• Sab. Agu 8th, 2020

    Antara kita, ego, perasaan, dan cara beragama

    Byadmin

    Jun 12, 2020

    Fiqih dakwah

    Bagian satu


    Oleh : Ustad Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.




    Allah subhanahu wa taala berfirman,

    الذين يبلغون رسالات الله و يخشونه و لا يخشون أحدا إلا الله

    سورة ٣٣ الاحزاب ٣٩.

    Orang orang yang menyampaikan risalah (ajaran) Allah dan mereka hanya takut kepada Nya, dan tidak sedikitpun mereka takut kecuali kepada Allah.


    Juga di dalam firman Nya,

    فبما رحمة من الله لنت لهم و لو كنت فظا غليظ القلب لا نفضوا من حولك فاعف عنهم و استغفر لهم و شاورهم في الأمر

    سورة ٣ آل عمران ١٥٩.

    Maka demikianlah karena karunia dari Allah semata engkau bisa bersikap lemah lembut, sekiranya engkau bersikap keras hati tentu mereka akan menjauh darimu, maka maafkan mereka, dan mohonkan ampunan bagi mereka dan bermusyawarah dengan mereka di sebagian urusan.


    Juga di dalam firman Nya,

    و كذلك جعلناكم امة و سطا

    سورة ٢ البقرة ١٤٣.

    Dan demikianlah Kami jadikan kalian (ummat Islam) ummat yang pertengahan.


    Di riwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu,

    اتبوا و لا تبتدعوا فقد كفيتم

    Ikutilah saja dan jangan membuat buat ajaran baru, karena kalian telah di cukupkan (ajaran agama ini).


    Di riwayatkan dari Nabi shalallahu alaihi wa salam beliau bersabda,

    إن الدين يسر و لن يساد الدين إلا غلبه فسددوا و قاربوا و ابشروا

    رواه البخار.

    Sesungguhnya agama ini mudah, dan tiada seorang bersikap berlebihan kecuali ia akan di kalahkan, maka bersungguh sungguhlah, dan mendekatlah, serta bergembiralah.

    Hr Bukhari.



    Sebuah anugerah yang besar, ketika seorang Allah subhanahu wa taala berikan kepada nya hidayah kepada Islam.

    Tidak hanya sekedar Islam, namun Islam di atas sunnah,

    Manakah di antara nikmat itu yang lebih besar dari nikmat lainnya.

    Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda,

    إني ارسلت بحنفية سمحة

    رواه احمد.

    Sesungguhnya aku di utus dengan membawa agama yang Hanif (mengajarkan tauhid) lagi samhah (mudah menjalankannya).

    Adakah agama yang lebih tinggi nilainya, lebih baik syariatnya, lebih unggul ajarannya, dan lebih Rahmat terhadap makhluk dari pada Islam ?!.

    Adakah ajaran yang mengunguli aqidahnya Islam, adabnya Islam, dan ibadah serta muamalah nya Islam?!.


    Inilah Islam, yang menyerukan kepada peribadatan kepada Allah semata, meneladani Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dalam ibadah dan muamalah, dan mengajarkan kepada adab dan akhlak yang mulia lagi tinggi.

    Maka, setelah semua ini, setelah kita menerima hidayah yang besar, maka tidak ada jalan lain, kecuali kita mengikuti jalan generasi terbaik ummat ini, yakni Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan para Sahabatnya radiyallahu anhum dengan segala keistiqomahan dan keteladanan yang baik.

    Betapa hari ini, kita temui sedikit sekali orang orang yang istiqomah dan juga berusaha kuat mengamalkan manhaj ini secara baik dan terarah, kecuali yang di rahmati Allah.

    Yang ada, sebagian besar kaum muslimin, mereka menyiakan ajaran yang agung ini, mengalihkan tuntutan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan shahabat kepada isme isme, kelompok hizbiyah dan fanatisme sempit, serta individu dan dirinya sendiri.

    Keluasan Islam menjadi kesempitan, kasih sayang Islam menjadi Kungkungan adat dan fanatisme, dan kelongaran Islam menjadi sikap ekstrim dan berlebihan.

    Maka, kami ingin sedikit memberikan nasehat kepada orang orang yang komitmen kepada Islam, kepada para pemuda yang akan melanjutkan estafet perjuangan, dan orang orang yang menghabiskan umur nya dalam dakwah dan perbaikan ummat.

    Kepada orang orang yang memiliki cita cita tinggi, yang menghindari kerendahan, orang orang yang memiliki dada yang luas, yang tidak menoleh (sibuk) pada dirinya sendiri, namun yang saya maksud adalah orang orang yang tidak memperdulikan kemaslahatan kecuali bagi Islam dan kaum muslimin.