• Sab. Agu 8th, 2020

    Keistimewaan Amal Sholih 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

    Byadmin

    Jul 19, 2020

    Keistimewaan Amal Sholih 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

    Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma bahwa Rosulullah ﷺ bersabda:

    ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام ـ يعني أيام العشر ـ قالوا يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

    “Tidaklah ada hari-hari dimana amalan sholih lebih Allah cintai selain hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para shohabat bertanya, “Wahai Rosulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau bersabda, “Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali orang yang keluar berperang dengan jiwanya dan hartanya kemudian dia tidak kembali dengan sesuatupun.” (HR. Al-Bukhori 969, Abu Dawud 2438, At-Tirmidzi 757)

    Dari Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah ﷺ ditanya tentang puasa pada hari Arofah, beliau menjawab:

    يكفر السنة الماضية والباقية

    “(Puasa Arofah itu) menggugurkan dosa-dosa satu tahun sebelumnya dan setelahnya.” (HR. Muslim 1162)

    Kita simak penjelasan Syaikh Al-‘Allamah Al-Utsaimin terkait kedua hadits di atas. Beliau berkata, “Hadits pertama berisi anjuran puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hal itu ditunjukkan oleh sabda Nabi ﷺ, ”Tidaklah ada hari-hari dimana amalan sholih lebih Allah cintai selain hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).”

    Adapun yang dimaksud amalan sholih meliputi sholat, shodaqoh, puasa, dzikir, bertakbir, membaca Al-Qur’an, berbakti kepada kedua orang tua, silaturrohim, berbuat baik kepada manusia, berbuat baik kepada tetangga serta amalan-amalan kebaikan yang lain.

    Tidaklah ada hari-hari dalam setiap tahunnya lebih Allah cintai selain amal sholih yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para shohabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau bersabda, “Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali orang yang keluar berperang dengan jiwanya dan hartanya kemudian dia tidak kembali dengan sesuatupun.”

    Hadits ini juga menunjukkan bahwa jihad berperang di jalan Allah merupakan amalan yang utama sebab itu ditanyakan oleh para shohabat, “Tidak pula jihad di jalan Allah?”

    Faidah lainnya yang ditunjukkan oleh hadits Ibnu Abbas adalah keutamaan amalan yang tidak setiap orang mampu mengerjakannya yaitu berjihad di jalan Allah dengan jiwanya dan hartanya membawa senjata dan hewan tunggangannya lalu dia mati terbunuh dan musuhnya mengambil senjatanya beserta hewan tunggangannya. Maka orang seperti ini dikatakan telah mengorbankan jiwanya dan hartanya di jalan Allah dan dia seutama-utama mujahid fi sabilillah.

    Amalan seperti itu lebih utama dari amalan lain yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Namun apabila jihadnya itu dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah tentu keutamaannya menjadi berlipat ganda.

    Kemudian hari yang juga dianjurkan berpuasa padanya adalah hari Arofah. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits Abu Qotadah di atas, “(Puasa Arofah itu) menggugurkan dosa-dosa satu tahun sebelumnya dan setelahnya.”

    Yaitu satu tahun yang telah berlalu karena hari Arofah berada di bulan terakhir dalam setahun serta menggugurkan dosa satu tahun sesudahnya. Maka keutamaannya menggugurkan dosa selama dua tahun.” (Syarh Riyadhussholihin 3/504-505)

    https://t.me/manhajulhaq