• Rab. Agu 12th, 2020

    Hati Yang Mati, Lalu Allah Berkenan Memberi Anugerah Kehidupan Kepadanya

    Byadmin

    Jun 19, 2020

    Fawaid edisi khusus

    Bagian satu

    🖊️ Ustad Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.


    Allah subhanahu wa taala berfirman,

    أومن كان ميتاً فاحييناه و جعلنا له نورا تمشى به في الناس كمن مثله في الظلمات ليس بخارج منها


    Atau kah orang orang yang mati (hatinya) kemudian ia Kami hidupkan dan Kami berikan cahaya kepadanya yang dengan cahaya itu ia berjalan di tengah manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam kegelapan yang ia tidak dapat keluar darinya ?.

    QS. 6 Al an’am ayat 122.


    Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,

    Setiap kebaikan kebahagiaan yang di miliki oleh manusia, bahkan oleh setiap mahluk berpangkal pada kesempurnaan hidup dan cahayanya,

    Kehidupan dan cahaya adalah pangkal dari setiap kebaikan.

    Allah subhanahu wa taala memadukan dua hal, kehidupan dan cahaya.

    Dengan kehidupan seorang memiliki kekuatan, pendengaran, pengelihatan, rasa malu, harga diri, keberanian, kesabaran, dan setiap sifat mulia lainnya.

    Dengan kehidupan (jiwa), seorang bisa mencintai kebaikan dan membenci keburukan,

    Semakin kuat kehidupan (jiwa) yang di miliki seorang, semakin kuatlah sifat sifat tersebut,

    Tetapi semakin lemah kehidupan (jiwa) nya, maka semakin lemah sifat sifat tersebut.

    rasa malunya terhadap barbagai keburukan sesuai dengan kadar kehidupan dalam dirinya.

    Hati yang sehat dan hidup, apabila di hadapkan kepada berbagai keburukan, akan membenci dan menjauhinya di sebabkan karakter yang di milikinya.

    Ia tidak akan menoleh kepada keburukan itu,

    Berbeda hanya hati yang mati, ia tidak bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan,

    Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu berkata,

    هلك من لم يكن له قلب يعرف به المعروف و ينكر به المنكر.


    Calaka seorang yang tidak memiliki hati yang bisa di gunakan mengenali yang maruf dan tidak mengingkari kemungkaran.

    (Lihat majmauz zawahid 5/275).


    Bersambung insya allah