Aqidah Islamiyyah (Bag.8)

Aqidah Islamiyyah Bag 8


🔸 Islam ‘Am ( Umum ), Dan Islam Khash ( khusus ).

Ikhwati fillah,
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa semua Nabi dan Rasul membawa Islam sedangkan syari’at mereka berbeda, kitapun harus tahu bahwa dengan diutusnya Nabi dan Rasul terakhirnya maka semua manusia tanpa kecuali wajib mengimani dan mengikuti risalah yang beliau bawa, kalau tidak maka tidak dikatakan muslim, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam sebagai Nabi terakhir diutus oleh Allah ta’ala untuk seluruh umat manusia dan sebagai rahmat bagi a’lam semesta, Allah ta’ala berfirman :

و ما أرسلناك إلا رحمة للعالمين

Tidaklah kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam. (QS. Al-Anbiya : 107).

Allah ta’ala berfirman :

قل يا أيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا الذي له ملك السماوات و الأرض لا إله إلا هو يحيي و يميت فئامنوا بالله و رسوله النبي الأمي الذي يؤمن بالله و كلماته و اتبعوه لعلكم تهتدون

Katakanlah : Hai manusia, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan ( yang berhak disembah ) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, ( yaitu ) Nabi yang ummi yang beriman kepadanya kalimat-kalimatNya, ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Al-A’raf : 158 ).

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah mengatakan :
” Islam dengan makna yang umum adalah beribadah kepada Allah dengan syari’at-Nya sejak Allah utus para Rasul sampai tegaknya hari kiamat, Sebagaimana Dia azza wa jalla telah menyebutkan hal tersebut dalam banyak ayat yang menunjukkan bahwa semua syari’at yang telah lalu adalah Islam lillaah ( penyerahan diri kepada Allah azza wa jalla ), Allah ta’ala berfirman tentang Nabi Ibrahim :
” ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami ( juga ) umat yang berserah diri kepada-Mu ” (QS. Al-Baqarah : 128).

Dan Islam yang bermakna khusus itu setelah diutusnya Nabi shallallahu alaihi wassalam, khusus untuk Islam yang dengannya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam diutus, karena Islam yang diutus dengannya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam memansukh ( menghapus ) agama-agama sebelumnya yang telah belalu, sehingga orang yang mengikuti beliau adalah muslim, dan orang yang menyelisihi beliau bukan muslim.
Pengikut para Rasul itu adalah muslim di jaman Rasul masing-masing, orang-orang Yahudi adalah orang-orang muslim di jaman Nabi Musa ‘alaihissalam, orang-orang Nasrani adalah orang-orang muslim di jaman Nabi Isa ‘alaihissalam, adapun setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam diutus kemudian mereka mengingkari beliau shallallahu alaihi wassalam maka mereka itu bukan orang-orang muslim ( tidak disebut orang Islam ).
(Syarh tsalatsatil Ushul, karya Syekh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah, hal : 18-19 ).

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi dan Nashrani, mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya (yaitu agama Islam), kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim no. 153)

lafadz “الْأُمَّةِ “ pada hadits diatas bermakna Ummat Dakwah yang artinya seluruh manusia, bukan bermakna Ummat Ijabah yang artinya umat Islam.

Jadi siapa saja manusia yang mendengar tentang Nabi Muhammad maka wajib baginya untuk beriman kepadanya dan bagi siapa saja yang tidak beriman, maka pasti akan masuk ke dalam api neraka, wal ‘iyadzubillah.

Oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Hafidzahullah

Ukhuwah Fil Hijrah