• Jum. Sep 25th, 2020

Aqidah Islamiyah (Tauhid Rububiyah) (Bag.25)

Byadmin

Agu 4, 2020

AQIDAH ISLAMIYAH (tauhid rububiyah)

Bagian 25


1. Allah dinamakan Al khaliq (Sang pencipta) sifatnya al- khalqu (menciptakan).

Allah menciptakan Langit yang luas, menciptakan bumi, menciptakan manusia, menciptakan malaikat, dan Allah menciptakan segala sesuatu,
▪️Allah ta’ala berfirman:

٭الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَ رْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا

“yang memiliki kerajaan langit dan Bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.”
(Surah Al-Furqan Ayat 2)

Adapun mahluk tidak ada satupun yang sanggup menciptakan, sehebat apapun, sepintar apapun, dan sekuat apapun tidak akan sanggup menciptakan, oleh karena itu ketika manusia menyembah tuhan² selain Allah, Maka Allah murka.

▪️perhatikanlah firman Allah ta’ala ini :

يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗ وَاِنْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْـئًـا لَّا يَسْتَـنْـقِذُوْهُ مِنْهُ ۗ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ

“Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.”
(Surah Al-Hajj Ayat 73)

Allah disini menetapkan bahwa mahluk itu lemah, sifat lemahnya mahluk tidak bisa mencipta, dan Allah menetapkan bahwa Allah sajalah yang sanggup menciptakan, seekor Lalat adalah mahluk yang kita pandang hina, lemah, dan hidupnya tidak lama akan tetapi tidak ada 1 pun yang sanggup menciptakannya, walaupun seluruh makhluk berkumpul untuk mencipta lalat pasti tidak akan sanggup.

Tuhan yang di sembah sembah selain Allah tidak sanggup mencipta, maka sangatlah aneh jika manusia menyembah mahluk yang lemah, dan aneh jika ada yang minta kepada Jin, dukun, mendatangi pohon besar, adapula yang menyembah berhala, matahari, hewan dan seterusnya. Padahal mereka tidak memiliki sifat pencipta, dari sini kita hendaknya sadar akan keagungan Allah dan Allah ta’ala Rabb a’lam semesta.

Inilah sifat pertama yang terkandung dalam makna Rabb ketika kita membaca

*اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ 

Segala puji bagi Allah Rabb a’lam semesta. QS. Al-Fatihah : 2.

▪️Allah ta’ala berfirman:

اَفَمَنْ يَّخْلُقُ كَمَنْ لَّا يَخْلُقُ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

“Maka apakah (Allah) yang menciptakan sama dengan yang tidak dapat menciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
(Surah An-Nahl Ayat 17)

Allah ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ ۗ هَلْ مِنْ خَا لِـقٍ غَيْرُ اللّٰهِ يَرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ ۗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۖ فَاَ نّٰى تُؤْفَكُوْنَ

“Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan Bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?”
(Surah Fatir Ayat 3)

Perhatikan beberapa ayat di Surah Al waqi’ah.

Allah ta’ala berfirman:

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَ ۗ 

“Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.”

ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗۤ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ

“Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?”
(Surah Al-Waqi’ah Ayat 58-59)

Itu adalah bibit manusia siapakah yang menciptakannya, apakah manusia, matahari, atau berhala² itu? Tidak ada yang sanggup menciptakan kecuali hanya Allah ta’ala.

▪️Allah ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ فَا لِقُ الْحَبِّ وَا لنَّوٰى ۗ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ۗ ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ فَاَ نّٰى تُؤْفَكُوْنَ


“Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?”
*(Surah Al-An’am Ayat 95)*

Tidak ada yang bisa menumbuhkan biji²an menjadi tumbuhan, kecuali hanya Allah Subhahu wa Ta’ala.

Allah ta’ala berfirman :

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ

Pernahkan kamu perhatikan benih yang kamu tanam.

أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ

Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?
(Surat Al-Waqi’ah ayat 63-64)

Inilah sifat pertama yang terkandung dalam makna Rabb.

Disadur dari kajian Ust, Abu Ya’la Kurnaedi, di lembaga Al-Anshar Depok.

Bersambung in syaa Allah..

📝 Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
Barakallahu fiikum….