• Rab. Agu 12th, 2020

    Bagaimana Hukum Mengecat Rambut Yang Belum Beruban?

    Byadmin

    Jun 14, 2020

    Banyak fatwa dari Ulama tentang masalah ini, dan dalam kesempatan ini kami menurunkan perkataan Syekh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah sebagai jawaban sebuah pertanyaan yang terkait masalah hukum mewarnai rambut:

    ( ٥٥٢٨ ) يقول السائل : هل يجوز للفتاة أن تصبغ الشعر؟ وهل حُرم صبغ الشعر في الشريعة الإسلامية؟

    فأجاب – رحمه الله تعالى – : صَبغ الشعر من الفتاة ومن غير الفتاة جائز إذا كان بغير السواد بل إنه مأمور به؛ كتغيير الشيب، وأما إذا كان بالسواد فإنه محرم؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم (غَيِّروا هذا الشَّيبَ وجَنِّبُوهُ السَّوادَ)، والأمر يقتضي الوجوب، ثم إنه محاولة لتغيير خلق الله وقلب الأمر إلى خلاف ما قضاه وقدره؛ لأن الرجل الذي شاب أو المرأة التي شابت إذا صبغت بالأسود معناه كأنها تقول أو كأنه يقول: أنا أرد هذا الأمر الذي ظهر علامة على الشيب، أرده إلى السواد لأبقى شاباً، وهذا أشبه ما يكون بفَلج الأسنان ونحوها الذي ورد فيه الوعيد، فهذا الإنسان يضاد الله تبارك في قضائه لأجل أن يعود الشعر الدال على الشيخوخة والكبر شعراً دالًّا على الشبيبة فلهذا نقول: يَحرُمُ أن يُصبغ الشعر الأبيض بالسواد من رجل أو امرأة في الرأس أو في اللحية.

    (5524) Seorang bertanya: Apakah boleh seorang pemudi mengecat rambut? Apakah mengecat rambut diharamkan dalam Syariat Islam?

    Beliau rahimahullah menjawab:
    Mengecat rambut untuk pemudi atau bukan pemudi itu boleh jika tidak menggunakan warna hitam, bahkan hal tersebut diperintahkan seperti merubah uban, adapun dengan warna hitam maka hal itu diharamkan, dengan dasar sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam : “Ubahlah uban ini dengan dan hindarilah warna hitam”.

    Perintah itu menunjukkan kewajiban, kemudian (merubah dengan warna hitam) merupakan bentuk usaha merubah ciptaan Allah, dan merubah perkara kepada penyelisihan apa yang sudah ditetapkan dan ditakdirkan oleh-Nya, karena laki-laki atau wanita yang sudah beruban jika rambutnya dicat dengan warna hitam artinya seakan-akan wanita atau laki-laki tersebut berkata: Saya menolak keadaan ini yang tampak sebagai tanda penuaan, saya kembalikan menjadi hitam agar tetap muda.

    Hal ini mirip dengan mengikir gigi atau sejenisnya yang ada ancamannya, orang ini menentang Allah dalam qadha-Nya, untuk menjadikan rambut (beruban) yang menunjukkan penuaan kembali menjadi rambut (yang berwarna hitam) untuk menunjukkan sifat muda.

    Karena hal ini kami berkata: haram hukumnya mengecat rambut yang putih (beruban) dengan warna hitam baik laki-laki atau wanita pada rambut kepala atau pada jenggotnya (laki-laki).
    (Fatawa nurun alad-darbi: 11/44-45).

    ✒️ Dijawab oleh :
    Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi حفظه الله تعالى

    “18 Syawwal 1441 H / 10 Juni 2020 M”

    Yuk, simak tanya jawab lainnya di link berikut:

    🌐 https://ukhuwahfillhijrah.com/category/tanya-jawab-ufh/