• Rab. Agu 12th, 2020

    Pembicaraan Rahasia itu dari Syaithan

    Byadmin

    Jun 11, 2020

    Fawaid

    Pembicaraan rahasia itu dari syaithan.

    Abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

    Allah subhanahu wa taala berfirman,

    إنما النجوى من الشيطان ليحزن الذين آمنوا

    Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu dari syaitan agar dengannya bersedih hati orang orang beriman.

    سورة ٢٨ المجادلة ١٠.


    Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir bin Abdillah as Sa’dy rahimahullah,

    النجوى

    Adalah pembicaraan antara dua orang atau lebih (dalam satu jama’ah secara berbisik dan rahasia) baik dalam kebaikan atau keburukan.

    Allah memerintahkan orang orang beriman membicarakan kebaikan, Al Khair adalah seluruh kebaikan, menghasung ketaatan, menunaikan hak hak Allah, sesama manusia, taqwa dan lainnya.

    Dan ayat ini (larangan berbicara rahasia dengan meninggalkan yang lain, padahal mereka berjamaah) dengan mengunakan kata umum, yang dengan nya di jauhi seluruh keharaman dan dosa.

    (Taisir Karimi rahman fi tafsir kalamim manan QS 58/ ayat 8-9)

    Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda, sebagaimana riwayat Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu, melarang berbisik bisik,

    إذا كنتم ثلاث فلا يتناجى اثنان دون الآخر من اجل أن ذلك يحزنه

    Bila kalian bertiga (berjamaah) maka jangan kalian berbicara secara rahasia, dengan meninggalkan orang kedua (lain nya), Karena hal ini bisa membuat kesedihan hati yang lainnya itu.

    Mutafaqun alaihi 6290 Muslim 2184.

    Hadits ini di cantumkan dalam bulughul maram dalam bab adab.

    Seorang muslim dalam berinteraksi dengan sesama muslim lainnya di landasi cinta kasih dan persaudaraan.

    Terlebih bila mereka hidup dalam mengemban dakwah, dan hidup bersaudara dalam sebuah jama’ah.

    Baik jama’ah itu berupa jamaah kajian, atau sebuah komunitas atau sebuah perkumpulan kebaikan.

    Landasan ketaqwaan, dan semanhaj adalah asas dari berjamaah, dan berkumpul karena Allah.

    Maka dalam berjamaah, hendaknya transparansi, saling memahami dan saling sepenanggungan, di kedepankan.

    Termasuk adab yang buruk, dan pintu pintu syaitan, adalah ketika seorang dengan yang lainnya telah bersepakat dalam komunitas kebaikan, atau yang lebih kecil dari itu, umpama dalam pertemuan kecil di sebuah kajian,

    Meninggalkan yang lain, dan melakukan pembicaraan rahasia dan berbisik,

    Yang dengannya, maka akan muncul prasangka buruk, pecahnya hati, munculnya tidak saling percaya, serta kesediaan, dan pintu pintu keburukan yang lain, yang di hembuskan syaitan di antara mereka.

    Semoga kita di beri kemudahan oleh Allah, untuk mengemban persaudaraan, menutup celah celah perpecahan dan buruk sangka diantara orang orang beriman.

    Bersaudara sepenanggungan di atas taqwa dan sepenanggungan dalam manhaj.

    Bada isya,

    Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabbnya.