Kapan Mulai Mengenalkan Ibadah kepada Anak

KAPAN MULAI MENGENALKAN IBADAH KEPADA ANAK?

Oleh: Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc

Hal ini sangat penting diketahui oleh orang tua, karena orang tua lah yang diamanahi untuk menjaga fitrah anak, jangan sampai fitrahnya berubah menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi atau Ateis karena kelalaian orang tua yang tidak mau menjaga kesucian hati buah hatinya.

Ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wata’ala menciptakan manusia agar beribadah hanya kepada-Nya, tidak menyekutukan Dia dengan siapa pun dari makhluk-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.(QS. al-Bayyinah: 5)

Apakah Ibadah Itu?
Ibadah bukan hanya shalat atau mengerjakan rukun Islam saja, tetapi makna ibadah yang luas ialah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, seperti yang dijelaskan oleh ahli tafsir semisal al-Imam Ibnu Katsir Rahimahullah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 6/108)

Dan yang lebih jelas lagi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata, bahwa ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin. (Lihat Iqtidha Sirath al-Mustaqim). Dengan demikian, ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan.

Dengan dasar makna ibadah di atas anak hendaknya dibimbing dalam ibadah semenjak dia punya perhatian atau mengerti, walaupun belum sempurna akalnya. Karena ibadah bukan hanya gerakan anggota badan, tetapi perkataan dan keyakinan dalam hati.

Diantara bentuk ibadah yang harus mulai diajarkan orangtua kepada anaknya adalah:

• Anak Dilatih Bicara Yang Baik.

• Anak Dilatih Agar Takut Kepada Allah.

• Anak Dilatih Mengenal Amalan Shalat.

• Anak Hendaknya Diajari Mengenal Allah Azza wajalla.

• Membiasakan Mengamalkan Sunnah Semampunya.

• Dilarang Banyak Gurau Dan Tertawa.

• Jangan Membebani Amal Ibadah Diluar Kemampuannya si anak.

Dan masih banyak lagi.

Semoga bermanfaat.
Sumber: maribaraja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *