Ikhlas Modal Utama Penuntut ilmu ( Bagian 1)

Menuntut ilmu syar’i termasuk amal ibadah yang utama dalam mendekat kandiri kepada Allah sehingga disyaratkan padanya niat yang ikhlas karena Allah.
Ikhlas artinya memurnikan niat dalam bertaqorrub, membersihkan hati dari tujuan- tujuan tercela seperti ingin dipuji,takut dicela, ingin diakui, mencari popularitas atau ambisi-ambisi duniawi yang lainnya.

Allah berfirman:

الدين له مخلصين الله ليعبدوا لاإ أمروا وما

“Tidaklah mereka diperintah melainkan agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya.”
(Al-Bayyinah:5)

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

به ليصيب لاإ يتعلمه لاالله وجه به يبتغى مما علما تعلم من القيامة يوم الجنة عرف يجد لم الدنيا من عرضا

“Barang siapa yang mempelajarii lmu yang seharusnya hanya mengharapkan Wajah Allah tetapi dia mempelajarinya untuk tujuan memperoleh dunia (harta dan kedudukan) kelak dia tidak akan mendapatkan aroma surga pada hari kiamat.” (HR.Ahmad 8457, Abu Dawud 3664, Ibnu Majah 252, Shohih Ibnu Hibban 78, Musnad Abu Ya’la 6373, Al-Baihaqi dalam “Syu’abul Iman” 1634 dishohihkan oleh Syaikh bin Baz dan Syaikh Nashir)

Syaikh Al-‘Allamah Adzhim Abadi (1319 H) rohimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud mengharap Wajah Allah dalam hadits ini adalah ikhlas yang dicari hanya keridhoan Allah.”(Aunul Ma’bud 5/202)

Pentingnya ikhlas dalam menuntut ilmu juga disampaikan olehSyaikh Al-‘Allamah Bakr Abu Zaid rohimahullah:

صدق في نيتك يشوب ما كل من التخلص التزم ف وعليه لأ سلما وجعله قران لأا على التفوق و الظهور كحب الطلب طلب أو سمعة أو تعظيم أو المأو جاه من وأعراض غراض إليك الناس وجوه صرف أو محمدة

“Wajib atas para penuntut ilmu senantiasa membersihkan hatinya dari segala hal yang mengotori niatnya dalam mempelajari ilmu seperti senang menonjolkan diri, merasa diatas kawan selevel, serta menjadikan ilmunya sebagai tangga untuk meraih ambisi duniawi seperti kedudukan,harta,penghormatan,ingin didengar, mencari pujian atau ingin memalingkan wajah manusia kepadanya.

العلم بركة وذهبت أفسدتها النية شابت إذا الها وأمث هذه فإن الله لغير رادة لإا شوب من نيتك تحمي أن عليك يتعين ولهذا الحمى وتحمي بل الى تع

Semua tujuan itu bila telah mencampuri niat seseorang dalam menuntut ilmu maka akan merusaknya dan menghilangkan keberkahan ilmu yang dipelajarinya. Oleh sebab itu,wajib atas dirimu menjaga niat dari tujuan-tujuan selain Allah serta melindunginya.” (Hilyah Tholibil’Ilmihal.10)

Maka keikhlasan menjadi faktor utama yang menentukan berkah tidaknya ilmu seseorang. Keikhlasan juga yang menentukan diterima atau ditolaknya amalan.Sebanyak apapun ilmu yang dipelajari namun jika luput dari niat yang ikhlas, ilmu itu akan menjadi bumerang dan menjerumuskan pemiliknya ke dalam api neraka.

Disalin dari e-book “Rambu-Rambu Menuntut Ilmu”
Karya ustadz Fikri Abul Hasan Hafidzahullah


Ukhuwah Fil Hijrah