• Kam. Agu 6th, 2020

    Shalat Tarawih

    Byadmin

    Apr 8, 2020

    silsilah durus ilmiah islamiah



    SHALAT TARAWIH



    Oleh: Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.





    Allah taala memuji hamba hamba Nya yang memiliki keriteria

    كانوا قليلاً من اليل ما يهجعون • و بالأسحار هم يستغفرون


    Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam • dan di waktu waktu sahur mereka beristighfar.

    (Qs az Dzariyyat 17-18)


    Pembahasan kita saat ini mengenai shalat tarawih


    KATA TARAWIH

    kaum muslimin sering mengira, bahwa qiyamul lail, tahajjud, shalat malam, witir itu satu amalia yang beda, namun sebenarnya tidak jauh beda, hanya istilahnya saja, sedang yang di maksud adalah shalat di malam hari.


    Di katakan (التراويح) secara bahasa artinya istirahat.

    Yakni kaum muslimin pada jaman dahulu bila shalat malam di bulan ramadhan, mereka beristirahat setiap dua rekaat atau empat rekaat, untuk melanjutkan shalat kembali.


    FADHILAH TARAWIH


    rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda

    “orang yang qiyamul lail bersama imam sampai selesai sama dengan shalat semalam penuh”

    (hr tirmidzy 734/nasai 1347/abu dawud 1167/ibnu majah 1317/ahmad 20450/darimi 1712)


    “barang siapa menjalankan shalat tarawih karena iman dan harapan, pasti akan di ampuni dosa yang lalu”

    (hr bukhari 38/muslim760)



    Kami tidak akan membahas perselisihan tarawih 20 atau 11 yang benar,

    Karena jelas terang benerang, bahwa mengikuti sunnah nabi shalallahu alahi wa salam lebih utama dan itulah tujuan syariat ini,

    dan bukan waktunya lagi bagi kaum muslimin mendebatkan hadits shahih dengan ucapan ucapan lain.


    WAKTU AFDHAL SHALAT TARAWIH


    berita dari Aisyah ummul mu’minin radiyallahu anha, bahwa, nabi shalallahu alaihi wa salam keluar di tengah malam ke masjid untuk shalat.

    ان رسول الله صلى الله عليه وسلم حرج ذات ليلة من جوف الليل فصلى في المسجد …

    adalah Rasulullah shalallahu alaihi wa salam keluar pada satu malam yang sudah mendekati tengah malam lalu shalat di masjid…

    (hr bukhari 11, kitab jumuah 29, bab mengucapkan amma ba’du setelah memuji Allah dalam bicara)

    Dari keterangan di atas, di ketahui bahwa yang utama untuk keluar shalat malam, adalah di tengah malam atau akhir malam, bila mampu, dan ini yang afdhal.

    Ada keterangan

    فإن صلاة آخر الليل مشهودة ، و ذلك أفضل

    Karena sesungguhnya shalat di akhir malam itu di saksikan (malaikat), dan itu lebih baik

    (hr muslim 174)


    Bila seorang di hadapkan dua opsi,

    Antara shalat tarawih sendiri di akhir malam, atau shalat tarawih di awal malam dengan berjamaah?

    Jawabnya, hendaknya shalat tarawih berjamaah di awal waktu bersama imam, dan itu di hitung sebagai shalat semalam penuh.

    من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة

    barang siapa berdiri bersama imam dalam shalat sampai selesai di tulis baginya sebagai shalat semalam penuh.

    (hr ahmad. Lihat irwah 447)


    Juga kebiasaan manusia di jaman Umar radiyallahu anhu bahwa mereka shalat di awal malam


    و كان الناس يقومون أوله


    Adalah manusia menegakkan shalat (tarawih berjamaah) di awal waktunya (di jaman umar)

    (hr bukhari 1906)



    CARA TARAWIH DARI RIWAYAT RIWAYAT YANG ADA


    9 rekaat, baru tasyahud awal pada rekaat ke 6 dan salam pada rekaat ke 7, lalu shalat 2 rekaat lagi

    atau 11 rekaat, tasyahud awal pada rekaat ke 8 dan salam pada rekaat ke 9, lalu shalat 2 rekaat lagi


    Hal ini berdasar hadits Aisyah

    “Rasulullah shalallahu alaihi wa salam shalat 9 rekaat, tidak duduk kecuali pada rekaat ke 8, beliau berdzikir, bertahmid, dan berdoa dan tidak salam, lalu bangkit menuju rekaat ke 9, lalu beliau berdzikir, bertahmid, dan berdoa dan salam, sampai terdengar oleh kami, kemudian beliau shalat dua rekaat lagi sambil duduk, maka itu 11 rekaat wahai anakku,

    dan tatkala beliau sudah mulai tua dan gemuk, beliau shalat witir 7 rekaat, lalu shalat 2 rekaat lagi, seperti cara pertama tadi, maka semuanya 9 rekaat wahai anakku”

    (hr muslim 746, dari Aisyah saat di tanya saad bin hisyam)


    11 rekaat, 2 rekaat salam, 2 rekaat salam, di akhiri 1 rekaat.

    كان النبي صلى الله عليه و سلم يصلى ما بين العشاء إلى الفجر إحدى عشرة ، يسلم في كل ركعتين ، يوتر بواحدة

    Adalah nabi shalallahu alaihi wa salam shalat malam antara isya dan subuh, 11 rekaat, *salam tiap 2 rekaat, dan di tutup 1 rekaat witr*

    (muslim 736)

    Atau 11 rekaat, setiap 4 rekaat salam, 4 rekaat salam, 3 rekaat tanpa tasyahud awal, di akhiri salam

    Dasar sifat shalat ini adalah hadits yang masyhur tentang panjang dan sempurnanya shalat malam nabi dari riwayat Aisyah

    (hr bukhari 1874/muslim 738)

    dan dua cara yang terakhir adalah cara yang masyhur.

    Dan cara untuk 4 rekaat di atas boleh di lakukan 2 salam, 2 salam, berdasar keumuman hadits

    صلاة الليل مثنى مثنى

    Shalat malam itu 2 rekaat, 2 rekaat.

    (hr bukhari 460/muslim 749).


    13 rekaat, salam tiap 2 rekaat, dan witir 5 rekaat tanpa tasyahud awal, dan di tutup salam di akhir rekaat.

    (hr muslim 2/166)

    13 rekaat di awali 2 rekaat ringan, di lanjut salam tiap 2 rekaat, dan di tutup witir 1 rekaat, dan salam

    (hr muslim 1284)


    bolehkah shalat tarawih kurang dari itu ?


    الوتر حق

    فمن شاء فليوتر بخمس و من شاء فليوتر بثلاث و من شاء فليوتر بواحدة

    witr itu haq,

    Barang siapa ingin shalat witr 5 rekaat, kerjakan, barang siapa ingin 3, kerjakan, barang siapa ingin 1, kerjakan

    (hr ahmad, daruqutni, baihaqi, hakim lihat shalat tarawih al albani 97)


    BOLEHKAH SHALAT TARAWIH LEBIH DARI 11 REKAAT?


    Kami memandang dari penjelasan ulama dan juga riwayat riwayat yang ada, bahwa yang di contohkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam adalah 11 rekaat dan inilah yang benar.

    Sedang riwayat yang mengatakan nabi shalat tarawih 20 rekaat atau lebih adalah berdasar riwayat riwayat lemah.

    Sebagaimana di sebutkan, katanya dari ibnu abbas

    “adalah rasulullah shalallahu alaihi wa salam shalat tarawih di bulan ramadhan sebanyak 20 rekaat, di tambah witr”

    (hr baihaqi dan thabarani)

    Syaikh al bani mengatakan, bahwa riwayat thabarani dan baihaqi itu palsu

    (silsilah hadits dhaifah 3/35)

    و قال الطبراني

    لا يروى عن ابن عابس الا بهذا الاسناد

    و قال البيهقي

    تفرد به ابو شيبة و هو ضعف

    و قال الهيتمي ان ابا شيبة ضعيف

    Berkata thabarani

    Hadits itu hanya di riwayatkan dari ibnu abbas dari jalur riwayat ini (abu syaibah)

    berkata baihaqi

    tafarud pada abu syaibah, dan dia lemah

    berkata haitami

    Abu syaibah lemah.

    (lihat majmauz zawahid 3/172)


    Dan riwayat nabi shalat 20 rekaat itu, bertentangan dengan hadits Aisyah

    “nabi pada ramadhan atau di luar ramadhan, tidak shalat malam lebih dari 11 rekaat”

    (hr ibnu hibban 920/thabarani 108 dalam mujamus shaqir/kitab qiyamul lail 144)

    Namun, bila pun ada orang yang shalat tarawih lebih dari 11 rekaat, kami berlapang dada padanya,

    Karena ada riwayat secara umum yang berbunyi

    “shalat malam itu 2 rekaat, 2 rekaat”

    Meski, yang kami fahami, wallahu a’lam, hadits di atas di kembalikan kepada hadits Aisyah tentang sifat shalat malam nabi yang sebelas (11) rekaat.

    Perselisihan jumlah rekaat tarawih, adalah masyhur, dan di anggap.

    Namun sekali lagi, beribadah sesuai tuntunan, lebih di utamakan, menutup pintu perselisihan, dan menenangkan hati, dan jaminan pahala serta keselamatan.