Pendangkalan Aqidah Lewat Sekularisme

Sekularisme adalah paham yang menganggap moralitas tidak perlu didasarkan oleh ajaran agama. Sekularisme juga berarti ideologi yang memisahkan antara negara dengan agama. Sedangkan menurut Mohammad Natsir sekularisme itu cara hidup yang mengandung paham, tujuan, sikap hanya dalam batas hidup keduniawian semata.

Sekularisme dalam perjalanan sejarahnya melanda Eropa sejak beberapa abad silam. Hal itu didorong oleh bangkitnya kesadaran bahwa agama Kristen amat bersinggungan dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan. Problem teologi inilah yang memantik perlawanan di Barat dengan melancarkan sekularisasi. Karena begitu kuatnya pengaruh sekularisme, maka paham sekuler mulai merasuk ke dunia Islam sedikit demi sedikit bersamaan dengan kolonialisme Eropa.

Di Indonesia sendiri upaya sekularisasi sudah lama berjalan dan belakangan yang dibidik adalah generasi muda. Kita lihat bagaimana anak-anak muda yang mulanya dikenali metodologi filsafat lalu ditanamkan keyakinan secara apriori bahwa Barat sebagai sumber pengetahuan dan cara-cara berpikir model Baratlah yang bisa diandalkan. Sementara kitab suci Al-Qur’an diterjemahkan menurut rasionalisme kekinian, Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam dianggap sebagai tokoh sejarah yang sudah berlalu sama seperti tokoh-tokoh filsafat yang tidak harus diikuti dan sabdanya boleh ditentang.

Di ruang publik pembicaraan seputar Islam harus diminimalisir. “Jangan bawa-bawa agama cukup dalam pribadi masing-masing”, “Jangan menyinggung tauhid syirik, jangan bahas halal harom, jangan merasa paling benar”, kata mereka.

Di ranah politik, siapa saja yang bicara khilafah, penegakkan hukum Islam, peraturan syariat adalah berarti melawan negara, pengkhianat bangsa, anti pancasila.

Disadari atau tidak, orang-orang yang tenggelam dalam paham sekuler sesungguhnya telah kufur kepada Allah dan kufur kepada Rosul-Nya, keislamannya gugur meski dia masih sholat. Allah berfirman:

 

ألم تر إلى الذين أوتوا نصيبا من الكتاب يؤمنون بالجبت والطاغوت ويقولون للذين كفروا هؤلاء أهدى من الذين آمنوا سبيلا أولئك الذين لعنهم الله ومن يلعن الله فلن تجد له نصيرا

 

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari al-kitab? Mereka beriman kepada al-jibt dan ath-thoghut serta mengatakan kepada orang-orang kafir bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada jalannya orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.”

(Q.S. An-Nisa’: 51-52)

Allah juga berfirman :

أفرأيت من اتخذ إلهه هواه وأضله الله على علم وختم على سمعه وقلبه وجعل على بصره غشاوة فمن يهديه من بعد الله أفلا تذكرون

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan sesembahannya dan Allah membiarkan dirinya sesat di atas ilmu dan mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas pengelihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Al-Jatsiyah: 23)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Banyak orang yang mengaku Islam namun berpaling dari ajarannya dengan membuang Al-Qur’an di balik punggung mereka lalu mengikuti apa saja yang dibisikkan oleh syaithon. Dia tidak mengagungkan perintah Al-Qur’an dan tidak meninggalkan larangan-Nya. Tidak pula berloyalitas kepada orang yang diperintahkan Al-Qur’an untuk berloyal dengannya dan tidak memusuhi orang yang diperintahkan Al-Qur’an untuk memusuhinya.”

Maka sebagai orang yang beriman tentu meyakini hanya Allah semata yang Maha Pencipta dan Pengatur alam ini. Dia yang mencipta maka Dia pula yang paling mengetahui aturan apa yang dibutuhkan oleh ciptaan-Nya.
Lantas bagaimana dengan fakta majunya dunia Barat dan mundurnya umat Islam sekarang ini?

Jawabannya, kemajuan yang dicapai oleh dunia Barat sesungguhnya karena mereka meninggalkan agamanya, tidak mau terikat dengan doktrin gereja yang membuat mereka lemah. Sedangkan kemunduran umat Islam disebabkan oleh kebodohan terhadap agamanya, kebodohan terhadap aqidah sehingga meninggalkan Al-Qur’an was Sunnah sebagaimana yang dipahami oleh para pendahulu mereka yang sholih yaitu para Shohabat Nabi dan tabi’in.

Maka dunia barat bisa maju karena meninggalkan agamanya yang telah diubah-ubah oleh tangan manusia. Sedangkan umat Islam mundur karena meninggalkan agamanya yang telah sempurna. Umat Islam mundur karena meninggalkan prinsip tauhid yang murni akibatnya gampang dijajah dan kehilangan wibawa.

Oleh : Ustadz Fikri Abul Hasan


Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *