Engkau (ya Allah) adalah pelindung para Mustadhafin (orang lemah) dan Engkau jugalah pelindung ku

Do’a

Engkau (ya Allah) adalah pelindung para Mustadhafin (orang lemah) dan Engkau jugalah pelindung ku.

📝 Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.

Setelah melewati perjalanan panjang dakwah, dan saat itu Rasulullah shalallahu alaihi wa salam merasa banyak penolakan, maka, pada bulan syawal, tahun ke sepuluh dari kenabian, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam keluar menuju Thaif.

Jarak Thaif dan Mekkah sekitar enam puluh mil, berjalan kaki pergi pulang. Tidaklah beliau menemui satu kabilah, kecuali beliau serukan Islam.

Setiba di Thaif, beliau mendapat tantangan dan pengusiran, selama sepuluh hari beliau di Thaif, mengajak tiap kabilah masuk Islam. Tidak ada yang menerima dakwah beliau, bahkan sebagian orang mengatakan, “keluarlah dari daerah kami”. Dan mereka menyuruh anak-anak dan budak-budak mereka mengikuti beliau dengan mencaci maki, dan berdiri di samping kanan kiri sambil melempari beliau dengan batu, sehingga kedua sandalnya terwarnai oleh darah. Hingga, sampailah beliau di perkebunan milik Utbah bin Syaibah, beliau lalu duduk dan memanjatkan doa,

أللهم إليك أشكو ضعف قوتي و قلة حيلتي و هواني على الناس يا أرحم الراحمين ،انت رب المستضعفين و انت ربي ،إلى من تكلني ، أ إلى بعيد يتجهمنا أم إلى عدو ملكته أمري ،إن لم يكن بك غضب علي فلا أبالي ،غير أن عفيتك هي أوسع لي ،أعوذ بنور وجهك ألذي أشرقت له الظلمات ،و صلح عليه أمر الذنيا و الأخرة من أن ينزل بي غضبك أو يحل علي سخطك ،لك العتبى حتى ترض و لا حول و لا قوة إلا بك.

“Ya Allah, kepada Mu aku haturkan kelemahan diriku dan sedikitnya kesanggupan ku serta kerendahan diriku di hadapan manusia, wahai Zat yang penyayang di antara para penyayang. Engkau Rabb nya orang-orang lemah, dan Engkau jualah Rabbku. Kepada siapa diriku akan Engkau serahkan, apakah pada orang jauh yang berwajah bengis, atau kepada musuh yang menguasai urusanku? Namun, sekiranya Engkau tidak murka kepadaku, semua hal ini tidak akan ku perdulikan. Selain itu Kelapangan / nikmat Mu pada ku sungguh lebih besar. Aku berlindung kepada Cahaya Wajah Mu yang menyibak kegelapan, dan memperbaiki urusan dunia dan akhirat, dari murka Mu yang (jangan sampai) akan turun pada Ku dan kebencian Mu yang Engkau berikan pada diriku, kepada Mu segala harapan / rintihan hingga Engkau ridha, tiada daya dan upaya melainkan atas perkenanan Mu.

📖 كتاب : الرحيق المختوم الشيخ صفي الرحمن المبرك كفوري

106. Wahai orang-orang yang terhimpit masalah, dan ia menemui tembok tebal. Wahai orang-orang yang bersedih dan ia merasa sendirian.Wahai orang-orang yang kesusahannya seakan tiada terobati.Inilah, satu pintu yang terbuka untuk mu, harapan itu masih ada.Inilah Rabb seluruh manusia, dan Rabb yang harapanmu, tergantung di Tangan Nya. Oleh yang butuh dan mengharap ampunan Rabbnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *