?

Atau setengah-setengah?

Wallahu ‘alam. Isi sendiri…. Mungkin pembimbing yang kurang cool… (biasa datang dari pikiran subyektif).

Oleh yang butuh dan mengharap ampunan Rabbnya.

https://linktr.ee/ukhuwahfilhijrah

√Kunjungi website kami

√Follow TG, IG, FB, FP, LINE, TWITTER : Ukhuwah fil Hijrah

Bilapun Harus Berbeda Pendapat

🤝🏻 BILA PUN HARUS BERBEDA PENDAPAT

🖋abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Setelah Allah subhanahu wa taala menjelaskan perbedaan pandangan manusia tentang sosok ashabul kahfi,

Allah memberi arahan kepada kita kaum muslimin,

فلا تمار فيهم إلا مراءً ظاهرا

سورة 18 الكهف 22.

Maka jangan lah kalian berselisih tentang masalah mereka, kecuali perselisihan lahir saja.

Sebuah perselisihan adalah hal yang niscaya pada manusia, tidak terkecuali pada kaum muslimin dan kita secara khusus.

Maka hendaknya,

Perselisihan itu bilapun harus berbeda pandangan, jangan sampai terbawa pada perselisihan batin.

Terlebih bila perselisihan biasa, atau hal hal tidak prinsip,

Karena sebagaimana di sebut di akhir ucapan syaikh Abdurrahman bin Nasir as Sady rahimahullah, tentang tafsir ayat ini,

و البحوث المتسلسلة تضييعاً للزمانو تأثراً في مودة القلوب بغير قائدة

Dan pembahasan yang tidak berkesudahan (tentang satu masalah) hanya akan menyiakan masa, dan menjadi sebab yang mengerogoti kecintaan hati (kepada saudaranya yang lain) tanpa adanya faidah.

Maka dari itu wahai saudaraku, wahai saudariku…

Tanamkanlah kecintaan pada saudaramu, dan bila pun harus berselisih * , maka hendaknya perselisihan itu di bawa kepada makna paling baik, dan tujuan paling lurus,

Karena persaudaraan dalam islam sangat tinggi nilainya.


  • ) Yakni perselisihan pada hal yang bukan termasuk ranah aqidah, penyimpangan dan juga manhaj.

Namun hanya perselisihan biasa, kesalah fahaman dan bersifat teknis manusiawi.

Semoga Allah subhanahu wa taala mengumpulkan kita di surga Nya sebagai saudara.

oleh yang butuh dan mengharap ampunan Rabbnya dan yang mencintai seluruh saudara saudarinya.


Instagram : instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

KEUTAMAAN HAJI, DAN HARAPAN UNTUK ORANG YANG BELUM MENUNAIKANNYA

🌺fawaid edisi khusus🌺

🕋  KEUTAMAAN HAJI, DAN HARAPAN UNTUK ORANG YANG BELUM MENUNAIKANNYA

(amaliah yang di harap menyamai pahala haji bagi orang yang belum menunaikan, sebuah kabar gembira)

🖋abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Imam Abu Farj Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab rahimahullah

Berkata

“… Ketika Allah taala menanamkan kerinduan dalam hati hamba hamba Nya yang beriman untuk menyaksikan Baitullah,

Dan tidak semua orang bisa menyaksikannya tiap tahun,

Maka Allah taala mewajibkan bagi yang mampu untuk berhaji satu kali seumur hidup,

Dan menjadikan sepuluh hari pertama Dzul hijjah sebagai musim bersama untuk beramal shalih antara orang orang yang berhaji dan orang orang yang tidak menunaikannya (pada tahun itu).

Barang siapa tidak mampu berhaji pada suatu tahun, ia dapat melakukan amal yang ia mampu melakukannya di rumah, yang lebih utama dari jihad, padahal jihad lebih utama dari haji*.

Jauhilah maksiat, karena ia menghalangi ampunan pada musim yang penuh dengan rahmat,

Marwazy meriwayatkan di kitab ‘wara’, dari Abdul Malik dari seorang shahabat atau tabiin **,

“Bahwa datang seorang dalam mimpinya *** di salah satu hari sepuluh hari awal dzulhijjah,

“tidak ada seorang muslim pun yang tidak di ampuni segala dosanya pada hari hari ini, setiap hari lima kali, kecuali para pemain”, mereka adalah pemain catur”.

Jika bermain catur saja menjadi penghalang ampunan, lalu bagaimana orang orang yang terus terusan dalam dosa ?,

Maksiat adalah penghalang seorang dari rahmat Allah taala, dan ketaatan adalah hal yang dapat mendekatkan kepada Allah dan rahmat Nya.

Saudara saudaraku, kalian telah berihram pada hari hari ini, dan berniat menuju ka’bah, memenuhi angkasa dengan talbiyah, takbir, tahlil, dan tahmid, mengagungkan Allah taala,

Sungguh mereka telah berangkat, sedang kita hanya bisa duduk, mereka mendekat, sedang kita menjauh,

Jika sekiranya kita memiliki sedikit bagian dari mereka, tentu kita bahagia.

Orang orang yang duduk karena udzur, di samakan dengan orang orang yang berjalan,

Boleh jadi, orang yang berjalan dengan hatinya (pahalanya) melebihi orang yang berjalan dengan raganya.

Seorang dari salaf bermimpi *** bahwa ada seorang di arafah tanggal 9 dzulhijjah, orang itu berkata padanya “apakah engkau melihat penuhnya manusia di sini ?, tidak seorang pun berhaji (mendapat pahala haji), kecuali seorang yang tidak ada di sini, karena ia berhaji dengan niatnya,  lalu ia meraih keutamaan orang orang yang berada di sini ****”.

Jangan sampai kita luput mendapat ghanimah pada hari agung ini, karena tidak ada gantinya, dan tidak bisa di hargai dengan uang,

Cekatlah dan tangkaslah dalam beramal, bersegeralah sebelum di serang ajal, sebelum menyesal orang orang yang lalai, sebelum ia meminta di kembalikan untuk beramal sedang tidak di penuhi permintaannya, sebelum di halangi orang orang yang berangan angan mewujudkan hayalan,

sebelum seorang tergadai di kubangan lubang amal yang ia persembahkan *****.

Wahai orang yang mulai nampak bibit ubannya, setelah 40 tahun,

Wahai orang yang berlalu di hadapannya tahun tahun, hingga berumur 50 tahun,

Wahai orang yang sudah di pintu kematian, saat umur 60 atau 70 tahun,

apa yang engkau tunggu setelah datang pengkabaran ?,

Apakah engkau tunggu kematian menjemputmu ?,

Wahai orang orang yang bilangan dosanya sebanyak bilangan genap dan ganjil,

Tidakklah engkau malu dengan kiraman katibin (malaikat yang mulia lagi mencatat) ?,

Atau engkau termasuk orang yang mendustakan hari berbangkit ?.

Wahai orang yang pekat gelap hatinya seperti malam bila datang,

Bukankah telah datang waktu untuk menerangi hati atau me lunak kannya ?,

Angin segar di hembuskan pada sepuluh hari ini (dzulhijjah),

Sesungguhnya Allah taala memiliki tiupan rahmat, tiada seorang mendapatkannya, kecuali ia akan berbahagia.”

📚 كتاب *لطائف المعارف* فيما لمواسم العام من الوظائف 518.

______ 🖋

Catatan:

* kami (abu abd rahman) tidak mendapati keterangan yang mengatakan jihad lebih utama dari haji.

Yang kami dapati riwayat Abdullah bin masud radiyallahu anhu,

سألت النبي صلى الله عليه وسلم   اي العمل احب إلى الله ؟

قال الصلاة على وقتها ، قال ثم أي ؟ قال بر الوالدين ، قال ثم اي ؟ قال الجهاد في سبيل الله

(hr Bukhari 527)

Aku bertanya pada nabi shalallahu alaihi wa salam, amal apa yang di cintai Allah,

Di jawab, shalat pada waktunya, lalu apa lagi, di jawab, berbuat baik dengan kedua orang tua, lalu apa lagi, di jawab, jihad di jalan Allah.

** riwayat yang terputus dan ada keraguan dari rawi. (mubham atau riwayat yg tidak di sebutkan nama dalam sanad).

*** dalam islam mimpi tidak di jadikan dasar hukum.

**** tulisan ini, wallahu a’lam, bukan bermaksud merendahkan ibadah haji, sebagaimana yang ada dalam fikiran kaum munafiq liberal.

Bahwa orang liberal berpendapat, lebih baik ibadah sosial dari ibadah haji, atau lainnya, atau ucapan mereka lebih baik hati bersih daripada beribadah tapi dengan orang lain jahat. ini satu kesalahan pemahaman.

Yang benar, sebagaimana penjelasan ibnu rajab dalam hadits niat (riwayat Umar bin Khattab radiyallahu anhu. Hadits Bukhari no 1. Muslim no 1907. Hadits ini di riwayatkan sendirian oleh yahya bin said, berlafad إنما الأعمال بالنيات) kadang amalan hati lebih baik dari amalan dzahir. Dan beliau jelaskan panjang lebar tentang amalan niat ini, (syarah hadits arbaun nawawi ‘jamiul ulumi wal hikam bab 1).

***** kami tidak tau maksud kalimat ini.

Pencari ilmu syar’i

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Wasiat di Tengah Fitnah

💦Fawaid edisi khusus 💦

🖋📜 WASIAT DI TENGAH FITNAH.

abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Hendaknya kita (saya dan anda) bertaqwa kepada Allah.

Kedua hendaknya banyak diam, melihat, dan berdzikir, berdoa mohon keteguhan di jaman fitnah.

Ketiga, *kembali kepada aqidah dan manhaj yang lurus, ikuti ulama dan ustad ustad yang kibar dan muasis dakwah salafy, baik dalam ilmu, kasih sayang nya pada umat dan umur.*

Keempat, mewaspadai sumber sumber fitnah, ikuti ajaran ajaran manhaj, sebelum tersebarnya fitnah, kembali ruju’ pada kitab kitab salaf dalam bab aqidah dan manhaj.

Kelima, tidak memenuhi seruan seruan “muhdats” yang baru, yang tidak di ajarkan atau menyelisihi manhaj nabi, meskipun datang dari orang orang yang menyebut dirinya salafy, dan orang yang kita sukai, atau mungkin orang yang menghantarkan kita mengenal salafy. menjauhi sumber sumber perpecahan dan kekeruhan hati, umpama dukung mendukung partisan, *karena itulah sumber perpecahan kelak.*

Keenam, tetap beramar maruf nahi mungkar, menyampaikan agama Allah apa adanya, tidak takut celaan para pencela, kita mencintai kaum muslimin sesuai kadar taqwanya, namun kebenaran lebih kita cintai, juga ridha Allah.

Wahai saudaraku, ingat ingatlah enam hal ini,

Semoga Allah memperlihatkan al haq itu haq di masa masa fitnah, dan menjadikan kita di dalam dan di barisannya, meskipun di benci oleh ahlul batil dan orang orang fasiq.


Instagram : instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

FEK pertemanan persahabatan langgen

🌻fawaid edisi khusus🌻

💦🌹💝 وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ

(bagaimana persaudaraan dan pertemanan itu dapat langeng).

✏ abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Allah subhanahu wa taala berfirman,

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ

أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ؟ ۗ

وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (benar benar tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang telah berhijrah di jalan Allah,

Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada (melupakan kesalahan),

Tidak kah suka kalian, bahwa Allah akan memberi pengampunan kepada kalian ?,

Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

📚 Qs an Nuur 24 ayat 22.

Berkait dengan ayat ini,

Berkata imam Abu fida’ Ibnu katsir rahimahullah,

…  (Yakni hendaknya) seorang Memaafkan dan melupakan atas apa yg mereka dapatkan dalam bentuk ganguan dan lainnya (dari saudaranya)…

Ini merupakan ke maha santunan, ke maha pemurahan, dan ke maha lembutan Allah subhanallah wataala  kepada makhluk makhluk Nya…

Ayat ini berkenaan dengan Abu Bakr as Siddiq radiyallahu anhu yang bersumpah tidak akan memberi nafkah apapun kepada misthah bin utsasah radiyallahu anhu ,

yang juga keponakan (keluarga, juga seorang yang fakir dan mendapat subsidi darinya),

setelah ikut menuduh Aisyah radiyallahu anha (dalam fitnah bahwa Aisyah berselingkuh)…

Tentu Abu Bakr sebagai ayah dari Aisyah ummul mu’minin marah, sakit hati, dan juga terluka hatinya, atas ikut ikutannya misthah dalam menyebar isu yang tidak benar itu.

(Maka Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam ayat ini, agar orang orang beriman, memberikan maaf, kelapangan dada, serta melupakan kesalahan saudaranya, yang tergelincir berbuat salah kepadanya).

… Karena satu balasan sesuai kadar satu amal

Sebagaimana kamu memaafkan orang yg berbuat jahat padamu (sesama muslim), begitu juga Allah akan memaafkanmu, sebagaimana engkau berlapang dan melupakan atas kesalahan, demikian pula engkau akan di beri kelapangan.

(lihat selengkapnya dalam tafsir qur’anul adzim surah 24/22).

Berkaitan dengan ayat,

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ

Imam Abdurrahman bin Nasir bin Abdillah as sady rahimahullah berkata,

Bila kalian memberlakukan hamba  hamba Nya dengan sifat pemaaf dan lapang dada niscaya Dia akan memberlakukan kalian semisal itu…

… Di ayat ini ada anjuran untuk memberi maaf dan melupakan kesalahan (berlapang dada).

(lihat selengkapnya dalam taisir karimir rahman fi tafsir kalami manan surah 24/22).

Saudara saudari kami semoga Allah subhanahu wa taala memberkahi anda,

Sebagai manusia kita adalah makhluk sosial,

Kita tidak bisa hidup sendiri,

Karena agama kita mengajarkan agar kita bergaul dengan orang lain, baik dalam muamalah, persaudaraan dan pertemanan.

Tentu, dalam berinteraksi, masalah, gesekan, atau konflik tentu ada,

Sebagaimana hidup yang tentu ada riak gelombang,

Bila pertemanan itu baik, lancar, dan mengalir, tentu patut di syukuri.

Tapi, sedikit sekali pertemanan yang semacam itu.

Di ayat ke 22, dari surah an Nuur (24), ada penggalan kalimat yang kami dapati faidah penting, terkhusus dalam interaksi pertemanan,

Ketika suatu saat, ada konflik di tengah pertemanan kita, maka ingat firman Allah subhanahu wa taala,

1.
وَلْيَعْفُوا

Dan hendaknya mereka memberi maaf.

2.
وَلْيَصْفَحُوا ۗ

Dan hendaknya mereka berlapang dada, bisa juga melupakan kesalahan, bisa juga menghapus keburukan dari dalam hati.

Alangkah indahnya islam.

Mengajarkan kepada sifat pemaaf, dan lapang dada yang bermakna melupakan kesalahan.

Alangkah indahnya, setiap konflik, masalah, dan juga sengketa, antar teman, antar saudara…

Di selesaikan dengan damai, halus, dan kekeluargaan.

Kenapa memaafkan, juga berlapang dada dan melupakan kesalahan ?.

Boleh jadi, orang bisa memaafkan, namun hatinya sudah ‘kadung’ terluka, sehingga selalu tergiang.

sementara, yang di ajaran agama kita, memaafkan dan bisa melupakan, dan berlapang dada atas kesalahan orang lain.

Semoga dengan ini, persaudaraan dan pertemanan kita bisa kekal, selamanya, sampai di surga Nya (insya Allah).
💦💦💦

Instagram : instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Fawaid Edisi Khusus: Gembira Fatamorgana

💦 Fawaid Edisi Khusus 💦

🍅🍒 GEMBIRA FATAMORGANA

🖋 Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mensifati kehidupan dunia sebagai,

إن الدنيا حلوة خضرة

“Manis dan hijau”
(HR. Muslim 2742 dari Abu Said Al Khudry)

Allah subhanahu wa taala mensifati orang orang kafir,

و فرحوا بالحياة الدنيا

“Mereka bergembira dengan kehidupan dunia.”
(QS. Ar Ra’d 26).

Sesungguhnya, kehidupan dunia tidak tercela sepenuhnya,
Tercelanya dunia ialah ketika mencari yang melebihi kecukupan, adapun mencari kecukupan adalah wajib.

Allah subhanahu wa taala mengunakan bahasa,

الخير

Al Khaiir (sesuatu yang baik) dalam menyebut harta,

و إنه لحب الخير لشديد

Dan sesungguhnya dia (manusia) kecintaannya kepada harta sangat berlebihan.
(QS Al ‘Adiyat 8).

Adapun yang di sebut dunia adalah yang melebihi/berlebihan dari kecukupan, berupa mencari kelebihan dan keluasan.

Sedang agama kita adalah agama pertengahan,

Menjadikan dunia untuk wasilah kebaikan dan akhirat,

Inilah maksud dari ucapan kekasih kita shalallahu alaihi wa salam,

كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل

Jadilah kalian di dunia ini, seolah orang asing atau orang yang lewat satu jalan.
(HR Bukhari 6416).

Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah memberkahi kami dan anda semua,

Bahwa manusia di dunia ini sebagai tamu, dan apa yang ada di tangannya adalah pinjaman,

Serta yang maklum adalah, bahwasanya tamu akan pergi, dan pinjaman akan di kembalikan.

Di katakan,

و من يذق الدنيا فإني طعمتها

سيق إلينا عذبها و عذابها

فلم ارها إلا غرورا و باطلاً

كما لاح في ظهر الفلاة سرابها

Dan siapa yang telah merasakan /mencicipi dunia maka aku juga telah merasakannya,
Di datangkan kepada kami kelezatannya dan sekaligus azab nya,
Maka aku tidak melihatnya kecuali sesuatu yang tidak nyata dan kebatilan,
Seperti fatamorgana yang nampak di atas gurun.

Inilah nasehat, untuk saya, kami, anda, dan kita semua,

Kita telah menapaki setapak demi setapak dari tahapan tahapan dunia, baik yang manis atau pahitnya.

Agar kita meyakini, sebagaimana ucapan Isa putra Maryam, kepada para hawarinya,

“Adakah diantara kalian yang membangun rumah di atas gelombang ?”.

Dan agar kita menginsyafi,

Bahwa kita tidaklah kekal di atasnya,

Lalu bagaimana seorang yang ia tidak kekal di dunia, dan ia berputus asa dari kehidupan akhirat (karena tidak mendapat dunia, dan luput dari kebahagiaan akhirat),
karena kejahatan, dosa, dan kekufuran nya ??

قد يئسوا من الآخرة كما يئس الكفار من أصحاب القبور

Sunguh mereka telah berputus asa dari kehidupan akhirat sebagaimana berputus asanya orang orang kafir yang berada di kubur.
(QS Mumtahanah ayat 13).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika berbicara tentang hadits nabi,

و ازهد فيما عند الناس يحبك الناس

Dan zuhudlah terhadap apa yang di tangan manusia, maka orang lain akan mencintaimu.
(HR Ibnu Majah 4102)

“Sehingga ia tidak meminta/berharap kepada manusia, dan tidak menginginkannya,

dan tidak meng-istimewa-kan dunia, serta menjadi manusia yang paling jauh dari semua itu,

sehingga dengan itu (tidak berharap kepada orang lain) orang lain mencintainya (karena cenderungnya manusia itu pelit terhadap apa yang disisi/di miliki nya)”

💦 Pencari Ilmu Syar’i 💦


Instagram : instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

 Fawaid Edisi Khusus: Kepada Para Pemuda Islam..

🖋🔥🏹 Kepada para Pemuda Islam
🖋 Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.

Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman mengenai pemuda pemuda penghuni gua (Ashabul Kahfi),

ۚإِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًى

“… Sesungguhnya mereka itu para pemuda yang beriman kepada Rabb nya, maka Kami tambah bagi mereka petunjuk hidayah”
📖 Surah 18 al kahfi ayat 13.

Berkata imam Abdurrahman bin Nasir bin Abdillah as Sady rahimahullah,
“… Mereka (para pemuda itu) beriman kepada Allah semata tanpa di sertai kaumnya,
Maka Allah mensyukuri keimanan mereka,

lalu menambahkan hidayah kepada mereka…
Maka Allah menambahkan petunjuk kepada mereka,

berupa ilmu nafi’ (yang bermanfaat) dan amal shalih (yang baik).
… (Allah) mencurahkan kesabaran pada mereka

dan meneguhkan mereka, serta menjadikan hati mereka tentram…
Ini merupakan gambaran sifat kelembutan Allah pada mereka,
dalam bentuk pemberian taufiq kepada iman,

petunjuk, kesabaran, teguh, dan ketenangan.”

📚 (tafsir Karimir Rahman QS:18/13-14)

Allah subhanallahu wa ta’ala mensifati para pemuda yang tidak di berikan kepada kelompok tua,
Dan sesungguhnya, agama ini di topang oleh kebijaksanaan kelompok tua dan semangat kelompok muda.

Inilah Umar bin Khattab, Ali bin Abi thalib, Usamah bin Zaid, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Ikrimah …
Inilah Umar bin Abdul Aziz, Said bin Zubair, Raja bin Haiwah …
Inilah Rib’i bin Amir, Thariq bin Ziyad, Shalahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih, Babarasa, Sulaiman Al Qonuni.

Dan sederet nama nama lain, baik dari kalangan salaf dan khalaf.
Mereka adalah sedikit dari para pemuda Islam, dari banyaknya yang belum di sebut, dari para pemuda yang telah mengoreskan kebaikan bagi agamanya.

Wahai para pemuda, kami menyebut ‘pemuda’, karena mereka memiliki apa yang tidak di miliki kelompok tua.
Kami berbicara kepada anda, para pemuda, pemuda yang beriman,

Bukan kepada pemuda yang acuh dan melempar agama ke belakang punggung punggung mereka,
Bukan pemuda yang menghabiskan waktu dan umur di club club, dan ber-i’tikaf di pinggir pinggir jalan dan warung warung, serta pemuda yang berputar pada syahwat syahwat dan keinginan nafsunya semata.

Namun, kepada anda…

Pemuda yang di sifati Rasulullah shalallahu alaihi wa salam sebagai,
و شاب نشأ بعبادة الله…
“dan pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah …”
(HR. Bukhari 1423 & Muslim 1031).

Kepada,
Kalian yang mewarisi ilmu dan amal para shahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam,
Kalian, yang akan menerjemahkan mimpi mimpi menjadi kenyataan, sebagaimana Yusuf ‘alaihissalam,
kalian yang mewarisi kemuliaan pemuda surga, permata Rasulullah, Hasan dan Husain radiyallahu anhum,
Kalian yang mewarisi keberanian Qo’qo dan Rib’i rahimahumullah di hadapan Raja Persia,
Kalian yang memiliki keperwiraan Shalahuddin dan Al Fatih rahimahumullah, yang mengarungkan kapal kapal di pasir.

Sungguh, ummat dan agama ini telah di timpa dan di dera berbagai ujian ujian dan fitnah yang besar,
Yang bila saja tidak di jaga dan mendapat karunia dari Allah ta’ala, tentu sudah hilang agama ini dari dunia,
Yang bila musibah dan penderitaan ini di timpakan kepada agama dan ummat lain, akan menjadikannya debu dan luluh lantak.

Bagaimana anda mengetahui, negeri negeri kaum muslimin di robek robek oleh penjajahan, kekayaan mereka di rampok penjajah kafir salibis dan yahudi serta musyrikin, sehingga melahirkan kebodohan dan pe-miskinan,
di cerai beraikan persatuan mereka, oleh isme isme, dan apa yang di sebut ‘nasionalisme’ sempit, dan slogan slogan yang bukan dari ajaran islam.

Belum lagi bila kita masuk lebih dalam, munculnya fanatik hizbiyah, pengelompokan, yang masing masing kelompok dan madzhab berbangga dengan apa yang ada di sisi mereka yang tidak ada di kelompok lain.

Semua ini terjadi sebab utama adalah jauhnya mereka dari bimbingan aqidah dan tauhid yang lurus, dan manhaj yang shahih.
Musuh, wahai saudaraku, hanya akan menimpakan pada anda luka luka dzahir, dari kemiskinan, atau paling banter kematian, mereka tidak akan bisa mengambil dan membuat anda menyimpang, ketika anda berada di atas bimbingan.
Musuh baru bisa menguasai anda, bila anda sedikit demi sedikit mengikuti Millah (agama dan istiadat) mereka, dan meninggalkan secara perlahan agama anda.

Lihatlah saat ini sebagian kaum muslimin,
Bagaimana mereka mengibadati kubur kubur,
meminta kepada orang mati, tidak kepada Allah Rabbnya seluruh alam.

Bagaimana, sebagian orang yang baru membangun tempat usaha dan perdagangan, antri di rumah dukun dukun, dan i’tikaf di tempat tempat angker untuk tabaruk, dan rela tidur di sisi sebuah pohon di gunung kawi untuk menunggu kejatuhan daun, yang bila terjatuh daunnya, ia akan merasa terkabulnya keinginannya.

Sementara, di sisi lain, sebagian orang khusyu di majelis majelis Sufi, majelis kubur, majelis dzikir dan selawatan jama’i, dan antri mencium tangan mursyid thariqohnya.

Di sisi lain, sebagian kaum muslimin, di sibukkan dengan “perjudian” yang di sebut politik demokrasi, membahas semua sisi perpolitikan, fiqih realita, pengambil alihan kekuasaan, saling meninggikan bendera hizbiyah, “memanjat pohon, untuk mendapat kursi”, manusia sibuk dengan opini dan serangan, ghibah, demo, pemilu, massa, dukungan dan semisal dari apa yang di sebut serba serbi politik.

Juga yang tidak kalah menguras tenaga sebagian kita, sibuk dengan dunia yang di sebut internet, ngaji internet, ustad youtube, kajian WA, dan pertemanan “dunia maya” saja.

Sehingga kita sibuk dengan berbantah, saling mencari dalil, mengungulkan apa yang di sebut “viral”, bahkan sampai urusan mengangap seorang ustad atau bukan ustad.

Yang tidak kalah memiriskan hati, kaum muslimin di serang dengan kristenisasi dan permurtadan, aqidah kaum muslimin di tawar dengan harga murah, lebih murah dari “roti seribu rupiah”, seakan tidak ada lagi benteng penjagaan dan ulama atau pemimpin yang membela, seluruh orang di paksa hidup sendiri, dan mengurus diri masing masing.

Juga di perparah dengan simpang siurnya kaum muslimin dengan perdebatan kosong dari ilmu, mengurusi hal yang tidak dan bukan wewenangnya, seorang yang tidak kompeten, kadang anda akan lihat, seakan “syaikh besar” yang bertumpuk kitab, untuk mendebat lawan bicaranya.

Inilah kecarut marutan yang tergambar dan terlihat jelas, oleh setiap pemilik mata dan hati serta ia menyaksikannya.

Wahai para pemuda, betapa tidak menetes air mata ini, betapa tidak tercabik hati ini…
Wahai para pemuda, islam dan kaum muslimin memangilmu…
Iniah saatnya di mana kalian tunjukkan komitmen pada ummat dan agama,

Wahai para pemuda,
Kita akui jalan sangat terjal, kemungkinan kemungkinan semakin menipis, sementara hasil belum tentu, sementara di depanmu, tembok semakin tebal dan jalan hampir tertutup,

Semua lini, terdapat musuh dengan segala makar dan kelicikan,

Hari semakin gelap, dan menuju masa masa udzur nya…

Seakan, tidak mungkin lagi islam dan ummatnya bangkit, tidak mungkin, tidak bisa, tidak mampu…

Musuh terlalu kuat, sementara kita terlalu lemah, dan penyakit semakin mengerogoti…

Di surah Al qasas ayat 5, Allah taala menerangkan tentang kondisi bani israil,

وَنُرِيدُ أَنْ نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِى الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوٰرِثِينَ

“Dan kami berkehendak memberi karunia kepada orang orang yang lemah dan tertindas di muka bumi, dan Kami akan jadikan mereka para pemimpin dan orang orang yang akan mewarisi”

Jangan kalian putus asa, Karena keputus asaan bukan sifat orang orang beriman,
Anda memiliki iman kepada Allah dan taqdir Nya.
Orang yang lemah, tidak selamanya lemah, sebagaimana orang kuat, tidak selamanya akan kuat,

Namun, ada satu pembeda antara kita dengan orang kafir,
Kita masih bisa berharap dengan harapan yang kita sandarkan kepada Allah, yang tidak akan bisa di harapkan hal itu oleh orang kafir.

Lalu bagaimana, kita para pemuda mewujudkan kembali kejayaan islam ?

Ummat ini tidak akan jaya, kecuali dengan apa yang menjadikan ummat terdahulunya jaya.
Kami tidak akan membebani anda dengan teori teori yang muluk dan ‘njelimet”,

Namun, mari mulai dengan usaha kecil….

Yakni,

1 Hendaknya kita semua, yang ingin kembali melihat kejayaan ummat dan islam,
Pertama, Mentasfiyah, yakni membersihkan diri dari anasir anasir dari luar islam,
Campakkan semua isme, adat, kekolotan kekolotan pemikiran, dan semua aqidah serta tuntunan yang tidak berasal dari islam.
Kedua, Mentarbiyah, dalam arti mendidik diri dan masyarakat dengan didikan islam, aqidahnya, ibadahnya, muamalahnya, serta adab adabnya.

2 Membersihkan segala anasir anasir yang merusak aqidah,
Dari pemikiran yang menyimpang, dan tindakkan yang menjurus pada kesyirikan,
Menjauhi bid’ah.
Juga berpegang dengan manhaj yang telah di tempuh oleh salaf, yakni Rasul dan shahabatnya (lihat QS Al Baqoroh 2 ayat 137).

3 Meyakini bahwa tujuan dakwah para Rasul adalah menegakkan tauhid, sehingga agama hanya milik Allah, bukan kekuasaan,
Kekuasaan adalah hadiah, bukan tujuan.
Jangan sekali kali tertipu dengan slogan slogan orang partai dan pergerakan,
Yang mengangap dakwah islam adalah politik dan perebutan kursi kekuasaan.
Camkan selalu dalam hati kabar gembira dari pemilik alam semesta, Allah ta’ala, di surah An Nuur surah 24 ayat 55.
Tugas kita mewujudkan tauhid yang lurus, sedang bumi milik Allah taala, di wariskan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan akibat dan kesudahan yang baik bagi orang orang yang bertaqwa.

4 Hendaknya engkau wahai para pemuda, selalu bersemangat belajar,
Hendaknya anda mulai kembali bersimpuh di kaki kaki para ulama dan guru,
Menghadiri majelis majelis ilmu,
Ingat, yang membuat orang kafir ketakutan, bukan bom atau persenjataan kita, namun kehadiran kita dan menghiasinya ilmu dalam kehidupan.
Kembalilah mempelajari warisan salaf berupa ilmu, buka kitab kitab mereka, pelajari ilmu alat,
Arungi samudera ilmu mereka, dari aqidah, fiqih, mumamalah, dan adab adab.
Ingat, tinta ulama sebanding dengan pedang para mujahid!!!.

Jangan tinggalkan mejelis ilmu dengan majelis youtube dan internet.
Carilah Keberkahan ilmu bukan banyaknya -tau.
Setelah itu, setahap demi setahap amalkan yang sudah di ketahui.

5 Fahami, bahwa keterpurukan dan kekalahan ummat ini, bukan di politiknya, bukan di ekonominya, bukan di tata kelola, dan keramahannya.
Bukan!!!,
Tapi, terpuruknya Kaum muslimin saat ini, karena aqidahnya, karena jauhnya mereka dari tuntunan dan manhaj Rasulnya.
Selama masih ada kubur yang di ibadati, selama masih ada doa doa yang di haturkan kepada selain Allah, maka perubahan apapun akan pupus,
Bagaimana kita akan merubah parlemen (???) bila ummat aqidahnya masih percaya dengan tahayul, khurafat, dan amaliyah yang di bangun di atas bid’ah ???.

6 Bila landasan perbaikan, yakni aqidah yang lurus, dan manhaj yang benar, telah di tempuh,
Maka, langkah selanjutnya adalah usahakan islah perbaikan semampumu, dan sesuai lingkup lingkunganmu,
Anda boleh berfikir universal, namun tindakkan anda harus serealistis mugkin,
Seru manusia kepada Rabbnya,
Seru manusia pada tuntunan dan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Ajak manusia mengusahakan islah di diri, keluarga, dan masyarakatnya,
Ingat, kita mengajak manusia kepada Allah, bukan pada diri, dan kelompok.

7 Terakhir, yang harus anda ingat wahai para pemuda,
Persatuan kaum muslimin di atas aqidah, bukan kelompok, organisasi atau individu,
Bukan juga “mengumpulkan yang berserak dan berbeda”, tapi persatuan yang haq di atas tauhid dan manhaj pendahulu yang shalih.

🖋 di selesaikan tulisan ini di sepertiga malam yang akhir,
Sabtu 28 Rabi’ul Akhir, 1440 dari hijrahnya Nabi.
oleh yang butuh dan mengharap ampunan Rabbnya.

🌺🌺💦💦🌺🌺

Instagram : instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com

KETIKA ALLAH SUBHANAHU WA TAALA TELAH MEMUJI SEORANG HAMBA, MAKA TELAH CUKUP, SEHINGGA HAMBA ITU TIDAK PERLU PUJIAN DARI YANG LAIN.

fawaid edisi khusus

KETIKA ALLAH SUBHANAHU WA TAALA TELAH MEMUJI SEORANG HAMBA, MAKA TELAH CUKUP, SEHINGGA HAMBA ITU TIDAK PERLU PUJIAN DARI YANG LAIN.

abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

“Bagaimana nabi juga telah di agungkan oleh tokoh tokoh dunia, semacam mahatma gandi, michael hart, dan juga snouck hurgronje, maka hendaknya kita juga lebih berbangga dengan itu”

(ucapan seorang dosen, bergelar MA yang menjagar di IAIN sunan ampel, di masjid al ikhlas makarya binangun, desa janti, sidoarjo)

Kita berbaik sangka, mungkin yang di maksud oleh beliau ini,

Maksudnya bahwa sebagai seorang muslim harus mengapresiasi pujian pujian yang di arahkan pada sosok nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam baik oleh orang islam atau orang kafir.

Baik,

Namun yang harus di garis bawahi dari ucapan itu,

1. Banyaknya manusia berbicara tanpa ilmu.

Banyaknya Dai Dai di mimbar mimbar, meski dengan sederet gelar, MA, DR, profesor, namun cukup memiriskan hati, karena sedikitnya ilmu agama, sehinga mereka mendasarkan ucapan hanya retorika, dan akal serta “hasil riset”.

Sehinga kita akan mendengar “keanehan keanehan” dari pembicaraan mereka,

Dan sedikitnya hujjah hujjah yang di sampaikan, selain hadits hadits dhaif dan palsu (maudhu).

2. Syubhat, tentang pujian orang kafir pada nabi.

Bila seorang muslim mengangap pujian orang kafir pada nabi, secara tidak langsung mereka mengakui eksistensi orang kafir tersebut,

ini yang bahaya, dan jarang di sadari kaum muslimin,

Kenapa?

Mungkin pertama kali arah pembicaraannya adalah pujian pada nabi semata, ini masih tahapan wajar,

Namun, akan sangat bahaya, dan akan memunculkan pemikiran prularisme, yang mengakui semua agama benar, tanpa sadar, terutama bagi orang awam.

Karena, kita tau, tujuan jahat para misionaris dan juga orientalis,

Yang mereka menyebut islam untuk melecehkan sebagai, “ajaran muhammad”, “nabi arab”, dan “agama muhammad”.

mereka tidak tulus dalam pujiannya,

Kedua, kita ketahui orang orang kafir yang memuji nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam itu tetap dalam kekafirannya,

Bila pujian mereka benar dan tulus serta bukan basa basi, bahwa yang di bawa nabi shalallahu alaihi wa salam berupa islam itu benar, tentu mereka akan segera masuk islam.

Contoh:

Snouck horgrounje kita tau, ia adalah salah satu mata mata penjajah untuk mematahkan perang sabil rakyat aceh.

atau mahatma gandi, ia seorang hindu, dan ia mati sebagai seorang hindu.

Atau michael hart, penulis buku, seratus tokoh berpengaruh di dunia, yang menempatkan nabi di urutan pertama,

Ketika ia di tanya, mengapa ia tidak masuk islam?,

Lalu ia, mengambil buku di rak bukunya, dan ia berkata “sekiranya bukan karena takut celaan orang di luar sana”.

Dan tidak banyak yang tau, bahwa urutan nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam di urutkan pertama sebelum tokoh tokoh jahat yang haus darah, semacam lenin, stalin, gorbacev, dan juga tokoh bancinya paris, william shakespeare (sebelum di revisi ulang),

Lalu apa makna pujian pujian itu?

3. Bila Allah taala telah memuji ridha pada hamba Nya, telah cukup pujian itu, sehingga tidak lagi butuh pada pujian selainnya.

Allah subhanahu wa taala telah berfirman,

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما

سورة 33 الأحزاب 56

Sesungguhnya Allah dan para malaikat Nya bershalawat untuk nabi, wahai orang orang yang beriman bershalawatlah kalian untuk nabi, dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Dan juga Allah subhanahu wa taala menyebut tentang nabi Nya shalallahualaihi wa salam,

و رفعنا لك ذكرك

سورة 94 الشرح 4

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu.

Mujahid berkata,

“aku (yakni nabi muhammad) tidak di sebut kecuali bersamaan dengan kesaksian bahwa tidak ada illah yang haq kecuali Allah …”.

Qotadah berkata,

“Allah tinggikan sebutan beliau di dunia dan akhirat …”

(tafsir ibnu katsir surah 94/4).

Berkata syaikh Abdurrahman bin Nasir as Sady,

“و رفعنا لك ذكرك

Yakni, Kami tinggikan derajatmu, dan Kami berikan pujian yang baik lagi luhur untukmu, yang belum pernah di capai seorangpun (sebelummu) …”

(taisir karimir rahman surah 94/4).

Hasan bin Tsabit berkata dalam syairnya,

أغر عليه للنبوة خاتم

من الله من نور يلوح و يشهد

و ضم الإله اسم النبي إلى اسمه

إذ فال في الخمس المؤذن أشهد

و شق له من اسمه ليجله

فذو العرش محمود و هذا محمد

Di pancarkan pada penutup kenabian

dari Allah berupa cahaya kemilau lagi di saksikan

Al illah (Allah) telah mengandengkan nama nabi pada nama Nya

Ketika ucapan ke lima muadzin menyebutkan syahadat

Dan di ambil nama baginya dari nama Nya untuk megagungkannya

pemilik Arsy di sebut Mahmud (yakni Allah) dan yang ini di sebut muhammad.

4. Maka hendaknya seorang muslim menyebut sumber shalawat dan pujian dari dalil dalil yang telah ada

Serta meninggalkan pujian pujian kosong Pada nabi shalallahu alaihi wa salam dari orang orang kafir,

Imam ibnu Qoyyim memilki kitab yang sangat baik dalam hal ini, yakni dalil dalil syari tentang shalawat, faidah shalawat dan susunan shalawat kepada nabi dalam kitab Jalaaul afham.

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Haram Ikut Merayakan Hari Raya Orang Kafir

fatawa

HARAM IKUT MERAYAKAN HARI RAYA ORANG KAFIR, SEPERTI NATAL, MESKIPUN HANYA SEKEDAR MEMBUATKAN TEH ATAU IKUT BERGEMBIRA, ATAU IKUT MERANGKAI HIASAN ATAU YANG LEBIH KECIL DARI ITU.

Berikut penjelasan seorang ‘ulama besar international, Asy-Syaikh Al-’Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, Mufti Besar Kerajaan Saudi Arabia (kini telah wafat).

Samahatul Imam Al-’Allamah Asy-Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata :

Tidak boleh bagi muslim dan muslimah untuk ikut serta dengan kaum Nashara, Yahudi, atau kaum kafir lainnya dalam acara perayaan-perayaan mereka.

Bahkan wajib meninggalkannya. Karena barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita dari sikap menyerupai mereka atau berakhlaq dengan akhlaq mereka. Maka wajib atas setiap mukmin dan mukminah untuk waspada dari hal tersebut, dan tidak boleh membantu untuk merayakan perayaan-perayaan orang-orang kafir tersebut dengan sesuatu apapun, karena itu merupakan perayaan yang menyelisihi syari’at Allah dan dirayakan oleh para musuh Allah.

Maka tidak boleh turut serta dalam acara perayaan tersebut, tidak boleh bekerja sama dengan orang-orang yang merayakannya, dan tidak boleh membantunya dengan sesuatu apapun, (meskipun sekedar menyediakan) baik teh, kopi, atau perkara lainnya seperti alat-alat atau yang semisalnya.

Allah juga berfirman :

ا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan jangalah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan”

[Al-Maidah : 2]

Ikut serta dengan orang-orang kafir dalam acara perayaan-perayaan mereka merupakan salah satu bentuk tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.

Maka wajib atas setiap muslim dan muslimah untuk meninggalkannya. Tidak selayaknya bagi seorang yang berakal jernih untuk tertipu dengan perbuatan-perbuatan orang lain.

Yang wajib atasnya adalah melihat kepada syari’at dan aturan yang dibawa oleh Islam, merealisasikan perintah Allah dan Rasul-Nya, dan sebaliknya tidak menimbangnya dengan aturan manusia, karena kebanyakan manusia tidak mempedulikan syari’at Allah.

Sebagaimana firman Allah :

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ

“Kalau engkau mentaati mayoritas orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”

[Al-An’am : 116]

Allah juga berfirman :

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

“Kebanyakan manusia tidaklah beriman walaupun engkau sangat bersemangat (untuk menyampaikan penjelasan).”

[Yusuf : 103]

Maka segala perayaan yang bertentangan dengan syari’at Allah tidak boleh dirayakan meskipun banyak manusia yang merayakannya.

Seorang mukmin menimbang segala ucapan dan perbuatannya, juga menimbang segala perbuatan dan ucapan manusia, dengan timbangan Al-Quran dan As-Sunnah. Segala yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah atau salah satu dari keduanya, maka diterima meskipun ditinggakan manusia.

Sebaliknya, segala yang bertentangan dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah atau salah satunya, maka ditolak meskipun dilakukan oleh manusia.

[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah I/405]

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Nasehat Bagi yang Baru Hijrah

Nasehat Buat yang Baru Hijroh

Assalamu’alaikum, mohon nasehatnya ustadz untuk saudara-saudara kami yang baru hijroh dan baru mengenal sunnah? Jazakumullahu khoiron.

Jawab: Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh. Nikmat paling besar yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya adalah nikmat berupa hidayah tawfiq yaitu petunjuk dari Allah untuk mengamalkan ajaran Islam sesuai yang dicontohkan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

Hidayah tawfiq ini yang selalu kita mohonkan dalam sholat sehari semalam saat melafalkan, “Ihdinasshirothol mustaqim” (Ya Allah tunjukilah kami kepada jalan yang lurus). Yaitu jalannya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dan para shohabat beliau sebagaimana yang dijelaskan oleh Abul Aliyah Ar-Riyahi salah seorang Ulama dari kalangan tabiin.

Adapun nasehat yang dapat kami sampaikan untuk saudara-saudara kami yang baru hijroh antara lain sebagai berikut:

1. Ikhlaskan niat karena Allah karena ikhlas merupakan syarat diterimanya amalan. Dari Umar bin Al-Khotthob bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه

“Hanyalah nilai setiap amalan itu bergantung dengan niatnya dan bagi setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang niat hijrohnya karena Allah dan Rosul-Nya maka hijrohnya dinilai untuk Allah dan Rosul-Nya, dan barangsiapa yang niat hijrohnya karena dunia atau wanita yang hendak dinikahinya maka nilai hijrohnya itu sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Al-Bukhori 1/9 dan Muslim 1907)

Berhijroh meninggalkan segala sesuatu yang dilarang dan menjalankan apa yang diperintahkan haruslah ikhlas motivasinya karena Allah. Amalan yang dibangun di atas pondasi keikhlasan tidak mudah goyah dan akan berkesinambungan. Para Ulama berkata:

ما كان لله يبقى

“Amalan yang diniatkan karena Allah akan berkelanjutan.”

Sedangkan amalan yang diniatkan karena selain Allah, dunia yang menjadi motivasinya, atau hanya sekedar ikut-ikutan, maka akan sirna, pelakunya gampang mengeluh dan berubah-ubah sesuai keadaan.

2. Sibuk mempelajari ilmu syar’i utamanya ilmu yang berhubungan dengan masalah aqidah yang meliputi tauhid dan manhaj dalam beragama. Ilmu ini yang menjadi tahapan utama dalam tholabul ‘ilmi. Kedudukannya laksana pondasi bagi sebuah bangunan, apabila semakin kuat pondasinya maka akan semakin kokoh bangunan amalnya.

Sedangkan orang-orang yang mengabaikan aqidah maka tidak menutup kemungkinan dia akan bergeser dari jalan hijrohnya. Pikiran jahiliyahnya di masa silam akan muncul kembali seperti yang dialami oleh sebagian shohabat yang baru masuk Islam, mereka minta kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam agar menjadikan “Dzatu Anwath” (pohon keramat) bagi mereka seperti yang dipunyai oleh kaum musyrikin, maka beliau pun mengingkarinya

3. Mencari pembimbing yang dikenal baik berjalan di atas manhaj dan aqidah Ahlussunnah. Bukan dari kalangan ahli bid’ah, pendusta, maupun orang yang bukan ahlinya, karena sesungguhnya ilmu ini agama. Al-Imam Muhammad bin Sirin berkata:

إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذوا دينكم

“Ilmu ini adalah agama maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” (Muqoddimah Shohih Muslim)

Hal ini telah disepakati oleh para Ulama. Adapun menerima kebenaran bisa dari siapa saja selama kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiyyah menurut dalil.

4. Selektif dalam bergaul karena tidak sedikit orang yang belok dari jalan hijrohnya lantaran salah pergaulan. Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam memberi permisalan kawan yang baik bagai penjual minyak wangi, meski engkau tidak mendapat minyaknya, minimal engkau merasakan aromanya. Sedangkan kawan yang jelek bagai seorang pandai besi, meski engkau selamat dari apinya, minimal engkau terkena baunya.

Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam juga mengingatkan:

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Agama seseorang bergantung dengan agama sahabatnya maka hendaklah kalian perhatikan siapakah yang kalian jadikan sebagai sahabat.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albani dalam “Ash-Shohihah” 927)

Pertimbangkanlah dengan matang apakah keberadaanmu dapat berpengaruh dalam kebaikan atau malah dipengaruhi oleh keburukan mereka?

5. Berupaya memperbaiki penampilan sesuai petunjuk syariat sebagai wujud ketaatan, perbaikan dan memelihara syiar Islam meski disadari diri masih banyak kekurangan dan kelemahan. Para Ulama berkata:

أن فساد الظاهر دليل على فساد الباطن

“Bahwa jeleknya perkara yang lahir sebagai bukti jeleknya batin.”

Amalan lahir dan amalan batin dua hal yang saling berkaitan satu sama lain sebagaimana yang disabdakan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, “Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika dia baik maka akan menjadi baiklah seluruh jasad, jika dia rusak maka akan menjadi rusaklah seluruh jasad, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” 

6. Jauhi perdebatan dan berkomentar dalam hal yang bukan kapasitasnya. Debat yang dimaksud di sini adalah debat yang tercela, yaitu debat logika yang jauh dari ilmu dan pemahaman. Perbuatan seperti itu akan mengeraskan hati, mewariskan kemunafikan, dan melalaikan diri dari hal-hal yang bermanfaat.

Orang yang baru hijroh lebih berhajat kepada ilmu dengan belajar dan bertanya kepada para ahli terkait masalah-masalah ilmiyyah yang dibutuhkannya. Tinggalkan perdebatan dan mengomentari segala perkara. Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan:

أنا زعيم ببيت في ربض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقا

“Aku menjamin sebuah rumah di bagian depan surga bagi orang yang meninggalkan miro’ (debat logika) meski dia sebagai pihak yang benar.” (HR. Abu Dawud dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam “Silsilah Ash-Shohihah” 273)

7. Banyak berdoa kepada Allah agar diberi keistiqomahan dalam menggigit sunnah Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam serta bersabar dalam menghadapi segala ujian. Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 يأتي على الناس زمان الصابر فيهم على دينه كالقابض على الجمر

“Kelak akan datang suatu zaman pada manusia dimana orang yang sabar memegang agamanya seperti menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam “Silsilah Ash-Shohihah” 957)

Adapun doa yang diajarkan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam “Shohih At-Tirmidzi” 2140)

Fikri Abul Hasan

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Makan dan Minum Sambil Tiduran (Tanya Ustadz)

#TANYA USTADZ

Nama: Eka Fatma
Asal: Jawa Timur
Group UFHA: 10

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Pertanyaan:

apakah di perboleh minum sambail tiduran ustadz ??
Syukron jazaakallahu khairan.

_____________________

Jawaban

Tidak boleh (makruh) makan dan minum sambil malas malasan,

Atau tidur atau bersandar atau bertelekan.

Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda

أما أنا فلا اكل متكئأ

Sedang aku, tidak makan dg bertelekan.

Kitab syamailul muhammadiyah hadits ke 125 oleh tirmudzy dari Abu Juhaifah.

Pertanyaan yg baik, sekaligus sebagai nasehat untuk yg masih melakukan adab yg buruk ini.

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel:  http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Peringatan Bagi Orang yang Keras Hatinya

fawaid

PERINGATAN BAGI ORANG ORANG YANG ‘KÈSET’ (KERAS) HATINYA.

abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Allah subhanahu wa taala memperingatkan hamba hamba Nya,

أفمن شرح الله صدره للإسلام فهو على نور من ربه ، فويل للقاسية قلوبهم من ذكر الله ، أولئك في ضلال مبين

سورة 39 الزمر

Apakah (sama) orang orang yang di lapangkan hatinya untuk menerima islam sedang ia di atas cahaya yang menerangi dari Rabbnya (dengan selain mereka yang membatu hatinya), maka celakalah mereka yang telah membatu hatinya dari mengingat Allah, dan mereka itulah yang berada pada kesesatan yang jelas_

Berkata imam Abdurrahman bin Nasir as Sady rahimahullah,

Yakni, apakah sama orang orang yang di lapangkan dadanya oleh Allah untuk menerima islam, sehingga ia menjadi lapang untuk menerima / mempelajari hukum hukum Allah dan mengamalkan dengan lapang dada dan senang hati, dengan pengetahuan yang jelas terhadap perintah perintah Nya,

فهو على نور من ربه،

Sedang ia mendapat cahaya dari Rabbnya – dengan orang orang yang tidak semisal itu ?,

فويل للقاسية قلوبهم من ذكر الله،

Yakni, orang orang yang tidak tunduk hatinya kepada kitab Nya,

Tidak pula mengambil pelajaran dari ayat ayat Nya,

Serta tidak tenang dengan mengingat / berdzikir kepada Nya,

Melainkan ia berpaling dari Rabbnya, beralih pada selain Nya,

maka bagi mereka (ini) adalah azab yang berat dan keburukan yang besar,

أولئك في ضلال مبين،

Kesesatan mana lagi yang lebih besar dari pada orang yang berpaling dari Rabbnya,

padahal kebahagiaan itu hanya pada menghadapkan (diri dan hati) pada Nya,

(namun ini) justru hatinya membatu, tidak mengingat Nya, dan mengarahkan pada segala hal yang berakibat buruk untuk dirinya.

كتاب تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان سورة 39 ايات 22

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Faedah Emas

FAEDAH EMAS 1 4 4

الأشهر الحُـرم
BULAN BULAN HARAM

1. Bulan Haram itu Hanya Ada 4

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

_Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu. [at Taubah/9:36]_

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله تبارك و تعالى – :
_syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah Tabaraka wa Ta’ala berkata_

الأشهر الحرم : وهي رجب وذو القعدة وذو الحجة والمحرم .
_bulan bulan haram, ialah Rajab, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram._

مجموع الفتاوى (٢٩١/٢٥)
Majmu’Al Fatawa 25\291

2. Ketika Tiba Bulan Haram, Maka Allah larang engkau untuk berbuat maksiat

فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

_“Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan (haram) yang empat itu“ (At Taubah ayat 36)_

3. Sebagaimana Allah menganggungkan Bulan Haram, maka Allah jadikan segala bentuk dosa dan kebaikan di dalamnya lebih besar dari hari hari diluar bulan haram

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat di atas,

في كلهن، ثم اختص من ذلك أربعة أشهر فجعلهن حراما، وعظم حرماتهن، وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم.

_“(Janganlah kalian menganiaya diri kalian) dalam seluruh bulan. Kemudian Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan-bulan haram dan Allah pun mengagungkan kemuliaannya._

_Allah juga menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan didalamnya lebih besar._

_Demikian pula, Allah pun menjadikan amalan shalih dan ganjaran yang didapatkan didalamnya lebih besar pula”_

(Tafsir Ibnu Katsir: 3/26).

Qotadah rahimahullah menafsirkan ayat di atas,

فإن الظلم في الأشهر الحرم أعظم خطيئةً ووِزْرًا، من الظلم فيما سواها, وإن كان الظلم على كل حال عظيمًا، ولكن الله يعظِّم من أمره ما شاء.

_“Karena kezhaliman yang dilakukan pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dari pada kezhaliman yang dilakukan pada bulan-bulan selainnya._

_Walaupun zhalim dalam setiap keadaan itu (pada hakekatnya) perkara yang besar (terlarang), akan tetapi Allah menetapkan besarnya sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.”_

4. Maka Sekarang kita berada di Dzul Hijjah, salah satu bulan haram. Mari kita sambut

قال العلامة ابن عثيمين عليه رحمات رب العالمين – :
_Al Allamah Ibnu Utsaimin ‘Alaihi Rahmatu Rabbil ‘Alamin berkata:_

….. وإنكم اليوم تستقبلون الأشهر الحرم الثلاثة
_sesungguhnya kalian hari ini telah menghadapi bulan bulan haram yang ke tiga_

فلا تظلموا فيهن أنفسكم التزموا حدود الله تعالى
_maka janganlah kalian menzhalimi diri diri kalian di dalamnya, patuhilah hukum hukum Allah Ta’ala_

أقيموا فرائض الله واجتنبوا محارمه

_tegakkanlah kewajiban kewajiban Allah, dan jauhilah hal hal yang diharamkanNya_

أدوا الحقوق فيما بينكم وبين ربكم وفيما بينكم وبين عباده .
_tunaikkanlah hak hak pada apa yang terdapat di antara kalian dengan Rabb kalian. Dan pada apa yang terdapat diantara kalian dan hamba hambaNya_

الضياء اللامع (٧٠٤/٩)
Adh Dhiya’ul Lami’ 9\704

مجمــوعــات

_مؤسسة توحيد الله بسورابايا_,اندونيسيا

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Faedah Emas

*FAEDAH EMAS* 1⃣4⃣4⃣

الأشهر الحُـرم
*BULAN BULAN HARAM*

1 *Bulan Haram itu Hanya Ada 4*

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

_Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu. [at Taubah/9:36]_

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله تبارك و تعالى – :
_syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah Tabaraka wa Ta’ala berkata_

الأشهر الحرم : وهي رجب وذو القعدة وذو الحجة والمحرم .
_bulan bulan haram, ialah *Rajab, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.*_

مجموع الفتاوى (٢٩١/٢٥)
Majmu’Al Fatawa 25\291

2 *Ketika Tiba Bulan Haram, Maka Allah larang engkau untuk berbuat maksiat*

فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

_“Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan (haram) yang empat itu“ (At Taubah ayat 36)_

3 *Sebagaimana Allah menganggungkan Bulan Haram, maka Allah jadikan segala bentuk dosa dan kebaikan di dalamnya lebih besar dari hari hari diluar bulan haram*

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat di atas,

في كلهن، ثم اختص من ذلك أربعة أشهر فجعلهن حراما، وعظم حرماتهن، وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم.

_“(Janganlah kalian menganiaya diri kalian) dalam seluruh bulan. Kemudian Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan-bulan haram dan Allah pun mengagungkan kemuliaannya._

_Allah juga menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan didalamnya lebih besar._

_Demikian pula, Allah pun menjadikan amalan shalih dan ganjaran yang didapatkan didalamnya lebih besar pula”_

(Tafsir Ibnu Katsir: 3/26).

Qotadah rahimahullah menafsirkan ayat di atas,

فإن الظلم في الأشهر الحرم أعظم خطيئةً ووِزْرًا، من الظلم فيما سواها, وإن كان الظلم على كل حال عظيمًا، ولكن الله يعظِّم من أمره ما شاء.

_“Karena kezhaliman yang dilakukan pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dari pada kezhaliman yang dilakukan pada bulan-bulan selainnya._

_Walaupun zhalim dalam setiap keadaan itu (pada hakekatnya) perkara yang besar (terlarang), akan tetapi Allah menetapkan besarnya sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.”_

4 *Maka Sekarang kita berada di Dzul Hijjah, salah satu bulan haram. Mari kita sambut*

قال العلامة ابن عثيمين عليه رحمات رب العالمين – :
_Al Allamah Ibnu Utsaimin ‘Alaihi Rahmatu Rabbil ‘Alamin berkata:_

….. وإنكم اليوم تستقبلون الأشهر الحرم الثلاثة
_sesungguhnya kalian hari ini telah menghadapi bulan bulan haram yang ke tiga_

فلا تظلموا فيهن أنفسكم التزموا حدود الله تعالى
_maka janganlah kalian menzhalimi diri diri kalian di dalamnya, patuhilah hukum hukum Allah Ta’ala_

أقيموا فرائض الله واجتنبوا محارمه

_tegakkanlah kewajiban kewajiban Allah, dan jauhilah hal hal yang diharamkanNya_

أدوا الحقوق فيما بينكم وبين ربكم وفيما بينكم وبين عباده .
_tunaikkanlah hak hak pada apa yang terdapat di antara kalian dengan Rabb kalian. Dan pada apa yang terdapat diantara kalian dan hamba hambaNya_

الضياء اللامع (٧٠٤/٩)
Adh Dhiya’ul Lami’ 9\704

*مجمــوعــات*

_مؤسسة توحيد الله بسورابايا_,اندونيسيا

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah