Sebuah Pelajaran Untuk Rendah Hati dari Seorang Imam

Fawaid edisi khusus

Sebuah pelajaran untuk rendah hati, dari seorang imam.

Ustad abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Imam abu Hasan, Ali bin Muhammad Al mawardi (w 450 h) rahimahullah, menceritakan tentang dirinya,

“Di antara yang aku peringatkan kepadamu tentang diriku (agar engkau tidak mengikutinya),

Sesungguhnya aku pernah menulis buku tentang bab jual beli, aku berusaha mengumpulkan semua pendapat ulama di dalamnya.

Aku melelahkan diriku untuk buku tersebut, dan bersusah payah untuknya,

Sehingga ketika buku telah selesai penulisan nya, dan nyaris aku terkagum kagum kepadanya, serta aku membayangkan diriku menjadi orang yang paling hebat dalam masalah ini,

Tiba tiba hadir dua orang Badui dalam majelis ilmu ku.

Keduanya menanyakan tentang jual beli yang di lakukan di tempat mereka, dengan beberapa persyaratan, yang mengandung empat permasalahan besar, namun aku tidak mempunyai jawaban terhadap satu pun dari ke empat permasalahan tersebut,

Aku berfikir lama sekali tentang diriku, dan tentang dua orang tersebut.

Keduanya lalu bertanya,

“Apakah anda punya jawaban terhadap pertanyaan yang kami ajukan, dalam kapasitas anda sebagai imam dalam madzhab Syafi’i ?”,

Aku menjawab, “tidak”.

Lalu keduanya berkata, “celaka engkau”,

dan keduanya keluar dari majelis (saat) itu.

Kemudian keduanya datang kepada sebagian sahabatku, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, tanpa pikir panjang, ia memberikan jawaban yang dapat memuaskan keduanya.

Usai mendapat jawaban dari pertanyaan nya, keduanya pergi dengan merasa puas, dan memuji ilmu sahabatku (di hadapanku).

Sedang aku, aku masih memikirkan dua orang tersebut, dan keadaan diriku.

Aku masih memikirkan keempat masalah tersebut hingga hari ini.

Itulah nasehat (Allah) yang tepat dan maha bijak (kepada ku),

Dengan nya, (menjadi) kendali diri ini, dan sayap kesombongan menjadi rendah, itulah (sebuah) bimbingan dan petunjuk yang di berikan Allah kepada ku”.


Minhajul yakin, syarhu Adabi Dunya wa Diin, 109-110.

Pencari ilmu syar’i

Seputar tanya jawab keislaman:

https://bit.ly/2tW8u3N

Dijawab oleh :
Ustadz Abu Abdurrahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *