• Rab. Agu 12th, 2020

    Aqidah Islamiyah (Bag.20)

    ByTeam Admin

    Jul 20, 2020

    AQIDAH ISLAMIYAH ( Beriman kepada Allah ‘azza wa jalla)

    Ketika kita berbicara mengenai Al qur’an ada adabnya.

    Allah Subhahu wa Ta’ala berfirman:

    وَاِ ذَا قُرِئَ الْقُرْاٰ نُ فَا سْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَ نْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

    “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf/7: 204)

    Karena Allah maha mengetahui, adapun ilmu manusia sangat-sangat lah sedikit jika di bandingkan dengan ilmu Allah Subhahu wa Ta’ala.

    Allah Subhahu wa Ta’ala berfirman:

     ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

    Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah/2 : 216)

    Dan ilmu manusia jika di bandingkan dengan ilmu Allah Subhahu wa Ta’ala ibarat kita mencelupkan jari kita kedalam lautan dan kit angkat lalu tetesan itulah gambaran ilmu kita, adapun ilmu Allah sangat luas sekali tidak bisa di bandingkan.
    Oleh karena itu kita harus memiliki adab di hadapan Al qur’an dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak boleh mendahului Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana di benarkan manusia berbicara tentang asal kejadian manusia itu sendiri yang sangat jauh dimana manusia tidak menyaksikan cara penciptaannya itu.

    Allah Subhahu wa Ta’ala berfirman :

    مَاۤ اَشْهَدْتُّهُمْ خَلْقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَلَا خَلْقَ اَنْفُسِهِمْ ۖ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّيْنَ عَضُدًا

    “Aku tidak menghadirkan mereka (Iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.”
    (QS. Al-Kahf/18 : 51)

    Kemudian dalam surah Az-Zukhruf, Allah mencela musyrikin yang mengatakan bahwa malaikat itu adalah wanita (anak-anaknya Allah Subhanahu wa Ta’ala ). Banyak sekali di dunia ini orang yang mengada-ngada dengan teori mereka bahwa manusia itu begitu dan begini oleh karena itu Allah Subhahu wa Ta’ala berfirman,

    وَجَعَلُوا الْمَلٰٓئِكَةَ الَّذِيْنَ هُمْ عِبَا دُ الرَّحْمٰنِ اِنَا ثًا ۗ اَشَهِدُوْا خَلْقَهُمْ ۗ سَتُكْتَبُ شَهَا دَتُهُمْ وَيُسْئَــلُوْنَ

    “Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.”
    (QS. Az-Zukhruf/43 : 19)

    Dalam surah At – Tin Allah Subhahu wa Ta’ala berfirman:

    لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ۖ

    “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,”
    (QS. At-Tin/95 : 4)

    Allah muliakan manusia, bagaimana kita tidak memuliakan nenek moyang kita, dan nenek moyang kita sangat mulia Adam Alaihisalam, dan ini manusia pertama kali ( awalun nas) itu sudah sempurna dan wajahnya indah bentuknya indah, bahkan dalam sebuah keterangan kita orang-oranh yang beriman akan masuk surga dalam bentuk Adam.

    Di dalam hadits shahih riwayat Bukhari

    فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْـجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ،

    Setiap orang masuk surga tubuhnya akan berpostur seperti Adam dan tingginya mereka itu 60 hasta.

    Dan dalam hadits riwayat Imam Muslim di sebutkan

    فَلَمْ يَزَلِ الْـخَلْقُ يَنْقُصُ حَتَّى الْآنَ

    “Anak cucu Adam diciptakan semakin mengecil hingga sekarang.”

    Diringkas dari kajian Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi.