• Sab. Agu 8th, 2020

    Bagaimana Hukum Mengecat Rambut Yang Belum Beruban?

    Byadmin

    Jun 14, 2020

    TANYA USTADZ

    Tanya Jawab Group WhatsApp UFH

    Nama : Ekka Yuliani
    Domisili : Medan
    Grup UFHA : UFH 🔟

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    〰〰〰〰〰〰

    PERTANYAAN :

    Bagaimana hukum mengecat rambut yang belum beruban?

    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum

    JAWABAN :

    Boleh, untuk lebih jelasnya, kami dahului dengan menyebutkan dua kaidah besar di bawah ini, yaitu:
    1⃣. Hukum asal ibadah adalah haram kecuali ada dalil yang mensyariatkannya.
    2⃣. Hukum asal selain ibadah adalah halal atau mubah, kecuali ada dalil yang mengharamkannya.

    Masalah mewarnai rambut atau mengecat rambut masuk dalam kaedah yang kedua, oleh karenanya ia halal dan mubah.

    Tetapi apakah mubah secara mutlak?
    Jawabannya tidak, hukum mengecat rambut yang belum beruban atau sudah beruban adalah diperbolehkan, dengan dua syarat:

    Pertama: Tidak dengan warna hitam.
    Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

    غيروا هذا الشيب و جنبوه السواد

    “Ubahlah uban ini dan jauhilah warna hitam.”
    (HR. Muslim: 2102).

    Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

    يكون قوم في آخر الزمان بالسواد يَخضِبون كحواصل الحمام لا يرِيحون رائحة الجنة

    Akan ada suatu kaum di akhir zaman, yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti tembolok merpati mereka itu tidak bisa mencium bau Surga.
    (HR. Abu Dawud: 4212 , An-Nasai: 5070, hadits ini dinyatakan Shahih oleh Syekh Al-Albaniy: 2/547 no: 4212).

    Perlu diketahui bahwa warna dan bahan warna yang digunakan untuk mengecat rambut ada tiga jenis:
    1⃣. Warna yang diperintahkan, seperti henna (pacar).
    2⃣. Warna yang dilarang, yaitu warna hitam untuk merubah uban.
    3⃣. Warna yang didiamkan oleh Allah (tidak ada keterangan dilarang atau diperintahkan), untuk yang ketiga ini hukum asalnya adalah Halal.
    (Lihat Liqaat albab almaftuh: 1/550-551).

    Jadi jika ingin mewarnai rambut hindari warna hitam, bisa dengan apa yang telah disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

    إن أحسن ما غُيِّر به الشيب الحِنَّاء و الكَتَم.

    Sesungguhnya bahan yang paling baik untuk diubahnya rambut beruban adalah pacar dan inay.
    (HR. Abu Dawud: 4205, Tirmidzi: 1753, Ibnu Majah: 3622, hadits ini dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albaniy dalam Shahih sunan Abi Dawud: 2/545, no: 4205).

    Dan boleh mewarnai dengan warna lain seperti: merah, kuning, warna ad-ham (antara hitam dan merah), atau warna-warna yang lain, dan hindari juga menggunakan zat yang membahayakan bagi rambut atau kesehatan, walaupun dengan warna dari zat kimia maka konsultasikan dulu dengan Dokter ahli apakah berbahaya atau tidak.

    Kedua: Tidak meniru-niru kaum kafir atau wanita kafir.
    Hal ini didasarkan dengan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam:

    من تشبه بقوم فهو منهم

    Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.
    (HR. Abu Dawud: 4031).