Sunnah-Sunnah yang Diabaikan Saat Berhari Raya

Sunnah yang dimaksud disini adalah
ajaran Nabi صلى الله عليه وسلم Yang di teladani oleh para Shohabat beliau. Ada sebagian sunnah yang
nampaknya kurang diperhatikan oleh
banyak kaum Muslimin saat Berhari raya :

1. Bertakbir Saat Menuju Lapangan


Allah berfirman:

“Dan hendaklah kamu mencukupkan
bilangannya dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur.”

(Al-Baqoroh : 185)

Bahwa Rosulullah صلى الله عليه وسلم keluar Untuk sholat Iedul Fithri dan Iedul Adh-ha bersama Al- Fadhlbin Abbas, Abdullah, Al-Abbas, Ali,
Ja’far, Al-Hasan, Al-Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah dan Aiman : “Mengeraskan suaranya dengan tahlil dan takbir.” (Riwayat Al-Baihaqi dishohihkan oleh Syaikh Nashir dalam “Irwa’ul Gholil” 2/123)


Dari Nafi’, dari Ibnu Umar:

“Bahwa beliau Bertakbir ketika keluar dipagi hari menuju tanah lapang pada hari Ied.”

(Riwayat Al-Firyabi dalam “AhkamulIedain” hal.110 no.39 sanadnya shohih)

Syaikh Al-‘Allamah Al-Albani berkata,
“Disini ada dalil disyariatkan nya Bertakbir dengan mengangkat suara selama perjalanan menuju tempat sholat. Kendati banyak orang yang mulai meremehkan sunnah ini hampir-hampir hanya menjadi sekedar cerita semata. Ini bukti lemahnya mental dalam berislam dan
malu menampakkan sunnah dengan terang- terangan. Perlu kami ingatkan juga bahwa mengeraskan takbir di sini tidaklah disyariatkan melafalkannya dengan satu suara secara bersama-sama.”

(Silsilah Ash-Shohihah 1/331)

Adapun bagi para wanita dianjurkan bertakbir tanpa mengeraskan suaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ummu Athiyyah.(Fat-hul Bari 9/33)

Berikut redaksi takbir yang diriwayatkan
oleh para shahabatdiantaranya:

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

2. Wanita Haid Tetap Hadir di Lapangan

Ummu Athiyyah rodhiyallahu’anhu berkata:

“Rosulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan kami dihari Iedul Fithri dan Iedul Adh-ha untuk
mengeluarkan para gadis, wanita haid dan para wanita pingitan (menuju lapangan sholatIed). Adapun wanita haid mereka menjauhi sholat dan menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslimin.”

Ada yang bertanya,
“Wahai Rosulullah, bila salah
seorang diantara kami tidak memiliki jilbab?”

Maka beliau berkata,
“Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbab kepadanya.”

(HR. Al-Bukhori 351 dan Muslim 890)

3. Seusai Sholat ‘Ied Mengucapkan, “Taqobbalalloohu Minnaa wa Minkum”

Ibnu Hajar Al-Asqolani Asy-Syafii (852H) berkata,
“Dalam “Al-Mahamiliyyat” dengan
sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata:

“Para shahabat Nabi bila bertemu dihari raya sebagian mereka berkata kepada yang lain, “Taqobbalalloohuminnaawamnkum”
(Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian).”

(Fathul Bari 2/446)

Ucapan ini sekalipun hukumnya mubah, akan tetapi sepatutnya kita teladani menyerupai para shohabat nabi.

4. Mengambil jalan lain sepulang sholat

Dari Jabir bin Abdillah:
“Nabi صلى الله عليه وسلم pada Hari raya biasa mengambil
jalan yang berlainan.”

(HR.Al-Bukhori 986)

Adapun sholat sunnah dua rokaat dirumah sepulang sholat Ied maka keabsahan riwayat nya diperselisihkan oleh para ulama.

5. Niatkan saling berkunjung karena Allah


Allah berfirman:

“Kecintaan-Ku berhak bagimereka yang saling mencintai karena Aku, kecintaan-Ku berhak bagi mereka yang saling tolong-menolong karena Aku, dan kecintaan-Ku berhak bagi mereka yang saling berkunjung
karenaAku.”

(HR.Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Nashir dalam “Shohih At-Targhib” 3020)

Disalin dari E-book panduan ramadhan
Oleh Ustadz Fikri abul hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *