Syarah Kitab Aqidah Washitiyah

BAGIAN I, II, III

Berkata Imam Ibnu Taimiyah,

و من الإيمان بالله ،الإيمان بما و صف به نفسه في كتابه و بما وصفه به رسول الله صلى الله عليه وسلم من غير تحرف،و لا تعطيل، و من غير تكييف، و لا تمثيل،__بل يؤمنون بالله سبحانه – ليس كمثله شي و هو السميع البصير

Dan diantara keimanan kepada Allah adalah, Iman pada sifat-sifat Nya, yg dia telah mensifati diri Nya dan sifat yg dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam tanpa

Tahrif : Mengubah lafadz

Tatil : Mengingkari

Takyif : Membagaimanakan

Tamsil : Menyerupakan

Yakni mengimani bahwa Allah tidak serupa dengan sesuatupun, dan dia maha mendengar dan melihat.

Fawaid : Dengan seorang mengenal Rabb Nya, maka ia akan menemukan cinta kasih, ketenangan, kekokohan, istiqomah, keteguhan dan tidak mudahnya ia murtad dan goyah. Ia akan yakin dan berbunga hatinya dengan iman. Syaratnya ia harus faham siapa Rabb Nya dan sifat serta nama-nama Nya.Disini batasan iman islam dengan iman orang kafir dan juga ahli bid’ah.

Dimana mereka, orang kafir dan ahli bid’ah tidak mensifati Allah dengan semestinya. Tauhid Uluhiyyah dan Asma wa Sifat, jurang pemisah ahlul iman dengan ahlul bid’ah. Dan kitab Aqidah Washitiyah titik beratnya pada hal ini, yakni sifat Allah dan hak Allah semata untuk diibadahi.

Pertama, kita harus faham, bagaimana berinteraksi dengan nama dan sifat Allah

Kita imani lafad, makna lafad itu, tanpa di takwil. Umpama, sifat turun, tertawa, tangan, kaki, betis, istiwa, marah, ridha, benci, suka, cinta dan semisal. Kita yakini sifat ini ada pada Allah, karena dijelaskan di kitab dan sunnah, tanpa kita ingkari lafad, makna atau kita simpangkan pada makna lain. Jatuhnya ahli bi’dah, karena mereka berani berkomentar tentang Zat Allah tanpa ilmu, dan mengambil sebagian keyakinan ahli kitab dan para filusuf, ini sebab utama.Mereka mensifati Allah sebagaimana para filusuf memahami segala sesuatu dengan akal mereka. umpama, Jahmiyah, mereka mengatakan Allah tidak punya sifat, masa tuhan punya sifat.

Ahlus sunnah menjawab, sesuatu di kenali dengan sifat, bila tidak ada sifat, maka tidak ada wujud sesuatu itu atau omong kosong.

Asyariyah mengatakan, sifat Allah itu 20, atau 9, ada sifat Wajib, sifat tidak mungkin, dan sifat Jaiz. Ahlus sunnah menjawab, kalian tidak punya adab dengan Allah, kalian mewajibkan atau tidak mewajibkan Allah atas sesuatu, padahal ia berkehendak sesuai kehendak Nya.

Dan kenapa kalian batasi sifat Allah? Atau kalian haramkan Allah atas satu hal, siapa kalian mengatur-atur Allah? Apa kalian lebih pintar dari Allah?Qodariyah berkata, Allah tidak menakdirkan, kitalah yang mengatur hidup kita sendiri. Ahlus sunnah menjawab, bahkan Allah mengetahui yg Awal dan Akhir, semua hal telah diciptakan Allah, termasuk Takdir, kita di suruh berbuat, karena kita tidak tau Takdir kita, dan setiap orang akan di mudahkan menuju takdirnya.

Jabariyah berkata, kita adalah makluk yang di atur, seperti bulu, baik buruk bukan kita yang berniat, kita baik atau buruk sudah Takdir. Ahlusunnah menjawab, Benar Allah telah menakdirkan, namun juga Allah telah menyembunyikan takdir itu agar kita beramal.

Dengan amal itu, Allah memudahkan ahli surga ke surga, ahli neraka ke neraka, kita belum tau kita termasuk golongan mana.Adanya pahala, siksa, Surga dan Neraka adalah agar kita terus maju dalam usaha dan amal kebaikan, tinta telah kering dan lembaran telah tertulis, namun demikian Allah menyuruh kita beramal, karena itulah tujuan Allah merahasiakan Takdir Nya.

Bagian 2

🖋Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary

Sebelum kita masuk pembahasan malaikat, disini kita sedikit membahas dari yang lalu.

Bahwa kata Aqidah Salaf bermakna landasan yang tetap tidak berubah sampai kapanpun, meski berubahnya manusia dan masa. Saudara – saudara kita yang belajar Aqidah Salaf tahun 90-80 ke belakang, sebagaimana saya katakan kemarin, lebih kokoh manhajnya daripada hari ini.

Kenapa? (Kita akan sebut disini inisial saja, buat mempermudah) Bisa dikatakan bahwa saat ini kita beragama dan mengambil Manhaj Salaf hanya sebagian, dalam arti mengikuti tren yang ada.Agama seakan pakaian atau konser musik. Terbukti, ketika awal munculnya fitnah. Contoh, Abd Somad, Adi Hidayat , atau Umar Mita, subhanallah… Terlihatlah yang selama ini tersembunyi. Sampai – sampai saya, dan tentu Asatidah lain yang Salafy, di tuduh macam – macam karena mentahdzir Abd Somad dan Umar Mita, bahwa mereka bukan Salafy. Baru, setelah beberapa lama terlihat apa yang ada pada mereka dari penyimpangan.

Namun sudah terlanjur, mereka sudah memiliki masa…Kenapa ini terjadi?

1. Karena kita tidak belajar sejak awal kitab. Kita tahu dakwah salaf, hanya dari potongan – potongan video instagram.

2. Tidak adanya kejujuran dan niat serta doa yang tulus meminta kebenaran (Amaliah hati)

3. Kita beragama hanya euforia, dalam arti ikut yang rame, rame ini ikut, rame ini ikut. Padahal agama terutama masalah aqidah adalah tetap.

4. Sifat dari dunia dan manusia yang berubah, tidak ada yang tetap didunia ini, kecuali yang Allah rahmati.

5. Kita beragama hanya icip – icip dan ditepi, serta melihat untung, mana yang banyak itu yang diikuti, padahal sifat kebenaran itu tetap meski berubahnya waktu.

6. Trend

7. Kita tidak memiliki sandaran kokoh

8. Kita masih beragama secara ikut individu atau yg ditokohkan. Ini diantara sebab lemahnya aqidah kita.

Bagian 3

🖋 Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary

Syarah pembahasan malaikat

و ملائكته

Dan kita beriman kepada malaikat

الملائكته

Malailat adalah jamak dari ملاك Asal kata dari ملك

Yang bermakna

الألوكة

Penyampai

atau

الرسالة

Pembawa kabar (risalah)

Lihat Surah Fatir ayat 1

الحمد لله فاطر السموات والأرض جاعل الملائكة رسولاولي أجنحة مشنى وثلاث وربعيزيد في الخلق مايشاءأن الله على كل شيء قدير

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan – utusan yang mempunyai sayap masing – masing dua, tiga atau empat. Allah menambahkan pada ciptaan – Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Malaikat dicipta dari cahaya, dan diberi sifat ketaatan. Malaikat yang utama ada 3 :

Jibril, mikail, israfil.

Sebagaimana salah satu Do’a Iftitah di shalat malam,

اللهم رب جبرايل و ميكاءيل واسرافيل… فاطرا السماوات و الارض

Tugas malaikat beragam. Malaikat Allah sangat banyak, umpama, jangan kita bayangkan malaikat pencatat hanya ada 2, umpama… Ini fatal…. Kenapa fatal? Karena Raqib dan Atid itu adalah nama sifat untuk malaikat pencatat amal anak adam.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ . إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ .مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْل*ٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ) سورة ق/16-18.

“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. “

QS. Qoff: 16-18.

Malaikat ada juga yang dibenci kalangan yahudi, sebagaimana di Surah Al Baqoroh ayat 97-98.

Ada juga yang di sebut Syafa’at Malaikat. Sebagaimana di Surah Al Baqoroh dan Thaha, juga Yasin dan sebagainya…

Syafa’at Malaikat bisa di berikan dengan dua syarat,Izin dari Allah bagi pemberi Syafa’at, dan Allah Ridha kepada yang diberi syafa’at.

Terakhir, meskipun begitu mulianya Malaikat, tidak boleh bagi kita memberikan ibadah kepada mereka, dari do’a, nazar, sumpah, sembelihan, dan semisal.

————————————–

https://linktr.ee/ukhuwahfilhijrah

√Kunjungi website kami

√Follow TG, IG, FB, FP, LINE, TWITTER : Ukhuwah fil Hijrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *