Aqidah Islamiyyah (Bag.6)

Aqidah Islamiyyah Bag 6


Ikhwati fillah, Setiap muslim wajib bangga dengan Agama Islam, sebagimana Firman Allah ta’ala:

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ – ٣٣

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)” (QS. Fussilat: 33)

Ikhwati fillah, perlu ditegaskan kembali bahwa dakwahnya para Nabi dan Rasul itu satu yaitu dakwah tauhid, dari mulai Rasul yang pertama yaitu Nabi Nuh, kemudian Nabi Hud, Nabi Syu’aib dan seterunya alaihimusslam, semuanya berdakwah dengan dakwah tauhid, semuanya mengatakan :

يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ

Hai kaumku, sembahlah Allah saja, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.
(lihatlah QS. Al-A’raf : ayat 59, 65, 77 dan 85).

Begitu juga dengan dakwah Nabi Muhammad ﷺ, dakwahnya adalah dakwah tauhid, Allah ta’ala berfirman :

قل هذه سبيلي أدعو إلى الله على بصيرة أنا و من اتبعني و سبحان الله و ما أنا من المشركين

Katakanlah ( Muhammad ), ” inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak ( kamu ) kepada Allah dengan yakin, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. Yusuf : 108 ).

Rasulullah shallallahu alaihi wassalam telah mengirimkan beberapa surat kepada para raja, diantaranya kepada Heraclius masuk Islam dan agar mentauhidkan Allah ta’ala, isi surat beliau shallallahu alaihi wassalam kepada Hiraclius sebagai berikut ini :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ: سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الهُدَى، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أَدْعُوكَ بِدِعَايَةِ الإِسْلاَمِ، أَسْلِمْ تَسْلَمْ، يُؤْتِكَ اللَّهُ أَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ، فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّ عَلَيْكَ إِثْمَ الأَرِيسِيِّينَ ” وَ يَا أَهْلَ الكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَنْ لاَ نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ.

Bismillahir rahmanir rahiim,
Dari Muhammad, hamba Allah dan utusan-Nya
Kepada Heraclius, raja Romawi salaamun ‘ala manit-taba’al huda (keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk),
selanjutnya Saya mengajak anda dengan seruan Islam, Masuklah Islam, niscaya anda akan selamat, Allah akan memberikan pahala kepadamu dua kali, jika Anda berpaling (tidak menerima) maka anda menanggung semua dosa kaum Arisiyin ( dosa rakyatmu ), Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Ali Imran: 64).
HR. Bukhari : 7

Inilah surat yang ditulis oleh Nabi Muhammad ﷺ kepada raja Heraclius, yang mana menunjukkan bahwa semua dakwah beliau dan dan para Nabi sebelum beliau mendakwahkan kalimat yang sama

Oleh ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Hafidzahullah

Ukhuwah Fil Hijrah