• Sab. Sep 26th, 2020

Meluruskan Ibadah Semata Hanya Allah Ta’ala

Byadmin

Agu 31, 2020

Fawaid

Meluruskan ibadah semata hanya Allah ta’ala

Tidaklah seseorang beribadah kepada Allah melainkan agar Allah mencintai dan meridhainya. Berharap agar Allah dekat dengannya. Namun, apa jadinya, jika seseorang beribadah dengan suatu ibadah tertentu yang tidak ada tuntunan dan contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? Apakah ada jaminan baginya, bahwa Allah akan cinta dan ridha kepadanya?!

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka amalan itu tertolak!” HR. Muslim, dari Aisyah -radhiyallahu ‘anha-.

Allah berfirman :

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ [الشورى : 21]

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.

Imam At Thabari berkata, “Apakah bagi mereka, orang-orang musyrik itu, sekutu-sekutu dalam kesyirikan dan kesesatan mereka yang membuat-buat bid’ah yang Allah tidak ijinkan bagi mereka untuk berbuat bid’ah?!

Allahul musta’an

✍️ Ustadz Ali Hasan Bawazier Hafidzahullah Ta’ala