Siapa Kamu dan Bapakmu?

SIAPA KAMU DAN BAPAKMU ? (sebuah jawaban kepada orang yang membandingkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dengan bapaknya).

🖋 Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.

Nabi shalallahu alaihi wa salam mengingatkan,

من بطا به عمله لم يسرع به نسبه

Barangsiapa lambat amalnya tidak akan bisa di kejar dengan kemuliaan nasabnya. (HR. Muslim No.2699, dari Abu Hurairah radiyallahu anhu)

Hari ini, kita temui banyak orang kurang ajar dan bersikap suul adab kepada Nabi shalallahu alaihi wa salam. Apa hukuman dan ucapan yang pantas untuk orang yang sedemikian. Saya pernah menulis bab tentang hukum orang yang melecehkan Nabi, yang kami ambil dari Kitab Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah, Sarimul Maslul.

Dan satu peringatan keras, siapapun yang berani melecehkan Nabi shalallahu alaihi wa salam, mereka Kafir dengan ijma kaum Muslimin, dan wajib pemerintah menghukum dengan berat (mati), tanpa di mintai taubat. Hal ini, agar seorang tidak bermudah mudah melecehkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam.

Sekarang, kami akan tulis sedikit, tentang ucapan yang pantas bagi orang yang suka membanggakan nasabnya, dari Kitab Manahi Syariyah, Syaikh Salim bin Ied Al Hilaly.

– Ucapan yang layak bagi mereka adalah “gigitlah kemaluan (zakar) bapakmu !!!”.

Dari shahabat Ubay bin Kaab radiyallahu anhu bahwa beliau mendengar seorang berkata,

“Hai keluarga fulan” (yakni membanggakan nasab). Lalu beliau berkata padanya, “Gigitlah kemaluan (zakar) bapakmu !!!”

Ubay mencela orang itu tanpa bahasa kiasan. Orang tersebut berkata pada beliau, “Wahai Abu Mundzir, engkau bukan orang yang suka berkata keji”

Ubay berkata padanya, Aku mendengar Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa berbangga dengan slogan Jahiliyah, maka suruhlah ia menggigit kemaluan (zakar) bapaknya, dan tidak usah memakai bahasa kiasan terhadapnya”. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad no 963).

Di ceritakan dalam musnad, Dua orang beradu nasab di sisi Nabi shalallahu alaihi wa salam, Seorang berkata, aku adalah Fulan bin Fulan, lalu engkau siapa?, celaka engkau !!!,

lalu Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda, Dua orang berbangga nasab pada masa Musa, seorang dari mereka berkata, aku Fulan bin Fulan, sampai ia menyebut sembilan nasab – lantas engkau ini siapa, celaka engkau???!!!.

Maka yang di tanya berkata, Aku Fulan bin Fulan bin Islam. Lalu Allah subhanahu wa taala mewahyukan pada Musa ‘alaihi salam, tentang dua orang tadi. Adapun engkau orang yang membanggakan nasab sampai sembilan orang, nenek moyangmu semua di neraka, dan engkau yang ke sepuluh. Sedang engkau orang yang menyandarkan dirinya pada dua orang, keduanya (bapak dan kakaknya) di surga, dan engkau yang ketiganya. (HR. Ahmad 5/128).

Lihat selengkapnya dalam Manahi Syariyah Fi Shahihi Sunnah An Nabawiyah 2/572.

Semoga tulisan ini, wasilah keridhaan Allah atas kami, karena marah mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa salam di lecehkan seorang wanita tua yang tidak memiliki adab dan di ragukan keislaman nya, dan semoga tulisan ini ikhlas mengharap wajah Allah semata.

🖋☕ Pilang Kenceng Madiun Jawa Timur, waktu dhuha.

Oleh yang butuh dan mengharap ampunan Rabbnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *