Mereka Mensifati Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan Hina

Fawaid Edisi Khusus

Mereka mensifati Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hina.

Oleh: Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.




Tidak ada satu kaum yang menghinakan tuhan mereka sebagaimana orang orang nasrani.

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,

Demi Allah, para penyembah berhala itu, sekalipun mereka musuh Allah, musuh para rasul, yang merupakan orang kafir yang paling kufur, tidak mau mensifati tuhan mereka yang mereka sembah selain Allah itu, seperti yang di berikan oleh ummat Nasrani pada Rabb semesta alam tuhan langit dan bumi.

Ighasatu Lahafan /701.

Kaum Nasrani yang mereka klaim tentang ajaran agama kasih Itu, mereka mensifati tuhan dengan buruknya.

Bahwa Allah menurut mereka (semoga Allah membinasakan mereka) tidak mau memaafkan dan tidak menerima taubat dari dosa manusia (Adam alaihi salam).


Sampai dia sendiri yang harus turun dari singgasana keagungan Nya (Arsy), untuk menanggung dosa anak manusia, dengan cara hina.

Ibnu Qayyim melanjutkan,

Kaum Nasrani telah memperedikatkan kepada Tuhan yang benar itu, suatu yang di benci bahkan oleh manusia yang paling rendah dan hina jika hal itu di peredikatkan pada budaknya, juga di benci penyembah berhala jika hal itu di peredikatkan pada berhalanya.

Kaum Nasrani tidak percaya bahwa Allah telah mengampuni dosa dan kesalahan Adam, menyematkan suatu kezaliman yang paling bodoh (bahwa Tuhan pendendam), yakni tuhan memasukan para nabi, rasul, serta orang shalih ke dalam neraka, di sebabkan dosa moyang mereka Adam.

Mereka memperedikatkan kepada Allah satu kebodohan yang luar biasa.

Di mana Allah – menurut mereka menyelamat kan mereka (manusia) dari siksa melalui satu pengorbanan berupa mendapat permusuhan Yahudi atas Nya, sehingga mereka membunuh Nya, menyalib, dan mengalirkan darah Nya.

Kami tidak mengetahui satu ummat manusia yang mencela dan mencaci maki tuhan dan sesembahannya seperti celaan yang di lakukan oleh ummat Nasrani ini.

Ighasatu Lahafan/702.



Demi Allah, kami (Abu Abd Rahman) katakan,

Bahwa mereka (Nasrani) telah mensifati tuhan dengan sifat yang buruk, yang mereka mensifati Nya sebagai:

– Tuhan pendendam.

– Tuhan yang turun dari kemuliaan Nya, untuk menebus dosa hamba Nya, dan tidak bisa langsung memaafkan, kecuali dengan trik semacam itu.


Lalu di mana sifat “kasih tuhan” itu di agama Nasrani ?



Inilah Allah Subhanahu wa taala, Rabb yang Allah telah mengabarkan kasih sayang Nya pada hamba hamba Nya,

و إني لغفار لمن تاب و ءأمن و عمل صالحاً ثم اهتدى

سورة ٢٠ طه ٨٢ .

Dan sesungguhnya Aku (Allah) benar benar maha pengampun bagi orang orang yang bertaubat, beriman, dan berbuat kebaikan, kemudian ia tetap dalam keistiqomahan di atas petunjuk.



Wahai kaum Nasrani, kami menyerukan kepada kalian.

Mari kita menuju kesepakatan, bahwa Illah kita adalah satu, tidak ada sekutu bagi Nya.

Dan berhentilah dari mengucapkan tiga.

Ini lebih baik bagi kalian.

Bila kalian berpaling, maka saksikanlah.

Kami adalah orang Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *