• Kam. Agu 6th, 2020

    Tidak Bisa Membalas Jasa Orang tua

    Byadmin

    Apr 6, 2020

    Tidak Bisa Membalas Budi Orang Tua.

    Dari Abu Hurairah dari “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda,

    *لاَ يَجْزِى وَلَدٌ وَالِدَهُ إِلاَّ أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوْكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ*

    “Seorang anak tidak dapat membalas budi kedua orang tuanya kecuali jika dia menemukannya dalam keadaan diperbudak, lalu dia membelinya kemudian membebaskannya.”

    (Dikeluarkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 10, shahih) Lihat Al Irwa’ (1737): [Muslim: 20, kitab Al ‘Itqu, hal 25-26]

    Faedah dari hadits di atas:

    1- Agungnya hak orangtua dalam Islam, sampai sulit untuk dibalas jasa-jasa mereka.

    2- Jika orangtua adalah seorang budak (hamba sahaya), maka seorang anak wajib membeli orangtuanya lantas memerdekakannya.

    3- Budak dinyatakan merdeka bisa jadi hanya dengan kepemilikan anggota kerabatnya.

    4- Anak tidaklah menunaikan hak orangtua yang menjadi budak hingga ia memerdekakannya ketika telah membelinya.

    Sambil Menggendong Ibu di Punggung.

    Dari Abi Burdah, ia melihat melihat Ibnu Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang itu bersenandung,

    *إِنِّي لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُـذِلَّلُ –  إِنْ أُذْعِرْتُ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرُ*

    Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh.

    Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.

    *ثُمَّ قَالَ : ياَ ابْنَ عُمَرَ أَتَرَانِى جَزَيْتُهَا ؟  قَالَ : لاَ وَلاَ بِزَفْرَةٍ وَاحِدَةٍ، ثُمَّ طَافَ ابْنُ عُمَرَ فَأَتَى الْمَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ : يَا بْنَ أَبِى مُوْسَى إِنَّ كُلَّ رَكْعَتَيْنِ  تُكَفِّرَانِ مَا أَمَامَهُمَا*

    Orang itu lalu berkata, “Wahai Ibnu Umar apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, walaupun setarik nafas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” Beliau lalu thawaf dan shalat dua raka’at pada maqam Ibrahim lalu berkata, “Wahai Ibnu Abi Musa (Abu Burdah), sesungguhnya setiap dua raka’at (pada makam Ibrahim) akan menghapuskan berbagai dosa yang diperbuat sesudahnya.”

    (Dikeluarkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 11, Shahih secara sanad)

    Faedah dari hadits di atas:

    1- Dorongan berbakti pada ibu.

    2- Besarnya hak orang tua yang mesti dipenuhi oleh anak.

    3- Shalat menghapuskan berbagai dosa kecil.

    4- Keutamaan Thowaf dan shalat di belakang Maqam (bekas jejak kaki) Ibrahim.

    5- Sulitnya membalas jasa orang tua walaupun dengan menggendongnya ketika Thowaf, seperti itu belum bisa membalas seluruh jasa mereka.


    Dinukil dari rumaysho.com

    Sumber: https://bimbingansyariah.com