Mengikuti Kebiasaan Nenek Moyang Adalah Tradisi Jahiliyyah

MENGIKUTI KEBIASAAN NENEK MOYANG ADALAH TRADISI JAHILIYYAH

Oleh
โœ๐Ÿปย Ustadz Fikri Abul Hasan

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab berkata, termasuk tradisi jahiliyyah adalah berdalil dengan kebiasaan nenek moyang tanpa melihat landasannya.

Allah berfirman:

ู‚ุงู„ ูู…ุง ุจุงู„ ุงู„ู‚ุฑูˆู† ุงู„ุฃูˆู„ู‰

“Fir’aun berkata, “Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu.” (Thoha: 51)

Allah juga berfirman:

ูˆู…ุง ุณู…ุนู†ุง ุจู‡ุฐุง ููŠ ุขุจุงุฆู†ุง ุงู„ุฃูˆู„ูŠู†

 

“Belum pernah kami mendengar (seruan seperti ini) pada masa nenek moyang kami terdahulu.” (Al-Mu’minun: 24)

Penjelasan Syaikh Al-‘Allamah Sholih Al-Fawzan

Seharusnya yang dilakukan oleh orang-orang yang berakal adalah melihat apa yang dibawa oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam lalu membandingkannya dengan apa yang diajarkan oleh nenek moyang mereka sehingga menjadi jelaslah mana haq dan mana yang batil. Adapun jika mereka menutup diri dan berkata,

“Kami tidak akan menerima kecuali yang sesuai ajaran nenek moyang kami dan kami tidak mau menerima apa-apa yang menyelisihinya”.

Maka tindakan seperti ini bukanlah sikapnya orang-orang yang berakal, lebih-lebih lagi bagi mereka yang menginginkan keselamatan.

Saat ini banyak sekali para penyembah kuburan jika mereka dilarang dari mengkeramatkannya mereka beralasan, “Tradisi ini sudah berlaku sejak dulu di negeri ini, dilakukan oleh banyak orang, dan sudah berlangsung lama”. Begitu pula dengan orang-orang yang membuat perayaan maulid padahal tidak ada contohnya dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dan para shohabat, jika mereka dinasehati dan dilarang bahwa perayaan itu adalah mengada-ada dalam Islam, maka mereka beralasan, “Perayaan ini sudah dilakukan oleh orang-orang sebelum kami, kalau saja ini batil tentu mereka tidak akan melakukannya.” Alasan seperti ini sama seperti alasan orang-orang di masa jahiliyyah.

Maka ukuran kebenaran bukan berdasarkan pendapat manusia, akan tetapi didasarkan kepada apa yang dibawa oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam. Manusia mereka bisa benar dan bisa salah sedangkan ajaran yang dibawa oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kebenarannya pasti maka yang harus dilakukan adalah meneladaninya.

Allah tidak mewakilkan kita kepada orangtua kita dan nenek moyang kita. Andaikata apa yang menjadi tradisi orangtua dan nenek moyang itu mencukupi kita tentu kita tidak perlu berhujjah lagi dengan ajaran yang dibawa oleh para Rosul ‘alaihimussholatu wassalam.

(Syarh Masa’il Jahiliyyah 64-65 secara ringkas)


Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *