Bagaimana dengan Ramadhan Kita?

Fawaid edisi khusus


BAGAIMANA DENGAN RAMADHAN KITA.

Oleh: Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.


Allah subhanahu wa taala berfirman,

ياايها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون . أياماً معدودات…

Wahai orang yang beriman, di wajibkan atas kalian puasa sebagaimana telah di wajibkan atas orang orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa . Di hari hari yang singkat.

QS Al Baqarah ayat 183-184.

Hari hari telah berlalu begitu cepat,
memperlihatkan orang orang yang cepat dan lambat dalam amalannya.

Allah subhanahu wa taala menyebut Ramadhan sebagai,

أياماً معدودات

Hari-hari yang bisa di hitung, hari-hari yang begitu cepat.

Secepat kehidupan manusia di dunia.

Mengingatkan akan hari pertemuan seorang hamba dengan Rabb nya.

Dan mengentak kesadaran, begitu berharganya waktu yang cepat berlalu.

Apakah kita termasuk orang yang tertinggal, atau orang yang ikut berkompetisi.

Sebuah start (awal) bukan segalanya, namun finish (akhir) yang baik, di awali dari sebuah start yang baik pula. Ini kaidah kehidupan.

Apa persiapan mu wahai saudaraku ?,

Kata ‘mu’ termasuk kami, kita berserikat di dalamnya.

Para ulama dahulu, mereka mempersiapkan diri sejak Rajab, Syaban, sampai datangnya bulan yang di tunggu itu, Ramadhan.


Tulisan ini ingin mengingatkan kita semua akan berharganya tiap detik dari waktu Ramadhan,

Hanya orang yang pernah kehilangan yang akan tau makna tangisan yang sesungguhnya.

Sebagimana orang yang mati saja, yang tau harga perjalanan dalam setiap detik kehidupan…

Namun apa guna penyesalan, bila kita lalai dari ini semua,

Maka sebelum semua terlambat persiapkan dirimu untuk tamu mulia ini.


Persiapan sebelum Ramadhan :

1) persiapkan ketaqwaan.

Sebagian orang ‘dingin’ dengan kata Ramadhan,

Bagi mereka, Ramadhan sekedar perubahan jam makan, harus ada ‘ekstra waktu yang terpotong’ untuk istirahat dan selebihnya untuk ritual ibadah ‘rutinitas tahunan’ dan ‘seperti biasanya’.

Sebagian orang menganggap ramadhan adalah waktu menghitung pengeluaran lebih, dan menghabiskan bagjet dari uang THR, dan menulis daftar panjang belanja.

Sebagian orang memahami Ramadhan adalah waktu meraup keuntungan dari penjualan, dan masa masa panen, terutama sebelum Iedul Fitri.

Sebagian yang lain berbinar mata dengan aneka warna makanan dan minuman yang tidak ada di hari lain.

Sementara hati mereka kosong dari taqwa dan persiapan untuk nya.

Pelajaran pelajaran penting tentang taqwa,

Dari rasa takut, persiapan kehidupan akhirat, empati, keseriusan dan rasa khusyu’ serta kesungguhan dalam pendekatan diri seorang hamba yang selama ini terkabutkan oleh debu debu dunia,

Hilang dari daftar yang harus di persiapkan.

Mereka adalah golongan yang memakmurkan yang dzahir, dan membinasakan yang batin dari dirinya.

Di sebutkan dalam syair,

عليك بتقوى الله إن كنت غافلا#
يأتيك بالازراق من حيث لا تدرى

Hendaknya engkau bertaqwa kepada Allah, bila engkau selama ini lalai#
Maka akan datang rejeki kepada mu dari arah yang tiada engkau sangka.

فكيف تخاف الفقر و الله رازقا#
فقد رزق الطير و الحوت في البحر

Maka bagaimana mungkin engkau takut fakir, sedang Allah adalah pemberi rejeki#
Telah di beri rejeki burung dan ikan di lautan.

و من ظن أن الرزق يأتي بقوة#
ما اكل العصفور شيئاً مع النسر

Dan siapa yang menyangka bahwa rejekinya datang atas kekuatan nya#
Tentu burung Pipit tidak akan makan sedikit pun dari burung elang (yakni kalah rejeki).

فكم من صحيح مات من غير علة#
و كم من سقيم عاش حينا من الدهر

Maka berapa banyak orang yang sehat, mati tanpa sebab#
Dan berapa banyak orang sakit yang bertahan melampaui masa.

و كم من فتى امسى و اصبح ضاحكا#
و اكفانه في الغيب تنسج و هو لا يدري

Dan berapa banyak pemuda pagi dan sore harinya di lalui dengan gela tawa#
Sedang kain kafannya di persiapkan untuk nya dan ia tidak menyadari.

فمن عاش الفا و الفين#
فلا بد من يوم يسير الى القبر.

Barang siapa di beri umur seribu atau dua ribu tahun#
Tidak bisa tidak, ia akan temui satu hari yang ia berjalan menuju kubur.


Hendaknya nasehat ini, kita wujudkan di pelupuk mata kita,

Agar kehidupan akhirat selalu tergambar di jiwa ini.


2) hendaknya ia membersihkan hati dari hal hal yang menyibukkan dirinya.

Manusia hidup dengan ego, cita dan harapan serta keinginan untuk capaian capaian,

Dan ia hidup bersama manusia yang lain, yang memiliki sifat yang sama.

Pertarungan antara kepentingan dan ego ini di antaranya manusia, menyebabkan munculnya sakit hati, kesedihan, marah, persaingan dan rivalitas, hasad (dengki) dan semisal dari keburukan keburukan yang menjadikan sakitnya hati, dan hilangnya ketenangan.

Maka dari itu, belajarlah untuk kembali memeriksa hati dan kondisinya.

Buang dan obati setiap virus dari hati, yang akan menghalangimu dari Allah dan kesuciannya.

Usahakan engkau memasuki Ramadhan dengan hati yang tenang dan lapang, selapang pagi hari yang cerah.

Hati adalah sarang gelap dan terangnya jiwa, bila hati di tumbuhi virus, maka sungguh ketenangan jiwa tiada akan di dapat.

3) persiapakan diri dengan ilmu.

Ilmu yang akan membedakan seorang dengan kebodohan, baik dalam tindakan, ucapan, dan langkah yang di ambil.

Demikian juga dengan Ramadhan,

Wajib bagimu, untuk berilmu tentangnya,

Karena bulan ini merangkum semua kebaikan dalam hari hari dalam setiap tahunnya.

Ilmu tentang puasa dan seluk beluk nya, ilmu tentang masjid, i’tikaf, shalat tarawih, zakat, sedekah, adab adab terhadap Al Qur’an, dan ilmu yang terkait Masalah khusus kewanitaan. Dan lainnya.

4) persiapan kondisi fisik dan waktu, agar Sempurna menghadapi ramadhan.

Sebagian orang, mereka tidak mengetahui cara memenejemen waktu, waktunya terbuang sia sia, tanpa faidah dunia dan agama.

Maka, tidak ada waktu dan alasan lagi, untuk tidak memulai dari hari ini,

Kita berupaya mengatur kembali waktu waktu kita, terutama terkait Ramadhan.

Ingat, Dunia telah mengajak kita untuk ber rivalitas, bertarung, dan selama ini kita telah di pecundangi oleh nya.

Dan kita telah bergelut sebelas bulan sebelumnya, apakah ketamakan pada dunia ini akan terus kita bawa, hatta saat masuk Ramadhan???.

Ulama dahulu, sebagian mereka, meliburkan diri sejak masuk bulan Syaban, untuk fokus persiapan lahir batin menghadapi Ramadhan.

Mereka menata kembali ibadah, hati, dan amal amal mereka yang lain.

Benar, kita tidak memaksa orang lain agar seperti itu,

Namun, paling tidak, ada keseriusan dalam niat dan keinginan untuk berubah, kapan lagi bila bukan hari ini???.

Kesempatan tiada datang dua kali.

Maka perbaiki niat mu, maka Allah akan membuktikan kejujuran nya.

Betapa seorang belum tersadar dari tidurnya, namun sesaat sebelum masuk Ramadhan, ia bangkit dari tidurnya, menyesali perbuatannya selama ini yang lalai.

Dan dengan kejujuran niatnya, niat itu melampaui orang orang yang telah mempersiapkan diri dengan ibadahnya. Subhanallah.

Saudara ku masih ada waktu, bergegaslah.



Bagaimana contoh mengelola waktu di Ramadhan.

Baik,

Di sini sedikit saya akan berikan gambaran pengelolaan waktu, meskipun kita tau, tidak semua orang sama dalam waktu waktu nya dan kondisi yang di hadapinya.

Namun secara umum, bisa di petakan.

Bila semua memiliki kemauan dan kejujuran niat.

Sedikit gambaran umum (dengan meninggalkan TV dan kesibukan lain yang melalaikan):

– Bangun jam 02,30- subuh.

Kita bisa persiapan sahur, di sela selanya perbanyak istighfar dan doa.

Sahur dengan keluarga dengan sederhana di akhir waktu sahur.

Persiapan sebaik mungkin untuk shalat subuh.

Mengkondisikan Putra dan putri serta diri.

– bada subuh sampai waktu awal Dhuha.

Bisa kita gunakan untuk dzikir, baca dzikir pagi, tilawah Al Qur’an dan mendengarkan kajian (offline dan online) dengan syarat kita gusur dulu keinginan tidur.

Shalat Dhuha.

– waktu Dhuha sampai Dzuhur.

Kita bisa gunakan untuk aktivitas (kerja dan kesibukan)

Tidur qolilullah.

– setelah Dhuhur sampai asar.

Tilawah Al Qur’an.

Istirahat

Aktivis.

– setelah waktu asar sampai maghrib.

Bisa di gunakan untuk dzikir sore dan tilawah Al Qur’an.

Mengkondisikan putra putri.

Persiapan buka puasa.

– maghrib sampai isya.

Buka puasa dan waktu untuk keluarga.

– waktu isya sampai jam 9.

Tilawah Al Qur’an setelah buka puasa.

Persiapan isya dan tarawih.

Isya dan tarawih.

Setelah tarawih, gunakan untuk istirahat atau tilawah sejenak, jam 9 – menjelang jadwal awal.

Istirahat.


Tentu tidak semua jadwal yang di buat seindah guratan tulisannya.

Namun paling tidak kita sudah membuat skala dan prioritas dalam Ramadhan tahun ini.


Semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan kita, menyampaikan umur kita pada Ramadhan dan menerima seluruh ibadah kita.


Maraji:

– taisir Karimi rahman fi tafsir kalamim manan.
– tafsir Ibnu Katsir.
– Lathaiful Ma’arif
– ad da wa ad dawaa
– talbisul iblis
– Az zuhd
– fiqih ramadhan
– Al wajiz
– bulughul maram
– untuk mu yang berjiwa Hanif
– dll.


Sidoarjo, di waktu antara Dhuhur dan asar.

Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabbnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *