Jumlah Ahli Ilmu Berbanding Terbalik dengan Penceramah

Jaman Ahli Ilmunya Sedikit, Penceramahnya Banyak

Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata:

إنكم في زمان كثير فقهاؤه قليل خطباؤه، قليل سؤاله كثير معطوه، العمل فيه قائد للهوى، وسيأتي من بعدكم زمان قليل فقهاؤه كثير خطباؤه، كثير سؤاله قليل معطوه، الهوى فيه قائد للعمل، اعلموا أن حسن الهدي في آخىر الزمان خير من بعض العمل

“Sungguh kalian hidup di jaman ahli ilmunya banyak, penceramahnya sedikit, yang meminta-minta sedikit namun banyak yang memberi, di masa seperti ini amalnya seseorang yang mengendalikan hawa nafsunya. Dan kelak akan datang suatu jaman dimana ahli ilmunya sedikit, penceramahnya banyak, yang meminta-minta banyak namun sedikit yang memberi, di masa seperti itu hawa nafsu yang memimpin amalannya. Ketahuilah oleh kalian, bahwa baiknya petunjuk (ilmu dan pemahaman) di akhir jaman lebih baik dari melakukan sebagian amalan.” (Riwayat Imam Malik dalam “Al-Muwattho’ 1/173, Al-Bukhori dalam “Al-Adabul Mufrod” 785, Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-‘Asqolani dalam “Al-Fath” 10/510 berkata, “Sanadnya shohih”, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam “Shohih Al-Adabul Mufrod”)

Umat di jaman ini diuji dengan banyaknya penceramah yang mengajak kepada penyelewengan aqidah, banyaknya penceramah yang istihza’ (mengolok-olok) Allah dan Rosul-Nya, banyaknya penceramah yang tampil sebelum waktunya. Sedangkan ahli ilmunya sedikit, dimusuhi dan dituduh sebagai biang perpecahan.

Semoga Allah jadikan semangat berislam kita semangat ikhlas dan mutaba’ah yaitu mengikuti ajaran Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam. Bukan semangat mengikuti sosok tertentu atau semangat membela agama tanpa dilandasi ilmu karena yang demikian itu pada hakikatnya hawa nafsu.

Ustadz Fikri Abul Hasan

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *