Tanya Ustadz

Nama : Mimi Ummu Syifa
Asal : Medan
Grup : UFHA : 7

PERTANYAAN :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bagaimanakah hukum menyolatkan mayyit yg jelas jelas telah melakukan kesyirikan dan hingga akhir hayatnya dia belum bertobat dari kesyirikannya. Wajib kah bagi kita untuk menyolatkannya?

Syukron wa jazakallahu khoiran.

————————————-
JAWABAN :

وعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah.

Salafy sangat berhati hati dalam menvonis kafir, musyrik, mubtadi (ahli bidah) pada seorang,

Kita benar benar harus berhati hati.

Bila ada penghalang, maka tidak boleh menjatuhkan vonis .

Kecuali secara jelas, tidak ada penghalang, tidak di paksa, bukan karena syubhat, atau kebodohan.

Maka selain itu, kita tidak boleh gegabah, urusan vonis urusan ulama, bukan individu.

Namun boleh bagi pemimpin satu masyarakat tidak menshalatkan orang yg jelas melakukan maksiat, umpama tidak shalat, sebagai tahzir bagi yg lain.

Namun selama belum jelas kekafiran, ia tetap di hukumi muslim, di shalati, dan di kubur di kuburan kaum muslimin.

Dijawab oleh :
Ustadz Abu Abdurrahman bin Muhammad Suud Al Atsary حفظ الله تعالى


Instagram : instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *