FIQIH ZAKAT

FIQIH ZAKAT

ZAKAT, SUDAHKAH KITA PATUH MEMBAYAR ZAKAT ?

(seputar hukum zakat mal dan fitrah)

abu abd rahman bin muhammad suud al atsary

Allah subhanahu wa taala berfirman

…. و ويل للمشركين • الذين لا يؤتون الزكوت …

سورة 41 فصلت 6-7

Dan celakalah orang orang musyrik* • yaitu orang orang yang tidak membayar zakat

* as Syaikh As sady rahimahullah berkata

“… yaitu orang orang yang mengibadati apa apa yang tidak mampu mendatangkan bermanfaat, mudharat, kematian, kehidupan, dan tidak membangkitkan, mereka menodai diri diri mereka, tidak membersihkan diri nya dengan men Esa kan Allah Rabb nya, dan tidak mengikhlaskan ibadah pada Nya.

Mereka tidak shalat dan tidak pula membayar zakat, tidak ada keihlasan pada Rabb dengan tauhid dan shalat, serta tiada memberi manfaat kepada sesama dengan membayar zakat…”

(tafsir taisir karimir rahman surah fushilat)

… و الذين يكنزون الذهب والفضة ولا ينفقونها في سبيل الله فبشرهم بعذاب أليم

سورة 9 التوبة 34

Dan orang orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfaqkannya di jalan Allah, maka berilah berita gembira pada mereka dengan azab yang pedih

خد من اموالهم صدقة تطهرهم و تزكيهم بها و صلى عليهم…

سورة 9 التوبة 103

Ambillah dari harta mereka sebagai sedekah * untuk membersihkan dan mensucikan mereka, dan doakanlah mereka.

*sedekah ada 2 sedekah wajib dan sedekah sunnah, sedang yang di maksud ayat ini adalah sedekah wajib/zakat.

HUKUM ZAKAT

berkata syaikh Abdul Adzim bin Badawi al Khalafi

“berkata Sayyid Sabiq rahimahullah

“zakat adalah satu amalan fardhu (wajib) yang di sepakati ummat islam, dan sudah di kenal dan termasuk ilmu agama yang tidak boleh tidak seorang harus tau, yang andaikan ada orang mengingkari wajibnya zakat, maka di nyatakan keluar dari islam…”

(fiqih sunnah 1/281. Al wajiz fi fiqih sunnah wal kitabi aziz /423).

SIAPA YANG WAJIB BERZAKAT

zakat di wajibkan pada

setiap muslim yang merdeka,

Memiliki harta yang wajib di zakati, setelah melewati satu tahun (haul) dan sudah mencapai ukuran minimal (nishab) untuk di keluarkan dan dimiliki / kuasai penuh,

kecuali tanaman yang wajib di zakati, di keluarkan saat panennya (lihat Q surah al an’am 141)

Juga yang perlu di perhatikan, bila harta yang wajib di zakati itu tercecer dalam bentuk uang, emas, atau perak, serta laba perdagangan, maka seluruhnya di gabung, dan bila setelah di hitung, jumlah nominalnya telah malampaui batas minimal wajib zakat mal, maka di keluarkan zakatnya.

juga zakat boleh di segerakan haulnya, jika ada sebab terpenuhinya wajib lainnya yakni nishab.

SIAPA YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT

secara umum zakat di berikan pada

orang islam

mereka bukan sanak famili, seperti orang tua ke atas, bukan pula anak ke bawah, istri, sedang suami boleh menerima zakat istri sebagaimana hadits zainab istri Abdullah bin mas’ud yang bertanya pada nabi shalallahu alaihi wa salam (hr bukhari 1/619 no 1371)

dan bukan kerabat nabi/ ahlul bait (bani hasyim dan bani abdul muthalib).

Juga hal ini di sebutkan dalam firman Allah taala di surah 9 at taubah ayat 60 tentang 8 golongan penerima zakat

انما الصدقت

للفقراء
و المسكين
و العاملين عليها
والمؤلفة قلوبهم
و فى الرقاب
و الغارمين
و في سبيل الله
و ابن السبيل ….

Sesunguhnya sedekah /zakat itu Untuk orang fakir miskin amilnya (pengurus zakat) Muallaf yang telah di tundukkan hatinya riqob atau orang yang dalam tawanan atau budak gharim atau orang yang berhutang sabilillah atau orang yang berjuang di jalan Allah ibnu sabil atau orang yang dalam perjalanan …. (Qs 9 at Taubah ayat 60)

HARTA YANG WAJIB ZAKAT

harta yang wajib zakat ada 5

المواشي
الاثمان
الزروع
الثمار
عروضالتجارة

Di sebut dalam matan abi syuja’

“تجب الزكاة في خمسة اشياء
وهي : المواشي ، والاثمان ،و الزروع، والثمار ، و عروض التجارة”

di wajibkan zakat dalam 5 hal,

Yaitu:

hewan ternak
barang berharga
tanaman
buah buahan
hasil perdagangan

ZAKAT MAL

Yang kami maksud zakat mal adalah harta yang meliputi uang atau emas dan perak, serta hasil perdagangan. Yakni ketika seorang memiliki sejumlah harta yang telah terkumpul dua syarat baik haul dan nishabnya, dalam satu tahun yang setara ukuran (konversi) zakat emas atau perak. Untuk ukuran emas adalah 85 gram Untuk perak adalah 595 gram. Apakah harta yang kita miliki di konversikan pada emas atau perak, jumhur ulama mengatakan bahwa zakat mal di konversikan pada emas karena kesetabilan harga. Namun, Wallahu a’lam, kami (abu abd rahman) memandang untuk saat ini, ketika hawa nafsu di turuti, seorang loba pada harta, dan kekikiran di turuti, maka kita ambil konversi yang lebih kecil (perak) Dan harga emas dengan perak sangat jauh saat ini, Untuk harga emas saat ini bila 85 gram sekitar -+35 juta rupiah. Untuk harga perak saat ini bila 595 gram sekitar -+ 3 juta rupiah. (tergantung harga terbaru)

Jadi bila ada seorang memiliki sejumlah harta uang/harta/penghasilan/laba atau emas dan perak setara di atas, maka wajib baginya zakat. Bila seorang mengkonversikan dengan emas berarti setiap memiliki harta sekitar 35 juta, Atau, sebagaimana kami sebut, untuk mengambil konversi terkecil, yakni perak atau sekitar 3 juta. Maka bilaharta atau uang itu telah di milikinya selama satu tahun dan tidak berkurang, maka di keluarkan zakatnya 2 , 5 %. Juga, sebagaimana kami sebut di atas, bahwa “emas di gabung dengan perak (uang) untuk menyempurnakan nishab, dan nilai laba dagangan dapat di gabung dengan emas atau perak” (mudawanatu kubra malik 5/3 lihat az zakah fii islam syaikh said al qahthani)

Perhiasan wanita

berkata syaikh Abdul Adzim badawi “zakat perhiasan adalah wajib (jika telah tercapai minimal batas ukuran) berdasar keumuman hadits, sedang barang siapa mengeluarkan dari keumuman tersebut, ia tidak memiliki hujjah yang kuat” (al Wajiz, kitab zakah 427)

Di sebut dalam hadits Amr bin syuaib dari ayah, dari kekeknya, tentang wanita yang memakai gelang,

Lalu nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda

اتعطين زكاة هذا ؟

Sudahkah engkau keluarkan zakatnya gelang ini ?

(hr abu dawud, nasai, tirmidzy, shahih abu dawud 1563).

ZAKAT FITRAH

الفطر

dari perkataan

افطر الصائم

orang yang puasa itu berbuka, Istilah zakat fitrah adalah zakat wajib, dengan sebab seorang nantinya akan berbuka (berhari raya) dari puasa ramadhan

menurut ulama fiqih

zakat fitrah:
Adalah shadaqoh tertentu, dengan kadar tertentu, di bayar orang tertentu, dengan syarat tertentu, di bagikan pada orang tertentu, dengan sebab akan berbukanya seorang (berhari raya) dari puasa ramadhan, untuk mensucikan orang yang puasa dari hal sia sia, perkataan kotor, dan memberi makan orang miskin.

Hukum zakat fitrah adalah wajib (hr bukhari 1405)

Kapan di keluarkan

zakat fitrah di keluarkan sebelum seorang sebelum shalat ied, waktu wajibnya adalah sebelum tengelam matahari di hari terakhir bulan ramadhan, dan boleh di keluarkan sejak awal ramadhan sampai di tegakkan shalat iedul fitri.

“maka barang siapa membayarnya seusai shalat iedul fitri, maka itu sedekah biasa”

(hr ibnu majah 1/585)

Siapa yang wajib zakat fitrah

yakni setiap muslim yang merdeka, dan orang yang menjadi tangungannya, yang memiliki makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya untuk sehari semalam (al wajiz kitab zakah 449)

berapa kadar besarnya

Yakni besaran kadar zakat fitrah adalah 1 sha atau kurang lebih 3 kilogram.

Kepada siapa zakat fitrah di berikan

Zakat fitrah di berikan pada orang fakir miskin di daerah ia (orang yang berzakat) berdomisili. Makruh, di berikan pada orang miskin di daerah lain, bila ada orang miskin di daerah tersebut. Sebagaimana fatwa syaikh ibnu baaz, dari hadits muad bin jabal “dari orang kaya mereka, untuk orang miskin mereka” Imam Ibnu Qoyim dalam zaadul maad fi hadyi khairil ibad berkata “merupakan petunjuk nabi shalallahu alaihi wa salam menghkususkan zakat fitrah untuk fakir miskin, dan tidak di bagikan kepada golongan yang delapan”.

Hukum zakat fitrah dengan harganya

Syaikh Abdul Aziz bin baaz rahimahullah berkata

“tidak boleh membayar zakat fitrah dengan harganya menurut jumhur ulama, dan ini sesuai perilaku nabi shalallahu alaihi wa salam” (majmu fatawa ibu baaz 14/202)

Jenis benda yang di gunakan membayar zakat

1 makanan pokok,

Maka telah dusta orang yang menyatakan bahwa membayar zakat dengan beras adalah bid’ah, dan menyamakan bidah maulid nabi dengan zakat mengunakan beras, karena beras termasuk makanan pokok.

2 empat jenis dari, kurma, syair (gandum), keju, kismis (anggur kering)

dari Abu Said al Khudri radiyallahu anhu

كنا نخرج زكاة الفطر

صاعا طعام
او صاعا من شعير
او صاعا من تمر
او صاعا من اقط
او صاعا من زبيب

kami biasa mengeluarkan zakat fitrah (di jaman nabi) dengan satu sha makanan, Atau, satu sha gandum, satu sha kurma, satu sah keju, satu sha kismis (hr mutafaq alaihi, tirmidzy, nasai, ibnu majah 1829). Alhamdulillah, kami dapat mnyelesaikan tulisan ini, sebagai nasehat bagi kami yang menulis, dan yang membaca. Bila para pembaca menemukan salah tulis atau salah tulisan, mohon memberi koreksi, dan kesempurnaan hanya milik Allah taala.

Di tulis awal hari rabu dan di selesaikan hari jumat bada waktu dzuhur.

::::::::::::::::::::::::::::
Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *