• Rab. Agu 12th, 2020

    Bagaimana dengan Ramadhan Kita? (2)

    Byadmin

    Jun 12, 2020

    Usahakan engkau memasuki Ramadhan dengan hati yang tenang dan lapang, selapang pagi hari yang cerah.

    Hati adalah sarang gelap dan terangnya jiwa, bila hati di tumbuhi virus, maka sungguh ketenangan jiwa tiada akan di dapat.

    3) persiapakan diri dengan ilmu.

    Ilmu yang akan membedakan seorang dengan kebodohan, baik dalam tindakan, ucapan, dan langkah yang di ambil.

    Demikian juga dengan Ramadhan,

    Wajib bagimu, untuk berilmu tentangnya,

    Karena bulan ini merangkum semua kebaikan dalam hari hari dalam setiap tahunnya.

    Ilmu tentang puasa dan seluk beluk nya, ilmu tentang masjid, i’tikaf, shalat tarawih, zakat, sedekah, adab adab terhadap Al Qur’an, dan ilmu yang terkait Masalah khusus kewanitaan. Dan lainnya.

    4) persiapan kondisi fisik dan waktu, agar Sempurna menghadapi ramadhan.

    Sebagian orang, mereka tidak mengetahui cara memenejemen waktu, waktunya terbuang sia sia, tanpa faidah dunia dan agama.

    Maka, tidak ada waktu dan alasan lagi, untuk tidak memulai dari hari ini,

    Kita berupaya mengatur kembali waktu waktu kita, terutama terkait Ramadhan.

    Ingat, Dunia telah mengajak kita untuk ber rivalitas, bertarung, dan selama ini kita telah di pecundangi oleh nya.

    Dan kita telah bergelut sebelas bulan sebelumnya, apakah ketamakan pada dunia ini akan terus kita bawa, hatta saat masuk Ramadhan???

    Ulama dahulu, sebagian mereka, meliburkan diri sejak masuk bulan Syaban, untuk fokus persiapan lahir batin menghadapi Ramadhan.

    Mereka menata kembali ibadah, hati, dan amal amal mereka yang lain.

    Benar, kita tidak memaksa orang lain agar seperti itu,

    Namun, paling tidak, ada keseriusan dalam niat dan keinginan untuk berubah, kapan lagi bila bukan hari ini???.

    Kesempatan tiada datang dua kali.

    Maka perbaiki niat mu, maka Allah akan membuktikan kejujuran nya.

    Betapa seorang belum tersadar dari tidurnya, namun sesaat sebelum masuk Ramadhan, ia bangkit dari tidurnya, menyesali perbuatannya selama ini yang lalai,

    Dan dengan kejujuran niatnya, niat itu melampaui orang orang yang telah mempersiapkan diri dengan ibadahnya. Subhanallah.

    Saudara ku masih ada waktu, bergegaslah.

    Bagaimana contoh mengelola waktu di Ramadhan

    Baik,

    Di sini sedikit saya akan berikan gambaran pengelolaan waktu, meskipun kita tau, tidak semua orang sama dalam waktu waktu nya dan kondisi yang di hadapinya.

    Namun secara umum, bisa di petakan.

    Bila semua memiliki kemauan dan kejujuran niat.

    Sedikit gambaran umum (dengan meninggalkan TV dan kesibukan lain yang melalaikan):

    – Bangun jam 02,30- subuh.

    Kita bisa persiapan sahur, di sela selanya perbanyak istighfar dan doa.

    Sahur dengan keluarga dengan sederhana di akhir waktu sahur.

    Persiapan sebaik mungkin untuk shalat subuh.

    Mengkondisikan Putra dan putri serta diri.

    – bada subuh sampai waktu awal Dhuha.

    Bisa kita gunakan untuk dzikir, baca dzikir pagi, tilawah Al Qur’an dan mendengarkan kajian (offline dan online) dengan syarat kita gusur dulu keinginan tidur.

    Shalat Dhuha.

    – waktu Dhuha sampai Dzuhur.

    Kita bisa gunakan untuk aktivitas (kerja dan kesibukan)

    Tidur qolilullah.

    – setelah Dhuhur sampai asar.

    Tilawah Al Qur’an.

    Istirahat

    Aktivis.

    – setelah waktu asar sampai maghrib.

    Bisa di gunakan untuk dzikir sore dan tilawah Al Qur’an.

    Mengkondisikan putra putri.

    Persiapan buka puasa.

    – maghrib sampai isya.

    Buka puasa dan waktu untuk keluarga.

    – waktu isya sampai jam 9.

    Tilawah Al Qur’an setelah buka puasa.

    Persiapan isya dan tarawih.

    Isya dan tarawih.

    Setelah tarawih, gunakan untuk istirahat atau tilawah sejenak.

    – jam 9- menjelang jadwal awal.

    Istirahat.

    Tentu tidak semua jadwal yang di buat seindah guratan tulisannya.

    Namun paling tidak kita sudah membuat skala dan prioritas dalam Ramadhan tahun ini.

    Semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan kita, menyampaikan umur kita pada Ramadhan dan menerima seluruh ibadah kita.

    Maraji:

    – taisir Karimi rahman fi tafsir kalamim manan.
    – tafsir Ibnu Katsir.
    – Lathaiful Ma’arif
    – ad da wa ad dawaa
    – talbisul iblis
    – Az zuhd
    – fiqih ramadhan
    – Al wajiz
    – bulughul maram
    – untuk mu yang berjiwa Hanif
    – dll.

    Sidoarjo, di waktu antara Dhuhur dan asar.

    Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabbnya.