FATAWA : Tempat Terbaik Wanita adalah Dirumahnya

FATAWA

๐Ÿ’ฆ SAUDARIKU MUSLIMAH PULANGLAH, TEMPATMU DI RUMAH BUKAN DI JALANAN(

Hukum wanita keluar demo, minta sumbangan, orasi, dan semisal

Allah tabaroka wa taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู‚ูŽุฑู’ู†ูŽ ูููŠ ุจููŠููˆุชููƒูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุจูŽุฑู‘ูŽุฌู’ู†ูŽ ุชูŽุจูŽุฑู‘ูุฌูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุฃูˆู„ูŽู‰

โ€œDan hendaklah kalian wahai para wanita tetap di rumahmu. Dan janganlah berhias dan bertingkah laku seperti wanita-wanita Jahiliyah dahulu.โ€

[Al-Ahzab: 33]

 

Sahabat yang Mulia Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,

ู…ุง ุชุนุจุฏุช ุงู„ู„ู‡ ุงู…ุฑุฃุฉ ุŒ ุจู…ุซู„ ุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ ุŒ ูˆุฌู„ูˆุณู‡ุง ููŠ ุจูŠุชู‡ุง

 

“Tidaklah seorang wanita beribadah kepada Allah dengan suatu ibadah yang melebihi ketakwaan kepada Allah dan diam di rumah.”

[Tafsir As-Sam’ani, 4/279]

 

Al-Imam As-Saโ€™di rahimahullah berkata,

ูˆูŽู‚ูŽุฑู’ู†ูŽ ูููŠ ุจููŠููˆุชููƒูู†ู‘ูŽ ุฃูŠ: ุงู‚ุฑุฑู† ููŠู‡ุงุŒ ู„ุฃู†ู‡ ุฃุณู„ู… ูˆุฃุญูุธ ู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽุŒ {ูˆูŽู„ุง ุชูŽุจูŽุฑู‘ูŽุฌู’ู†ูŽ ุชูŽุจูŽุฑู‘ูุฌูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุฃูˆู„ูŽู‰} ุฃูŠ: ู„ุง ุชูƒุซุฑู† ุงู„ุฎุฑูˆุฌ ู…ุชุฌู…ู„ุงุช ุฃูˆ ู…ุชุทูŠุจุงุชุŒ ูƒุนุงุฏุฉ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ุŒ ุงู„ุฐูŠู† ู„ุง ุนู„ู… ุนู†ุฏู‡ู… ูˆู„ุง ุฏูŠู†ุŒ ููƒู„ ู‡ุฐุง ุฏูุน ู„ู„ุดุฑ ูˆุฃุณุจุงุจู‡

โ€œFirman Allah taโ€™ala,

โ€œDan hendaklah kalian wahai para wanita tetap di rumahmu.โ€

Maknanya:

Tinggallah di dalam rumah karena itu lebih menyelamatkan dan menjaga kalian.

Dan firman Allah taโ€™ala (pada lanjutan ayat),

โ€œDan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.โ€

Maknanya:

Wahai para wanita, janganlah kalian sering keluar rumah dengan mempercantik diri atau mengenakan wewangian seperti kebiasaan wanita-wanita Jahiliyah dahulu yang tidak memiliki ilmu dan ketakwaan, maka semua larangan ini demi mencegah kejelekan dan sebab-sebabnya.โ€

[Tafsir As-Saโ€™di, hal. 663]


SAUDARIKU MUSLIMAH JANGAN JADIKAN DIRIMU SENJATA SETAN

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌูŽุชู ุงุณู’ุชูŽุดู’ุฑูŽููŽู‡ูŽุง ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ูููŠ ู‚ูŽุนู’ุฑู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง

โ€œWanita adalah aurat, apabila ia keluar dari rumahnya maka setan akan memperindahnya, dan sungguh seorang wanita lebih dekat kepada Allah taโ€™ala ketika ia berada di dalam rumahnya.โ€

[HR. At-Tirmidzi dan Ath-Thabarani, dan lafaz ini milik beliau, dari Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallahuโ€™anhu, Ash-Shahihah: 2688]


Al-Imam Al-Mubarakfuri rahimahullah berkata,

ุฃูŽูŠู’ ุฒูŽูŠู‘ูŽู†ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ู†ูŽุธูŽุฑู ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ ุฃูŽูŠู’ ู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู„ููŠูุบู’ูˆููŠูŽู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูุบู’ูˆููŠูŽ ุจูู‡ูŽุง

โ€œMaknanya adalah setan menghiasi wanita di mata laki-laki. Juga dikatakan maknanya adalah setan melihat wanita tersebut untuk menyesatkannya dan menyesatkan laki-laki dengannya.โ€

[Tuhfatul Ahwadzi, 4/283]


Asy-Syaikh Ibnul โ€˜Utsaimin rahimahullah berkata,

ูˆู„ุง ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠุบุฑู†ุง ู…ุง ูŠุฏุนูˆ ุฅู„ูŠู‡ ุฃู‡ู„ ุงู„ุดุฑ ูˆุงู„ูุณุงุฏ ู…ู† ุงู„ู…ู‚ู„ุฏูŠู† ู„ู„ูƒูุงุฑุŒ ู…ู† ุงู„ุฏุนูˆุฉ ุฅู„ู‰ ุงุฎุชู„ุงุท ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุจุงู„ุฑุฌุงู„ุ› ูุฅู† ุฐู„ูƒ ู…ู† ูˆุญูŠ ุงู„ุดูŠุทุงู†

โ€œTidaklah patut kita tertipu dengan ajakan orang-orang yang jelek dan rusak dari kalangan pengikut orang-orang kafir, yaitu ajakan untuk campur baur antara laki-laki dan wanita, karena sesungguhnya itu berasal dari ‘wahyu’ setan.โ€

[Syarhu Riyadhis Shaalihin, 3/152]

Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *