Ciri Ahlussunnah Mendoakan Kebaikan Penguasa

Para Ulama terdahulu seperti Al-Imam Fudhoil bin Iyadh dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

لو كان لنا دعوة مجابة لدعونا بها للسلطان

“Andaikata kami punya doa yang pasti dikabulkan niscaya kami akan doakan kebaikan bagi penguasa.” (As-Siyasah Asy-Syar’iyyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal. 129)

Baiknya penguasa diharapkan menjadi sebab kebaikan bagi rakyat dan bangsanya. Sedangkan jeleknya penguasa akibat doa kutukan dan hinaan justru akan mengundang fitnah dan banyak kerusakan.

Oleh sebab itu mendoakan kebaikan penguasa menjadi prinsip Ahlussunnah yang membedakannya dari ahlul bid’ah. Hal itu sejalan dengan tujuan utama syariat yaitu mewujudkan maslahat dan menyempurnakannya serta menolak mafsadah dan menguranginya.

Al-Imam Abu Muhammad Al-Hasan Al-Barbahari berkata, “Apabila engkau melihat ada orang yang mendoakan kebaikan bagi penguasa maka ketahuilah insyaallah dia seorang Ahlussunnah.” (Syarhussunnah hal. 116)

Lalu bagaimana dengan riwayat yang menyebutkan doa Nabi ﷺ:

اللهم من ولى من أمر أمتي شيئا فشق عليهم فاشقق عليه ومن ولى من أمر أمتي شيئا فرفق بهم فارفق به

“Ya Allah, siapa saja yang memiliki wewenang mengatur suatu urusan umatku lantas ia menyulitkan mereka maka persulitlah dia. Dan siapa saja yang memiliki wewenang mengatur suatu urusan umatku lantas ia memperlakukannya dengan baik maka perbaikilah dia.” (HR. Muslim 1828)

Bukankah beliau menyontohkan bolehnya mendoakan kejelekan bagi penguasa?

Jawab, di sini yang disebut Nabi ﷺ adalah pihak yang punya wewenang secara umum, beliau tidak menyebut secara ta’yin (individu) sehingga tidak dipahami bahwa mendoakan kejelekan penguasa secara khusus dianggap sebagai sunnah beliau.

Al-Imam Al-Munawi menjelaskan, “Bahwa pihak yang memiliki wewenang tersebut seperti pemerintahan, khilafah, penguasa, hakim meliputi kepemimpinan yang lainnya secara umum.” (Faidhul Qodhir 2/106)

Syaikh Al-‘Allamah Al-Utsaimin berkata, “Termasuk kepemimpinan dalam urusan sekolah dan masjid.” (Syarh Riyadhussholihin 3/633)

Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin dan memberi tawfiq kepada para penguasanya. Serahkan segala sesuatu kepada ahlinya dan jangan mengisi hati dengan kesalahan-kesalahan penguasa karena hal itu akan membuka pintu kejelekan.

Ustadz Fikri Abul Hasan


Instagram : instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *