• Rab. Agu 12th, 2020

    Aqidah Islamiyah (Bag.18)

    ByTeam Admin

    Jul 20, 2020

    AQIDAH ISLAMIYAH (Beriman kepada Allah ‘azza wa jalla

    Apa yang di maksud dengan Iman?

    Sebagian orang mengatakan bahwa iman itu adalah tasdik yakni (membenarkan/pembenaran),
    Syaikh Muhamad bin Shalih Al Utsaimin berkata bahwa hal itu tidak benar karena iman itu memiliki makna lebih dari sekedar tasdik, di dalam keimanan ada i’tiraf dan ikrar (ada pengakuan dan pengikraran) yang menuntut untuk meneriman akhbar (kabar-kabar), tunduk pada hukum-hukum Allah subhanahu wa ta’ala, adapun hanya sekedar tasdik (membenarkan/pembenaran) maka bukanlah iman.

    A. Beriman kepada Allah

    Ulama berkata bahwa beriman kepada Allah mencakup 4 perkara :

    1. Beriman tentang adanya Allah ta’ala.
    2. Beriman kepada Rububiyah Allah.
    3. Beriman kepada uluhiyah Allah.
    4. Beriman kepada Asma wa sifat.

    Maksudnya : Orang yang tidak mengimani adanya Allah tidak di sebut mukmin, orang yang beriman adanya Allah tapi tidak beriman tentang Rububiyah tidak di sebut mukmin, orang yang beriman kepada Adanya Allah, beriman tentang tauhid Rububiyah, namun tidak mengimani uluhiyah Allah maka bukanlah mukmin, orang yang beriman dengan tiga hal di atas tetapi tidak beriman dengan asma wa sifat Allah belum dikatakan beriman, akan tetapi ke 4 ini ada perinciannya bukan di sini tempatnya.

    B. Beriman tentang adanya Allah subhanahu wa ta’ala

    Dalil-dalil tentang hal ini ada 4 :

    1. Dalil akal
    2. Dalil indrawi
    3. Dalil Fitrah
    4. Dalil syariat.
    5. Dari sisi Akal
      Pertanyaan : Apakah Alam semesta ini ada dengan sendirinya?
      Jawaban : Apabila alam semesta ini terjadi begitu saja tanpa ada yang menciptakan maka itu adalah hal yang mustahil dan tidak masuk akal.

    Pertanyaan : Apakah mahluk2 yang ada, tercipta begitu saja secara tiba-tiba?

    Jawaban : Apabila seluruh mahluk tiba-tiba ada dengan sendirinya maka hal ini juga mustahil, secara akal oleh karena itu kita harus memperhatikan alam semesta ini dengan khidmat bahwa alam semesta ini ada yang menciptakan.

    Diringkas dari kajian Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi.