Kaidah Ushul Fiqih 10, 11, dan 12)

KAIDAH USHUL FIQIH

Kaidah yang ke 10
.

Perintah dan larangan dalam urusan ibadah pada asalnya wajib dan haram. Sedangkan dalam masalah adab pada asalnya sunnah dan makruh.
.
Perintah dan larangan yang ada dalam al qur’an dan hadits tidak lepas dari dua masalah:
.
Pertama: Masalah ibadah.

Contohnya perintah mengusap kepala dalam wudlu, perintah meluruskan shaff dalam sholat, perintah menggunakan sutrah.
larangan mencukur janggut, larangan menyerupai wanita dsb.
.
Maka dalam masalah ini, perintah pada asalnya wajib dan larangan pada asalnya haram. Tidak boleh dipalingkan kepada sunnah atau makruh kecuali dengan dalil.
.
Kedua: Masalah adab.

Contohnya perintah memulai yang kanan dalam berpakaian, memakai sendal dan sebagainya.
Larangan memegang kemaluan dengan tangan kanan ketika kencing.
.
Maka perintah dalam masalah adab pada asalnya sunnah. Dan larangan pada asalnya makruh.
Tidak boleh dipalingkan kepada wajib atau haram kecuali dengan dalil.
.
Contoh yang haram karena ada dalil adalah larangan makan dan minum dengan tangan kiri. Hukumnya haram karena menyerupai setan.
.
Wallahu a’lam
.

Kaidah yang ke 11
.

Perintah Allah dan Rasul-Nya hendaknya dilaksanakan sesegera mungkin, tidak boleh ditunda-tunda.
.
Dalilnya adalah hadits kisah perdamaian hudaibiyah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam marah kepada para shahabat karena mereka menunda-nunda perintah beliau untuk tahallul dan menyembelih hewan kurban.
.
Secara kebiasaanpun, apabila kita diperintah oleh atasan lalu kita laksanakan dengan segera, maka kita dianggap menghormati atasan.
.
Bila orang tua menyuruh anaknya pergi membeli sesuatu, lalu anak tersebut menunda-nunda perintahnya. Kemudian orang tuanya marah, maka hal seperti ini dibenarkan.
.
Maka tidak dibenarkan menunda- nunda haji bagi orang yang mampu tanpa udzur syar’iy dan sebagainya.
.
Wallahu a’lam
.

Kaidah yang ke 12

Apabila disebutkan keutamaan suatu amal dalam sebuah dalil tanpa ada perintah, maka hukumnya sunnah bukan wajib.
.
Contohnya hadits:
.
السواك مطهرة للفم مرضاة للرب
.
“Bersiwak itu mensucikan mulut dan mendatangkan keridlaan Rabb.” (HR Ahmad)
.
contohnya juga hadits:
.
من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة
.
“Barang siapa yang menghilangkan salah satu kesusahan mukmin, maka Allah akan hilangkan salah satu kesusahannya di hari kiamat.” (HR Muslim).
.
Contohnya juga hadits:
.
من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال فكأنما صام الدهر
.
“Barang siapa yang berpuasa Ramadlan lalu diikuti enam hari syawal, maka seakan akan berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim).
.
Diantara contohnya juga puasa tiga hari setiap bulan, puasa senin kamis dan lain sebagainya.
.
Wallahu a’lam
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *