Digulung Ombak

Digulung Ombak

Allah telah mengingatkan kita dalam firman-Nya tentang bagaimana keadaan kaum musyrikin di masa silam. Allah berfirman:

وإذا غشيهم موج كالظلل دعوا الله مخلصين له الدين

“Apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung barulah mereka menyeru Allah dengan ikhlas (memurnikan) niat ibadah kepada-Nya.” (Luqman: 32)

Allah juga berfirman:

وإذا مسكم الضر في البحر ضل من تدعون إلا إياه فلما نجاكم إلى البر أعرضتم

“Apabila engkau ditimpa bahaya di lautan niscaya hilanglah semua sekutu yang biasa engkau seru melainkan hanya Allah. Tetapi ketika Dia menyelamatkanmu ke daratan, kamu kembali berpaling.” (Al-Isro’: 67)

Dijelaskan oleh para Ulama, ayat ini menunjukkan bahwa dahulu kaum musyrikin berlaku syirik (menyekutukan Allah) hanya dalam keadaan lapang. Adapun dalam keadaan sempit mereka hanya bersandar kepada Allah dengan tulus.

Akan tetapi setelah mereka selamat mereka kembali lagi kepada kemusyrikannya yaitu berdoa kepada selain Allah, meyakini adanya pihak-pihak selain Allah yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak mudhorot, mengkeramatkan kuburan dan benda-benda mati yang lain.

Sedangkan kaum musyrikin di jaman belakangan keadaan mereka lebih mengenaskan, baik dalam kondisi sempit maupun lapang mereka tetap menyekutukan Allah. Semoga Allah selamatkan kita dari petaka dunia akhirat.
________

Fikri Abul Hasan

https://t.me/manhajulhaq

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *