Putus Segala Hal yang Tidak Membuat Kita Istiqomah

Fawaid edisi khusus

PUTUS SEGALA HAL YANG TIDAK BISA MEMBUAT KITA ISTIQOMAH !.

abu abd rahman bin muhammad suud Al atsary.

Allah taala berfirman mengabarkan salah satu hamba Nya yang shalih, Sulaiman alaihi salam,

و وهبنا لداود سليمان نعم العيد انه اواب . إذ عرض عليه بالعشي الصافنات الجياد . فقال إنى أحببت حب الخير عن ذكر ربي حتى توارت بالحجاب . ردوها علي فطفق مسحا بالسق و الأعناق

Dan kami anugerahkan kepada Dawud putranya, Sulaiman, ia adalah sebaik baik hamba, sesungguhnya ia adalah seorang yang awwab (berbakti kepada Rabbnya) . Ketika di pertunjukan kepadanya (kuda) yang tenang dan berlari cepat (di waktu sore) . Lalu ia berkata, sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap hal yang baik (kuda) sampai lupa mengingat Rabb ku, sampai mereka (kuda) berlalu dari pandangan . Bawalah kuda kuda itu kembali kepadaku, lalu ia mengusap (memotong) kaki dan lehernya.

Qs 38 Shaad ayat 30-33.

Ayat ini merupakan pujian terhadap Nabi yang shalih yakni Sulaiman bin Dawud alahimu salam.

Allah taala menceritakan, bahwa Sulaiman memiliki kuda kuda yang baik, yang di gunakan untuk berjihad,

Kuda kuda ini berjumlah ribuan ekor,

Di sebutkan, bahwa kesibukan nya melihat penampilan kuda kuda ini menyebabkan ia terluput dari shalat asar, yakni mendapatkan waktu akhir darinya.

Di sebutkan dari Hasan Al Basri rahimahullah,

Sulaiman bin Dawud berkata,

“Tidak demi Allah !, jangan engkau sibukkan aku dengan mu dari Rabbku, ini kesempatan terakhir kalian (para kuda)”, kemudian beliau perintahkan agar kuda kuda itu di sembelih.

Lihat lebih jelas dalam tafsir Ibnu Katsir surah 38/30-33.

Di sebut dalam musnad Ahmad,

إنك لا تدع شيا اتقاء الله الا اعطاك الله خير منه

Bahwasanya tidaklah engkau tinggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah gantikan untuk mu sesuatu yang lebih baik darinya.

Pelajaran apa yang dapat di ambil,

Betapa banyak di antara kita, kaum muslimin hari ini,

Tersibukkan diri dengan hal hal mubah, hal hal tidak berfidah, bahkan sia sia.

Sehingga dengan itu, terluput banyak kebaikan, dan tersia siakan waktu.

Semua hal hal itu melalaikan kita dari berdzikir kepada Rabb, terluputnya banyak ibadah dan kebaikan, serta menyia nyiakan umur, serta terbengkalainya kewajiban kewajiban.

Bila para Nabi, mereka memutus hal hal yang menjadikan mereka lalai dari berdzikir dan ibadah, sementara hal hal itu juga bagian dari kebaikan (contoh: seperti merawat dan melihat kuda yang di gunakan untuk berjihad) dan hal hal mubah,

Lalu bagaimana dengan hari ini, di mana orang orang tersibukkan diri dengan hal sia sia, makruh, dan bahkan haram ???.

Maka, wahai saudaraku…
Semoga Allah Subhanahu wa taala memberkahimu,

Putus semua hal yang akan melupakanmu dari Allah, berdzikir kepada Nya, dan penyebab terjerumus nya dirimu pada hal sia sia dan haram.

Kita tidak akan bisa kokoh dan Istiqomah, bila semua hal itu masih menyibukkan diri kita,

Baik HP dan permainan dan game game nya, pertemanan, pengangguran dalam waktu, kajian kajian syubhat, perbincangan tanpa arah, perdebatan, dan segala warna warni dari hal hal makruh, haram, dan ketidak jelasan.

Putus dan akhiri semua itu,

Semoga dengan itu, terwujud dalam dirimu dan diri kami, sabat dan Istiqomah.

Ya Allah anugerahkan kepada kami sabat dan Istiqomah, jauhkan dari kami hal hal sia sia dan kelalaian.

Bada subuh, oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabbnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *