Orang yang Paling Baik Islamnya

Orang yang Paling Baik Islamnya

Dari Abdullah bin Amr, bahwa seseorang bertanya kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam:

أي الإسلام خير؟ قال: تطعم الطعام وتقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف

“Amalan apa yang paling baik dalam berislam? Beliau menjawab, “Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal. ” (HR. Al-Bukhori 12 dan Muslim 39)

Memberi makan dan mengucapkan salam adalah amalan yang sering dianggap remeh oleh sebagian orang. Padahal di sisi Allah terhitung sebagai amalan terbaik dalam berislam karena di dalamnya terkumpul dua kebaikan. Yaitu baiknya ucapan dan baiknya perbuatan.

Al-Hafidzh Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata:

وجمع في الحديث بين إطعام الطعام وإفشاء السلام لأنه به يجتمع الإحسان بالقول والفعل وهو أكمل الإحسان ، وإنما كان هذا خير الإسلام بعد الإتيان بفرائض الإسلام وواجباته

“Terhimpunnya dalam hadits dua amalan sekaligus yakni memberi makan dan menebar salam karena dengan keduanya berkumpul kebaikan. Yaitu kebaikan dengan perkataan dan perbuatan, dan ini merupakan kebaikan yang paling sempurna. Keduanya dianggap sebagai amalan yang paling baik tentunya setelah menunaikan kewajiban-kewajiban dalam berislam.” (Fat-hul Bari Ibnu Rojab Al-Hanbali 1/43)

Para Ulama juga menjelaskan, memberi makan tidak hanya kepada orang yang membutuhkan tetapi juga tercakup di dalamnya memberi makan keluarga, kerabat, tamu dan yang lainnya. Perbuatan ini tergolong shodaqoh. Adapun menebar salam menunjukkan ketawadhuan baik terhadap orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal selama dia diyakini seorang muslim, baik terhadap orang besar maupun orang kecil, yaitu mengucapkan, “Assalamu’alaikum”, atau “Assalamu’alaikum warohmatullah”, atau “Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh”.

Al-Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan, “Kata “As-Salam” terkandung di dalamnya dua makna, yaitu dzikir kepada Allah dan memohon keselamatan. Kedua makna ini yang menjadi maksud orang menyampaikan salam. Kalimat assalamu’alaikum mengandung salah satu nama Allah sekaligus memohon keselamatan kepada-Nya.” (Bada’iul Fawa’id 2/121)

Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu menebar kebaikan dan menggolongkan kita termasuk orang yang paling baik Islamnya.

Fikri Abul Hasan

https://t.me/manhajulhaq

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *