KEUTAMAAN HAJI, DAN HARAPAN UNTUK ORANG YANG BELUM MENUNAIKANNYA

🌺fawaid edisi khusus🌺

🕋  KEUTAMAAN HAJI, DAN HARAPAN UNTUK ORANG YANG BELUM MENUNAIKANNYA

(amaliah yang di harap menyamai pahala haji bagi orang yang belum menunaikan, sebuah kabar gembira)

🖋abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Imam Abu Farj Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab rahimahullah

Berkata

“… Ketika Allah taala menanamkan kerinduan dalam hati hamba hamba Nya yang beriman untuk menyaksikan Baitullah,

Dan tidak semua orang bisa menyaksikannya tiap tahun,

Maka Allah taala mewajibkan bagi yang mampu untuk berhaji satu kali seumur hidup,

Dan menjadikan sepuluh hari pertama Dzul hijjah sebagai musim bersama untuk beramal shalih antara orang orang yang berhaji dan orang orang yang tidak menunaikannya (pada tahun itu).

Barang siapa tidak mampu berhaji pada suatu tahun, ia dapat melakukan amal yang ia mampu melakukannya di rumah, yang lebih utama dari jihad, padahal jihad lebih utama dari haji*.

Jauhilah maksiat, karena ia menghalangi ampunan pada musim yang penuh dengan rahmat,

Marwazy meriwayatkan di kitab ‘wara’, dari Abdul Malik dari seorang shahabat atau tabiin **,

“Bahwa datang seorang dalam mimpinya *** di salah satu hari sepuluh hari awal dzulhijjah,

“tidak ada seorang muslim pun yang tidak di ampuni segala dosanya pada hari hari ini, setiap hari lima kali, kecuali para pemain”, mereka adalah pemain catur”.

Jika bermain catur saja menjadi penghalang ampunan, lalu bagaimana orang orang yang terus terusan dalam dosa ?,

Maksiat adalah penghalang seorang dari rahmat Allah taala, dan ketaatan adalah hal yang dapat mendekatkan kepada Allah dan rahmat Nya.

Saudara saudaraku, kalian telah berihram pada hari hari ini, dan berniat menuju ka’bah, memenuhi angkasa dengan talbiyah, takbir, tahlil, dan tahmid, mengagungkan Allah taala,

Sungguh mereka telah berangkat, sedang kita hanya bisa duduk, mereka mendekat, sedang kita menjauh,

Jika sekiranya kita memiliki sedikit bagian dari mereka, tentu kita bahagia.

Orang orang yang duduk karena udzur, di samakan dengan orang orang yang berjalan,

Boleh jadi, orang yang berjalan dengan hatinya (pahalanya) melebihi orang yang berjalan dengan raganya.

Seorang dari salaf bermimpi *** bahwa ada seorang di arafah tanggal 9 dzulhijjah, orang itu berkata padanya “apakah engkau melihat penuhnya manusia di sini ?, tidak seorang pun berhaji (mendapat pahala haji), kecuali seorang yang tidak ada di sini, karena ia berhaji dengan niatnya,  lalu ia meraih keutamaan orang orang yang berada di sini ****”.

Jangan sampai kita luput mendapat ghanimah pada hari agung ini, karena tidak ada gantinya, dan tidak bisa di hargai dengan uang,

Cekatlah dan tangkaslah dalam beramal, bersegeralah sebelum di serang ajal, sebelum menyesal orang orang yang lalai, sebelum ia meminta di kembalikan untuk beramal sedang tidak di penuhi permintaannya, sebelum di halangi orang orang yang berangan angan mewujudkan hayalan,

sebelum seorang tergadai di kubangan lubang amal yang ia persembahkan *****.

Wahai orang yang mulai nampak bibit ubannya, setelah 40 tahun,

Wahai orang yang berlalu di hadapannya tahun tahun, hingga berumur 50 tahun,

Wahai orang yang sudah di pintu kematian, saat umur 60 atau 70 tahun,

apa yang engkau tunggu setelah datang pengkabaran ?,

Apakah engkau tunggu kematian menjemputmu ?,

Wahai orang orang yang bilangan dosanya sebanyak bilangan genap dan ganjil,

Tidakklah engkau malu dengan kiraman katibin (malaikat yang mulia lagi mencatat) ?,

Atau engkau termasuk orang yang mendustakan hari berbangkit ?.

Wahai orang yang pekat gelap hatinya seperti malam bila datang,

Bukankah telah datang waktu untuk menerangi hati atau me lunak kannya ?,

Angin segar di hembuskan pada sepuluh hari ini (dzulhijjah),

Sesungguhnya Allah taala memiliki tiupan rahmat, tiada seorang mendapatkannya, kecuali ia akan berbahagia.”

📚 كتاب *لطائف المعارف* فيما لمواسم العام من الوظائف 518.

______ 🖋

Catatan:

* kami (abu abd rahman) tidak mendapati keterangan yang mengatakan jihad lebih utama dari haji.

Yang kami dapati riwayat Abdullah bin masud radiyallahu anhu,

سألت النبي صلى الله عليه وسلم   اي العمل احب إلى الله ؟

قال الصلاة على وقتها ، قال ثم أي ؟ قال بر الوالدين ، قال ثم اي ؟ قال الجهاد في سبيل الله

(hr Bukhari 527)

Aku bertanya pada nabi shalallahu alaihi wa salam, amal apa yang di cintai Allah,

Di jawab, shalat pada waktunya, lalu apa lagi, di jawab, berbuat baik dengan kedua orang tua, lalu apa lagi, di jawab, jihad di jalan Allah.

** riwayat yang terputus dan ada keraguan dari rawi. (mubham atau riwayat yg tidak di sebutkan nama dalam sanad).

*** dalam islam mimpi tidak di jadikan dasar hukum.

**** tulisan ini, wallahu a’lam, bukan bermaksud merendahkan ibadah haji, sebagaimana yang ada dalam fikiran kaum munafiq liberal.

Bahwa orang liberal berpendapat, lebih baik ibadah sosial dari ibadah haji, atau lainnya, atau ucapan mereka lebih baik hati bersih daripada beribadah tapi dengan orang lain jahat. ini satu kesalahan pemahaman.

Yang benar, sebagaimana penjelasan ibnu rajab dalam hadits niat (riwayat Umar bin Khattab radiyallahu anhu. Hadits Bukhari no 1. Muslim no 1907. Hadits ini di riwayatkan sendirian oleh yahya bin said, berlafad إنما الأعمال بالنيات) kadang amalan hati lebih baik dari amalan dzahir. Dan beliau jelaskan panjang lebar tentang amalan niat ini, (syarah hadits arbaun nawawi ‘jamiul ulumi wal hikam bab 1).

***** kami tidak tau maksud kalimat ini.

Pencari ilmu syar’i

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *