KETIKA ALLAH SUBHANAHU WA TAALA TELAH MEMUJI SEORANG HAMBA, MAKA TELAH CUKUP, SEHINGGA HAMBA ITU TIDAK PERLU PUJIAN DARI YANG LAIN.

fawaid edisi khusus

KETIKA ALLAH SUBHANAHU WA TAALA TELAH MEMUJI SEORANG HAMBA, MAKA TELAH CUKUP, SEHINGGA HAMBA ITU TIDAK PERLU PUJIAN DARI YANG LAIN.

abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

“Bagaimana nabi juga telah di agungkan oleh tokoh tokoh dunia, semacam mahatma gandi, michael hart, dan juga snouck hurgronje, maka hendaknya kita juga lebih berbangga dengan itu”

(ucapan seorang dosen, bergelar MA yang menjagar di IAIN sunan ampel, di masjid al ikhlas makarya binangun, desa janti, sidoarjo)

Kita berbaik sangka, mungkin yang di maksud oleh beliau ini,

Maksudnya bahwa sebagai seorang muslim harus mengapresiasi pujian pujian yang di arahkan pada sosok nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam baik oleh orang islam atau orang kafir.

Baik,

Namun yang harus di garis bawahi dari ucapan itu,

1. Banyaknya manusia berbicara tanpa ilmu.

Banyaknya Dai Dai di mimbar mimbar, meski dengan sederet gelar, MA, DR, profesor, namun cukup memiriskan hati, karena sedikitnya ilmu agama, sehinga mereka mendasarkan ucapan hanya retorika, dan akal serta “hasil riset”.

Sehinga kita akan mendengar “keanehan keanehan” dari pembicaraan mereka,

Dan sedikitnya hujjah hujjah yang di sampaikan, selain hadits hadits dhaif dan palsu (maudhu).

2. Syubhat, tentang pujian orang kafir pada nabi.

Bila seorang muslim mengangap pujian orang kafir pada nabi, secara tidak langsung mereka mengakui eksistensi orang kafir tersebut,

ini yang bahaya, dan jarang di sadari kaum muslimin,

Kenapa?

Mungkin pertama kali arah pembicaraannya adalah pujian pada nabi semata, ini masih tahapan wajar,

Namun, akan sangat bahaya, dan akan memunculkan pemikiran prularisme, yang mengakui semua agama benar, tanpa sadar, terutama bagi orang awam.

Karena, kita tau, tujuan jahat para misionaris dan juga orientalis,

Yang mereka menyebut islam untuk melecehkan sebagai, “ajaran muhammad”, “nabi arab”, dan “agama muhammad”.

mereka tidak tulus dalam pujiannya,

Kedua, kita ketahui orang orang kafir yang memuji nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam itu tetap dalam kekafirannya,

Bila pujian mereka benar dan tulus serta bukan basa basi, bahwa yang di bawa nabi shalallahu alaihi wa salam berupa islam itu benar, tentu mereka akan segera masuk islam.

Contoh:

Snouck horgrounje kita tau, ia adalah salah satu mata mata penjajah untuk mematahkan perang sabil rakyat aceh.

atau mahatma gandi, ia seorang hindu, dan ia mati sebagai seorang hindu.

Atau michael hart, penulis buku, seratus tokoh berpengaruh di dunia, yang menempatkan nabi di urutan pertama,

Ketika ia di tanya, mengapa ia tidak masuk islam?,

Lalu ia, mengambil buku di rak bukunya, dan ia berkata “sekiranya bukan karena takut celaan orang di luar sana”.

Dan tidak banyak yang tau, bahwa urutan nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam di urutkan pertama sebelum tokoh tokoh jahat yang haus darah, semacam lenin, stalin, gorbacev, dan juga tokoh bancinya paris, william shakespeare (sebelum di revisi ulang),

Lalu apa makna pujian pujian itu?

3. Bila Allah taala telah memuji ridha pada hamba Nya, telah cukup pujian itu, sehingga tidak lagi butuh pada pujian selainnya.

Allah subhanahu wa taala telah berfirman,

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما

سورة 33 الأحزاب 56

Sesungguhnya Allah dan para malaikat Nya bershalawat untuk nabi, wahai orang orang yang beriman bershalawatlah kalian untuk nabi, dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Dan juga Allah subhanahu wa taala menyebut tentang nabi Nya shalallahualaihi wa salam,

و رفعنا لك ذكرك

سورة 94 الشرح 4

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu.

Mujahid berkata,

“aku (yakni nabi muhammad) tidak di sebut kecuali bersamaan dengan kesaksian bahwa tidak ada illah yang haq kecuali Allah …”.

Qotadah berkata,

“Allah tinggikan sebutan beliau di dunia dan akhirat …”

(tafsir ibnu katsir surah 94/4).

Berkata syaikh Abdurrahman bin Nasir as Sady,

“و رفعنا لك ذكرك

Yakni, Kami tinggikan derajatmu, dan Kami berikan pujian yang baik lagi luhur untukmu, yang belum pernah di capai seorangpun (sebelummu) …”

(taisir karimir rahman surah 94/4).

Hasan bin Tsabit berkata dalam syairnya,

أغر عليه للنبوة خاتم

من الله من نور يلوح و يشهد

و ضم الإله اسم النبي إلى اسمه

إذ فال في الخمس المؤذن أشهد

و شق له من اسمه ليجله

فذو العرش محمود و هذا محمد

Di pancarkan pada penutup kenabian

dari Allah berupa cahaya kemilau lagi di saksikan

Al illah (Allah) telah mengandengkan nama nabi pada nama Nya

Ketika ucapan ke lima muadzin menyebutkan syahadat

Dan di ambil nama baginya dari nama Nya untuk megagungkannya

pemilik Arsy di sebut Mahmud (yakni Allah) dan yang ini di sebut muhammad.

4. Maka hendaknya seorang muslim menyebut sumber shalawat dan pujian dari dalil dalil yang telah ada

Serta meninggalkan pujian pujian kosong Pada nabi shalallahu alaihi wa salam dari orang orang kafir,

Imam ibnu Qoyyim memilki kitab yang sangat baik dalam hal ini, yakni dalil dalil syari tentang shalawat, faidah shalawat dan susunan shalawat kepada nabi dalam kitab Jalaaul afham.

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *