Kitab Syarah Aqidah Al-Wasathiyah : Menetapkan Sifat Uluw (Ketinggian) bagi Allah

Aqidah

كتاب شرح العقيدة الواسطية

Oleh: Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.



Menetapkan Sifat Uluw (ketinggian) bagi Allah.




Berkata imam Ahmad bin Abdul Halim Ibnu Taimiyah Rahimahullah,

و قوله

يا عيسى إني متوفيك و رافعك إلي
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Wahai Isa sesungguhnya aku akan متوفيك kepada Ku dan mengangkatmu pada Ku.

QS Ali Imran 55.

Syarah singkat

Ayat-ayat semisal sangat banyak.

Contoh,

تعرج الملائكة و الروح إليه

Para malaikat dan ruh (Jibril) naik kepada Nya.

QS Al Maarij 4.


Kembali kepada surah Ali Imran,

متوفيك

Ada beberapa makna,

– memegang

– menidurkan

– mematikan.

Ayat ini menceritakan Isa putra Maryam ‘Alahimus Salam.

Kita tidak membahas sekarang.

Kita membahas tentang

و رافعك إلي

Menunjukkan bahwa dzat (Allah) yang Isa di naikan adalah dzat yang maha tinggi, dan ayat ini menunjukkan tinggi Nya Allah.

Kata tinggi ada dua makna, baik maknawi atau dzat.

Secara maknawi, telah Ijma’ ahlus Sunnah dan ahul Bid’ah tentang nya.

Sedang tentang makna dzati, maka ahlus Sunnah menetapkan sedang ahli Bid’ah mengingkari.

Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وهو العلي العظيم

Dan Allah dia maha tinggi dan maha besar

QS Al Baqarah 255.

Dan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda,

ألا تامنوني و أنا امين من في السماء ؟

Mengapa kalian tidak percaya kepada ku, sedang aku orang kepercayaan yang ada di langit ?

HR Bukhari.

Dalil-dalil fitrah dan keyataan, setiap orang yang berdoa menengadahkan tangan keatas langit.

Dan juga Isra Mi’raj nabi ke langit.

Namun demikian bila hati telah tertutup, mereka tetap mengingkarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *