• Sab. Agu 8th, 2020

    Aqidah Islamiyah (Bag.22)

    ByTeam Admin

    Jul 20, 2020

    AQIDAH ISLAMIYAH ( Beriman kepada Allah ‘azza wa jalla)

    Manusia pertama yang Allah ciptakan Adalah nabi Adam alaihisalam (Bapak seluruh umat manusia) dan ibu kita Hawa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّا حِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَا لًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَا لْاَ رْحَا مَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

    “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa’ /4 : 1)

    Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia dalam keadaan sempuran tidak seperti pemikiran sebagian manusia yang menganggap manusia di ciptakan dalam keadaan kurang lalu berkembang hingga sempurna, justru yang ada adalah Sempurna lalu berkurang hingga sekarang sebagaimana yang di sabdakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, oleh karena itu kita harus kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasul kita ‘alaihi asalatu wasalam.

    1. Dalil indra :
      Di dalam kitab syarah aqidah wasathiyah halaman 51 Syaikh Muhamad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullahu ta’ala menyebutkan, seseorang ketika berdoa dan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kabulkan ini dalil indrawi yang menunjukan adanya Allah Subhahu wa Ta’ala.

    Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui arah Darul Qodho’. Kemudian ketika Rasulullah ﷺ berdiri dan berkhutbah. Rasulullah ﷺ kemudian menghadap kiblat sambil berdiri. Kemudian laki-laki tadi pun berkata, “Wahai Rasulullah, ternak kami telah banyak yang mati dan kami pun sulit melakukan perjalanan (karena tidak ada pakan untuk unta, ). Mohonlah pada Allah agar menurunkan hujan pada kami”. Kemudian Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya, lalu beliau pun berdo’a

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    “Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami.”

    Anas mengatakan, “Demi Allah, ketika itu kami sama sekali belum melihat mendung dan gumpalan awan di langit. Dan di antara kami dan gunung Sal’i tidak ada satu pun rumah. Kemudian tiba-tiba muncullah kumpulan mendung dari balik gunung tersebut. Mendung tersebut kemudian memenuhi langit, menyebar dan turunlah hujan. Demi Allah, setelah itu, kami pun tidak melihat matahari selama enam hari. Kemudian ketika Jum’at berikutnya, ada seorang laki-laki masuk melalui pintu Darul Qodho’ dan ketika itu Rasulullah ﷺ sedang berdiri dan berkhutbah. Kemudian laki-laki tersebut berdiri dan menghadap beliau ﷺ lalu ia mengatakan, “Wahai Rasulullah, sekarang ternak kami malah banyak yang mati dan kami pun sulit melakukan perjalanan. Mohonlah pada Allah agar menghentikan hujan tersebut pada kami.” Kemudian Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya, lalu berdo’a,

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan”

    Setelah itu, hujan pun berhenti. Kami pun berjalan di bawah terik matahari. Syarik mengatakan bahwa beliau bertanya pada Anas bin Malik, “Apakah laki-laki yang kedua yang bertanya sama dengan laki-laki yang pertama tadi?” Anas menjawab, “Aku tidak tahu.” (HR. Muslim no. 897)

    Diringkas dari kajian Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi.