• Sab. Sep 26th, 2020

Menjadi Pengajar Dengan Hafalan yang Sedikit-Sedikit Atau Menghafal Tanpa Mengajar?

ByTeam Admin

Jul 22, 2020

Tanya Jawab Group WhatsApp UFH

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
〰〰〰〰〰〰

📥 PERTANYAAN :

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Afwan ukhty wa ummahaty fillah…
titip pertanyaan ke ustadz boleh?
Ana bingung mau memilih antara keduanya di dalam keterbatasan ana.
Sudah 3 tahun ana membantu mengajar di tempat tahsin kami. Bersamaan dengan itu kami diharuskan setoran hafalan. Qadarullaah ana ada penyakit maag akut, sering kambuh kalau banyak aktivitas. Apalagi mengajar di halaqoh kami seperti sekolahan ada silabus, artinya ada ujian tulis dan lisan mid dan semesternya.
Selama 3 tahun ini ana baru bisa menghafal 2 juz, itupun tidak mutqin.
Sekarang setoran lagi halaqoh lain yang mengharuskan setor minimal 2 halaman perpekan, berikut murojaah hafalan sebelumnya.
Dikarenakan keterbatasan kesehatan ana, sepertinya ana harus memilih.
Afdholnya ana terus mengajar, menjadi sebaik baik manusia, dengan hafalan yang sedikit-sedikit atau ana menghafal tanpa mengajarkan?

جَزَاكم اللهُ خَيْرًا وَبَارَكَ فِيْك

📨 JAWABAN :

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saran saya, sementara undur diri dari mengajarkan tahsin dan hafalan.

Fokus mengobati penyakitnya.

Dan bila sudah siap dan sehat, amalkan ilmu itu dengan mengajar dan belajar terus

Karena mengajar adalah keutamaan yang besar.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

✒️ Dijawab oleh :
Ustadz Abu Abdurrahman bin Muhammad Suud al Atsary حفظه الله تعالى

📆 12 Dzulqa’dah 1441 H/03 Juli 2020 M