• Rab. Agu 12th, 2020

    Aqidah Islamiyah (Bag. 23)

    ByTeam Admin

    Jul 20, 2020

    AQIDAH ISLAMIYAH (Beriman kepada Allah ‘azza wa jalla)

    1. Dalil fitrah :
      Banyak manusia ketika futrah mereka belum menyimpang tentang adanya Allah subhanahu wa ta’ala, tentang wujud Allah subhanahu wa ta’ala, sampai binatang pun demikian.

    Suatu kisah di zaman Nabi sulaiman alaihisalam ketika keluar meminta hujan kepada Allah subhanahu wa ta ala, nabi Sulaiman mendapati ada seekor semut tidur di atas punggunggnya dan menengadahkan tangan dan kaki-kakinya dan berdoa kepada Allah subhanau wa ta ala dan dia tau Nabi Sulaiman mengerti bahasa semut dan semut itu berkata, “Ya Allah, kami sesungguhnya adalah salah satu mahlukmu, janganlah kau cegah dari hujanmu”. Kemudian nabi sulaiman berkata kepada rakyatnya, “pulanglah kalian, kalian di beri hujan oleh doanya selain kalian”

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَا لُوْا بَلٰى  ۛ  شَهِدْنَا  ۛ  اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ ۙ

    “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”

    اَوْ تَقُوْلُوْۤا اِنَّمَاۤ اَشْرَكَ اٰبَآ ؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّنْۢ بَعْدِهِمْ ۚ اَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُوْنَ

    “atau agar kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?” (QS. Al-A’raf/7 : 172 – 173)

    1. Dalil syariat :
      Syaikh Muhamad bin shalih Al utsaimin Rahimahullah berkata, Adapun dalil syariat bahwa seluruh apa yang di bawa oleh Rasul mencangkup seluruh yang bisa memperbaiki mahluk-makhluk nya ini menunjukan bahwa yang mengutus mereka adalah Allah subhanahu wa ta’ala Rabb yang Maha pengasih lagi Maha bijaksana.

    Apalagi Al qur’an ini yang Allah turunkan di bulan Ramadhan yang semua Manusia dan Jin tidak sanggup untuk membuat yang semisalnya. Jelas ini menunjukan tentang adanya Allah subhanahu wa ta ala.

    Allah Subhahu wa Ta’ala berfirman :

    قُلْ لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الْاِ نْسُ وَا لْجِنُّ عَلٰۤى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰ نِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَا نَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا

    “Katakanlah, Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.” (QS. Al-Isra’/17 : 88)

    Tidak ada yang bisa menandingi Al qur’an karena Al qur’an turun dari Allah subhanahu wa ta ala.

    Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
    Barakallahu fiikum..

    Diringkas dari kajian Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi.