Berhias dengan Adab yang Mulia

Berhias dengan Adab yang Mulia

Disalin dari e-book “Rambu-Rambu Penuntut Ilmu”
Karya Ustadz Fikri Abul Hasan Hafidzahullah

Adab adalah perkataan dan perbuatan yang diajarkan oleh syariat seperti adab terhadap Allah azza wa jalla, adab terhadap Rosul-Nya صلى الله عليه وسلم ,adab menuntut ilmu, adab bermajelis, adab terhadap guru, adab berselisih pendapat dan adab-adab yang lain.
Seorang tholibul ‘ilmi dituntut berhias dengan adab-adab yang terpuji dan adab-adab yang mulia agar ilmu yang dia pelajari diberkahi oleh Allah serta mudah memahami ilmunya.
Al-Imam Muhammad bin Sirin (110H) berkata:

العلم يتعلمون كما الهدي يتعلمون كانوا
“Dahulu para Salaf mempelajari adab sebagaimana mempelajariilmu.”
(Al-Jami’li AkhlaqirRowi1/79)

Al-Imam Malik bin Anas (179H) berkata kepada salah seorang pemuda Quroisy:
العلم تتعلم أن قبل دبلأا تعلم أخي بن يا
“Wahai putera saudaraku, pelajarilah olehmu adab sebelum engkau mempelajari ilmu.”
(Hilyatul Awliya’ 3/660)

Yusuf bin Al-Husain (304 H) berkata, “Dengan memelihara adab engkau akan mudah memahami ilmu.”
(Iqtidho’ul ‘Ilmi hal.31)

Al-Imam Al-Qorofi Al-Maliki (684 H) berkata,
“Ketahuilah,bahwa sedikit adab lebih baik ketimbang banyaknya amal.
Ruwaiyim menasihati puteranya, “Wahai anakku, jadikanlah amalmu ibarat garam sedangkan adabmu ibarat tepung. Perbanyaklah adab hingga perbandingan banyaknya seperti perbandingan tepung dan garam dalam suatu adonan. Banyak adab meski sedikit amal masih jauh lebih baik ketimbang banyak amal namun kurang adab.

(Al-Furuq 4/272)

Para Ulama juga mengingatkan, bahwa banyaknya adab merupakan alamat kebahagiaan dan keberuntungan seseorang, sedangkan sedikitnya adab mengakibatkan celaka dan sengsara.

Ukhuwah Fil Hijrah