Mencari Kehalalan dalam Rezeki

Fawaid

Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.


[3/1 12.58] xxxx: Tadi saya di tawari proyek pemerintah 10M..di dada rodok mak seerrr pengen. tp, alhamdulilah Age2 di tolak,tadz…tiap hari ngaji kalau urusan duit sik rodok keder..tadz..
[3/1 13.00] abdurrahmanabu47: Masya Alloh. Bila tidak ada Syubhat… Terima saja .. tinggal tata hati.

(salah satu percakapan WA kami dengan seorang saudara kita di kota P).


Salah satu nama dan sifat Allah taala adalah,

الرزاق

Ar Razzaq yang bermakna yang banyak memberikan rezeki.

Ia adalah Mubalaghah dari kata,

الرازق

Ar Raaziq, yang memberikan rezeki.

yang bermakna banyak, yakni banyaknya rezeki Allah kepada para hamba Nya.


Menjadikan seorang hamba yakni akan “panduman” (jatah) rezeki dari Allah.

Ia meyakini dengan menempuh jalan yang tidak Halal, tidak akan menambah rezekinya, dan sebaliknya, bila ia berada pada kehalalan, tidak mengurangi jatah rezeki nya.


Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sady rahimahullah berkata,

فالله تعالى قد تكفل بارزاقهم ، و اقواتهم ، فرزقهم على الله

Maka Allah ta’ala telah menanggung rezeki dan makanan mereka (hamba Nya), dan rezeki mereka atas penanggungan Allah.

Tafsir Taisir Karimi Rahman fi Tafsir Kalamim Manan 422.


Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda,

إن نفساً لا تموت حتى تستكمل رزقها

Bawasanya tidak mati satu jiwa sampai di sempurnakan rezekinya.

Hr Thabarani.



Hari ini amat sulit kita mencari seorang yang berhati-hati dalam mencari kehalalan rezeki, kecuali orang orang yang di rahmati Allah.

Maka hendaknya setiap kita, melihat kepada apa yang kita makan dan minum, apakah itu Halal atau Haram, atau bahkan Syubhat.

Seorang wanita Salaf berkata pada suaminya, bahwa ia bisa bertahan dari lapar namun tidak bisa bertahan dari nerakanya Allah.

Sebuah nasehat bagi yang menulis dan yang membaca, agar kita bertaqwa kepada Allah, dari keharaman dan Syubhat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *