Tidak Turun Hujan Karena Dosa Manusia

FAWAID

📝 Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.

Allah Subhanahu wa ta`ala berfirman,

Menjelaskan ucapan para Jin yang telah beriman,

و أن لو استقاموا على الطريقة لأسقينا هم ماء غذقا.

“Dan sekiranya mereka Istiqomah di atas jalan itu (Islam), benar-benar mereka akan di beri hujan yang tercurah”.

(QS. Jin ayat 16.)

Nabi shalallahu `alaihi wasallam bersabda,

و ما منعوا زكاة اموالهم إلا منعوا القطر من السماء و لو لا إليهائم لم يمطروا.


“Dan tidaklah mereka menahan Zakat harta mereka (yang wajib di keluarkan), kecuali akan di tahan hujan atas mereka dari langit, sekiranya bukan karena (belas kasih Allah kepada) hewan-hewan tentu mereka tidak akan di beri hujan”.

HR. Ibnu Majah 4019 , Shahih At Targhib 764.

Disebutkan dalam riwayat, Mujahid rahimahullah berkata,
“Sesungguhnya binatang ternak melaknat para pelaku maksiat dari kalangan Bani Adam, jika terjadi kemarau panjang”.

Mereka berkata, “ini disebabkan (kesialan) dosa manusia”.

Ikrimah rahimahullah berkata,

“Binatang melata, serangga, sampai kumbang dan kalajengking berkata,

“Kami terhalang dari hujan karena dosa anak Adam””.

(Kitab Ad Daa wa Ad Dawaa 144)

Inilah dampak buruk dari dosa dan maksiat.

Tidak hanya pelaku, namun juga makhluk-makhluk lainnya yang juga merasakan dampaknya.

Sehingga pelaku dosa tidak hanya mendapat dosa dari tindakannya, namun juga laknat dari makhluk lainnya.

Semoga Allah Subhanahu wa ta`ala membimbing kita semua diatas kebaikan dan mensucikan hati kita dari perbuatan dosa dan maksiat.

Sidoarjo, ba`da Maghrib.

Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabbnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *