Fawaid Edisi Khusus: Gembira Fatamorgana

💦 Fawaid Edisi Khusus 💦

🍅🍒 GEMBIRA FATAMORGANA

🖋 Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mensifati kehidupan dunia sebagai,

إن الدنيا حلوة خضرة

“Manis dan hijau”
(HR. Muslim 2742 dari Abu Said Al Khudry)

Allah subhanahu wa taala mensifati orang orang kafir,

و فرحوا بالحياة الدنيا

“Mereka bergembira dengan kehidupan dunia.”
(QS. Ar Ra’d 26).

Sesungguhnya, kehidupan dunia tidak tercela sepenuhnya,
Tercelanya dunia ialah ketika mencari yang melebihi kecukupan, adapun mencari kecukupan adalah wajib.

Allah subhanahu wa taala mengunakan bahasa,

الخير

Al Khaiir (sesuatu yang baik) dalam menyebut harta,

و إنه لحب الخير لشديد

Dan sesungguhnya dia (manusia) kecintaannya kepada harta sangat berlebihan.
(QS Al ‘Adiyat 8).

Adapun yang di sebut dunia adalah yang melebihi/berlebihan dari kecukupan, berupa mencari kelebihan dan keluasan.

Sedang agama kita adalah agama pertengahan,

Menjadikan dunia untuk wasilah kebaikan dan akhirat,

Inilah maksud dari ucapan kekasih kita shalallahu alaihi wa salam,

كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل

Jadilah kalian di dunia ini, seolah orang asing atau orang yang lewat satu jalan.
(HR Bukhari 6416).

Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah memberkahi kami dan anda semua,

Bahwa manusia di dunia ini sebagai tamu, dan apa yang ada di tangannya adalah pinjaman,

Serta yang maklum adalah, bahwasanya tamu akan pergi, dan pinjaman akan di kembalikan.

Di katakan,

و من يذق الدنيا فإني طعمتها

سيق إلينا عذبها و عذابها

فلم ارها إلا غرورا و باطلاً

كما لاح في ظهر الفلاة سرابها

Dan siapa yang telah merasakan /mencicipi dunia maka aku juga telah merasakannya,
Di datangkan kepada kami kelezatannya dan sekaligus azab nya,
Maka aku tidak melihatnya kecuali sesuatu yang tidak nyata dan kebatilan,
Seperti fatamorgana yang nampak di atas gurun.

Inilah nasehat, untuk saya, kami, anda, dan kita semua,

Kita telah menapaki setapak demi setapak dari tahapan tahapan dunia, baik yang manis atau pahitnya.

Agar kita meyakini, sebagaimana ucapan Isa putra Maryam, kepada para hawarinya,

“Adakah diantara kalian yang membangun rumah di atas gelombang ?”.

Dan agar kita menginsyafi,

Bahwa kita tidaklah kekal di atasnya,

Lalu bagaimana seorang yang ia tidak kekal di dunia, dan ia berputus asa dari kehidupan akhirat (karena tidak mendapat dunia, dan luput dari kebahagiaan akhirat),
karena kejahatan, dosa, dan kekufuran nya ??

قد يئسوا من الآخرة كما يئس الكفار من أصحاب القبور

Sunguh mereka telah berputus asa dari kehidupan akhirat sebagaimana berputus asanya orang orang kafir yang berada di kubur.
(QS Mumtahanah ayat 13).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika berbicara tentang hadits nabi,

و ازهد فيما عند الناس يحبك الناس

Dan zuhudlah terhadap apa yang di tangan manusia, maka orang lain akan mencintaimu.
(HR Ibnu Majah 4102)

“Sehingga ia tidak meminta/berharap kepada manusia, dan tidak menginginkannya,

dan tidak meng-istimewa-kan dunia, serta menjadi manusia yang paling jauh dari semua itu,

sehingga dengan itu (tidak berharap kepada orang lain) orang lain mencintainya (karena cenderungnya manusia itu pelit terhadap apa yang disisi/di miliki nya)”

💦 Pencari Ilmu Syar’i 💦


Instagram : instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *