• Rab. Agu 12th, 2020

    Aqidah Islamiyah (Bag.21)

    ByTeam Admin

    Jul 20, 2020

    AQIDAH ISLAMIYAH (Beriman kepada Allah ‘azza wa jalla)

    Adapun yang kita dapatkan dari sebagian teori bahwa nenek moyang kuta itu tidak dapat berbicara padahal nenek moyang kita Adam alaihisalam Allah ciptakan sebagai khalifah di atas muka bumi ini.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

    “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah/2 : 30)

    Kemudian Allah ajarkan adam segala sesuatu
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَ سْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰٓئِكَةِ فَقَا لَ اَنْبِۢـئُوْنِيْ بِاَ سْمَآءِ هٰۤؤُلَآ ءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

    “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman, Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar” (QS. Al-Baqarah/2 : 31)

    Nabi Adam ‘alaihissalam mengerti apa yang di ajarkan oleh Allah Subhahu wa Ta’ala bahkan di zaman Nabi adam sudah ada kapak yang sebagaimana di jelaskan oleh Nabi shalallahu alaihi wasalam.

    Hadist Riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika Allah menciptakan Adam dan Allah meniupkan ruh kepadanya, Nabi Adam bersin dan mengucapkan (Alhamdulillah), Nabi Adam memuji Allah dengan izinNya. Allah subhanahu wa ta’ala Rabbnya berfirman ya harmukallah ya Adam (semoga Allah merahmati engkau ya Adam) kemudian Nabi Adam di perintahkan oleh Allah untuk pergi kepada para malaikat kemudian ucapkanlah salam, (Assalamu’alaikum) kemudian di jawab oleh para malaikat (Alaikasalam warahmatullah).

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ “لمَاَّ خَلَقَ اللهُ تَعَالَى آدَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ نَفَرٍ مِنَ الَمَلاَئِكَةِ جُلُوسٌ فَاسْتَمِعْ مَايُحَيُّونَكَ فَإنَّهَا تَحَيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ. فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ، فَقَالُوا: السَّلاَم ُ عَلَيْكَ وَرَحْمةُ اللهِ، فَزَادُوهُ: وَرَحْمةُ اللهِ” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

    Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika Allah menciptakan Adam ‘alaihis sallam, Allah berfirman, ‘Pergilah engkau, lalu ucapkanlah salam keapda mereka itu—sekelompok malaikat yang sedang duduk—kemudian dengarkanlah salam penghormatan mereka kepadamu, maka itu adalah salam penghormatanmu dan keturunanmu.’ Adam pun mengucapkan, ‘Semoga keselamatan atasmu dan rahmat Allah.’ Kemudian mereka menambahkan, ‘Dan rahmat Allah’” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 3326]

    Diringkas dari kajian Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi.