• Sab. Sep 26th, 2020

Hukum Imunisasi

ByTeam Admin

Jul 18, 2020

Tanya Jawab Group WhatsApp UFH

Nama : Isna
Domisili : Kendari
Grup UFHA : 5

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
〰〰〰〰〰〰

📥 PERTANYAAN :

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Afwan ustadz. Saya pernah mendengar tentang adanya pro-kontra imunisasi. Karena pada zaman Rasulullah tidak ada imunisasi hanya mentahnik. Namun, beredarnya rumor imunisasi haram dikarenakan mengandung unsur babi membuat sebagian orang tidak melaksanakan imunisasi dengan alasan “di zaman nabi tidak perlu imunisasi sudah sehat”. Lalu bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim yang baik menyikapi hal tersebut?
Apakah perlu dilakukannya imunisasi sesuai ajaran sunnah?


شكرا

📨 JAWABAN :

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Imunisasi itu masalah kedokteran dan adanya kedaruratan.

Boleh saja bila dibutuhkan dan ada rekomendasi dari yang kompeten yaitu dokter dan bidan.

Para ulama membolehkan imunisasi, dan itu pendapat jumhur.

Meskipun kami tidak akan mengimunisasi anak, kecuali diperlukan.

Setiap anak lahir dengan imunitas dalam dirinya.


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

✒️ Dijawab oleh :
Ustadz Abu Abdurrahman bin Muhammad Suud al Atsary حفظه الله تعالى

📆 “6 Dzulqa’dah 1441 H/27 Juni 2020 M”